Ratusan Jamaah Ikuti Pengajian Selapanan PCM dan PCA Purwokerto Selatan

Suara Muhammadiyah

13 October 2024

1156
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - PCM dan PCA Purwokerto Selatan telah melaksanakan kegiatan pengajian selapanan yang tuan rumahnya dilaksanakan secara bergilir. Pengajian selapanan yang diselenggarakan tanggal 13 Oktober 2024 tuan rumahnya adalah PRM dan PCA Karangklesem. Tempat pelaksanaan di masjid Mujahidin yang berada di perumahan Puri Hijau.

Pengajian selapanan ini diikuti oleh segenap pengurus PCM, PCA, PRM, PRA dan simpatisan yang berada di wilayah Purwokerto Selatan. Secara keseluruhan peserta pengajian yang hadir sekitar 150-an jamaah. Pemateri pengajian minggu ini adalah Drs. H. Daliman,M.Pd.

Sebelum materi pengajian disampaikan juga penjelasan tentang eksistensi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. SMKM 3 Purwokerto dalam penjelasannya telah ditunjuk menjadi SMK unggulan oleh Kemendikbud dan mendapatkan kucuran anggaran cukup besar. Diharapkan dengan kondisi ini SMKM 3 Purwokerto akan menjadi kebanggaan bagi warga Muhammadiyah wilayah Purwokerto Selatan. Guna memperkuat eksistensi itu akan diadakan job fair di SMKM 3 selama 2 hari tanggal 14-15 Oktober 2024.

Berkaitan dengan pengajian selapanan, topik kajian yang disampaikan adalah bagaimana mewujudkan tema besar periode Muktamar 48 ini yaitu memajukan Indonesia mencerahkan semesta. Tema ini sebenarnya sudah ditrintis oleh KHA Dahlan dengan tindakan yaitu membetulkan arah qiblat yang semula menghadap lurus ke barat. Jaman dulu ketika teknologi belum berkembang menggunakan metode jatuhnya bayangan matahari saat matahari berada persis di atas Ka'bah adalah cara yang ditempuh.

Dalam bidang agama diluar hal yang bersifat keyakinan atau aqidah, KHA. Dahlan sudah berpikir kemajuan yang pada masanya belum terpikirkan yaitu pendidikan yang terintegrasi antara penddikan agama dan pendidikan umum. Selain hal tersebut, saat inipun Muhammadiyah sudah berpikir bagaimana jika menggunakan kalender Islami atau kalender hijriyah yang bersifat global.

Dalam bidang pendidikan Muhammadiyah sudah merintis terkait dengan tema besar sejak awal berdirinya. Hal inilah  yang menyebabkan selama ini Muhammadiyah dianggap lebih maju di sektor pendidikan, karena tidak hanya pesantren saja yang dikembangkan. Muhammadiyah juga mengembangkan pendidikan yang bersifat umum selain mengadakan pondok pesantren. 

Dalam hal pendidikan umum misalnya,  Sekolah atau pendidikan umum yang berada di Indonesia timur misalnya, 80 pct murid atau mahasiswanya berasal dari non muslim,sehingga sudah dipandang sebagai pendidikan multikultural. Contoh nyata adalah saat UNIMUDA disebut sebagai kampus Krismuha atau Kristen Muhammadiyah. (Eka)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Ratusan warga Persyarikatan dan umum memadati halaman kampus utama U....

Suara Muhammadiyah

9 June 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Tim Kegiatan Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Usai terlaksananya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas ....

Suara Muhammadiyah

27 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Universitas Islam ....

Suara Muhammadiyah

6 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah