Rekonstruksi Akidah Muhammadiyah Abad 21

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
109
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Prof. Dr. Zakiyyudin Baedhowi, M.Ag., mengkaji Tauhid Islam Berkemajuan pada  Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Regional Pati Raya di UMKU, Ahad,  8  Maret 2026.

KUDUS, Suara Muhammadiyah –  Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kerja bareng Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Koordinator Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati Raya mengadakan  Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Regional Pati Raya di UMKU  secara luring dibuka oleh Prof. Dr. H. Sofyan Anif, M.SI. Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah pada tanggal 8 Maret 2026 di Ruang Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus, Jalan Ganesha 1, Purwosari, Kota, Kudus.

Agenda ini dihadiri Prof. Dr. H. Rozihan, M.Ag., Wakil Ketua PWM Jawa Tengah,  Dr. Sukarmin, M.Kep., Sp. KMB, Wakil Rektor I UMKU, Islami, S.Si.T, M.Keb., Wakil Rektor II UMKU,  Dr. Rizka Himawan, S.Psi., M.Psi., Wakil Rektor III UMKU, dan  diikuti oleh  790 orang dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah/’Aisyiyah Direktur Rumah Sakit, Kepala SMK/SMA se Pati Raya. 

Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhowi, M.Ag. Dewan pakar Majelis Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pada hari Ahad, 8 Maret 2026 dengan moderator Dr. Supardi, S.E., M.Kes. dalam sesi pertama,  materi  “Akidah Islam Berkemajuan : Dari Ortodoksi Tauhid  Ke Etos Peradaban, Rekonstruksi Pemikiran akidah Muhammadiyah Abad 21  ”, 

Zakiyyudin menjelaskan “Mengapa Akidah Perlu Ditafsirkan Ulang?”

Tantangan Zaman Abad ke-21 dan Relevansinya dengan Pemikiran Muhammadiyah, Muhammadiyah melalui Risalah Islam Berkemajuan (Muktamar ke-48, Surakarta 2022) menegaskan bahwa Islam adalah worldview yang relevan sepanjang zaman dan menjadi landasan kemajuan umat dalam menjawab kompleksitas kehidupan modern, ada 4 (empat) hal, yaitu : 

Pertama, Krisis makna, yaitu Melalui tajdid dan ijtihad, Muhammadiyah mendorong perluasan pemahaman Islam agar relevan menjawab persoalan moral dan makna hidup di era modern.

Kedua, Disrupsi Teknologi dan AI, YAITU Majelis Tarjih dan Tajdid mendorong rekonstruksi akidah yang integratif—menggabungkan ilmu agama dan sains—agar menjadi landasan operasional menghadapi dinamika modern, termasuk teknologi dan AI.

Ketiga, Ketimpangan Global dan Krisis Ekologi, yaitu Islam Berkemajuan menegaskan bahwa akidah tidak hanya mengatur relasi hamba dengan Tuhan, tetapi juga menuntut tanggung jawab sosial dan ekologis sebagai wujud rahmatan lil-‘alamin.

Keempat, Radikalisme Agama vs Sekularisme Ekstrem, yaitu Risalah Islam Berkemajuan menegaskan Islam wasathiyah yang menolak ekstremisme dan kekerasan, sekaligus memperkuat dialog dengan dunia modern tanpa kehilangan pijakan teologis.

Zakiyuddin yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menjelaskan kembali bahwa Transformasi Pemaknaan Akidah dalam Konteks Muhammadiyah adalah :

Akidah bukan hanya doktrin pasif, tetapi landasan etis dan praksis.
Fondasi etis sekaligus praksis kehidupan sosial dan peradaban.
Pendekatan terpadu melalui bayani, burhani, dan irfani.

Zakiyuddin yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menegaskan bahwa Fokus baru saat ini Perubahan Fokus Tantangan Akidah : Secara tradisional akidah berfokus pada pertanyaan “apakah Tuhan ada?”, namun dalam Islam Berkemajuan tantangannya melampaui itu menuju aktualisasi iman dalam kehidupan modern.

Iman dipahami sebagai fondasi tindakan sosial, etika publik, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kemajuan peradaban.
Akidah membuka ruang integrasi sains, teknologi, dan tanggung jawab kemanusiaan secara holistik.
Islam Berkemajuan bukan sekadar istilah, melainkan pandangan keagamaan yang relevan dengan toleransi, keterbukaan, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab sosial di era modern.
Zakiyuddin menegaskan kembali bahwa Sumber Normatif Akidah ada 5 (lima) adalah

Pertama, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Akidah Dalam MADM, yaitu :

Tauhid transformatif – keimanan yang membebaskan dan menegakkan keadilan.

Khalifah progresif – manusia bertanggung jawab memajukan peradaban.

Agama sebagai sistem kehidupan – Islam mengatur seluruh dimensi hidup.

Orientasi masyarakat utama – visi peradaban yang adil dan makmur.

Dakwah tajdid – perjuangan pembaruan untuk kemajuan umat.

Kedua, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Akidah Tauhid murni (Allah sebagai pusat orientasi hidup).  Iman melahirkan Etos amal, Kesalehan sosial dan Tanggung jawab sejarah. Akidah merupakan fondasi teologis dan orientasi masa depan (future oriented faith) 

Ketiga, Putusan Muktamar dan Tanwir

Keempat, Manhaj Tarjih dan Tajdid, yaitu : 

Akidah yang rasional, terbuka, dan kontekstual.
Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah dengan ijtihad kolektif.
Mengedepankan rasionalitas, empiris, dan kemaslahatan umat.
Kelima, Risalah Islam Berkemajuan

zakiyuddin menjelaskan kembali bahwa Tafsir Baru Akidah Muhammadiyah

Bukan Literalistik,  Akidah dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada formalisme dogmatis, tetapi membuka ruang bagi ijtihad, tajdid, dan interpretasi kontekstual — bukan sekadar tafsir tekstual yang statis. 
Dialog dengan Sains, Pendekatan Burhani: penggunaan akal sehat dan sains melebur ke ranah pembebasan sosial.
Motor Kemajuan : Tauhid membebaskan dari penindasan dan kebodohan landasan motivasi gerakan menuju kemajuan nyata.

Zakiyuddin menjelaskan bahwa Paradigma ISLAM BERKEMAJUAN: Dari Identitas ke Paradigma :

Rahmatan lil alamiin adalah Risalah Islam Berkemajuan (Muktamar ke-48, Surakarta 2022) menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil-‘alamin yang mendorong peradaban unggul, keadilan sosial, dan solusi etis atas tantangan zaman.

Keimanan Liberatif adalah Risalah Islam Berkemajuan menegaskan tauhid sebagai prinsip pembebasan yang menjadikan iman bukan sekadar keyakinan ritual, tetapi kekuatan emansipatoris melawan syirik, penindasan, dan ketidakadilan struktural.

Keimanan yang mencerahkan adalah Islam Berkemajuan menegaskan bahwa iman tidak hanya membebaskan tetapi juga mencerahkan—mendorong pengembangan ilmu, teknologi, dan pemikiran kritis agar agama tetap relevan serta mampu menjawab persoalan kemanusiaan universal.

Keimanan yang memajukan adalah Risalah Islam Berkemajuan menegaskan bahwa iman yang hakiki adalah iman yang memajukan—mendorong inovasi dan kemajuan pendidikan, sains, sosial, ekonomi, dan budaya demi peradaban unggul berlandaskan nilai Islam.


Akidah Islam berkemajuan adalah dalam Risalah Islam Berkemajuan, tauhid dipahami bukan sekadar pengakuan teologis, melainkan landasan transformasi sosial yang membebaskan, mendorong keterbukaan ilmu, dan melahirkan peradaban yang adil serta berkemajuan. Akidah Islam Berkemajuan adalah Keyakinan tauhid yang rasional, etis, dan profetik, yang mendorong kemajuan ilmu, keadilan sosial, keberlanjutan ekologi, dan martabat kemanusiaan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.

Sedangkan Karakter Akidah Islam berkemajuan sebagai berikut :

Tauhid Transformatif (tauhid sebagai kritik peradaban) ; mengubah realitas sosial, Dalam perspektif Akidah Islam Berkemajuan, tauhid tidak berhenti pada pengakuan metafisis, tetapi berlanjut menjadi daya pembebasan sosial, moral, dan peradaban, sebagaimana ditegaskan oleh nilai-nilai Al-Qur’an.  

Iman berbasis ilmu : rasional dan dialogis dengan sains. Tauhid bukan sekadar pernyataan teoretik, melainkan komitmen eksistensial bahwa hanya Allah otoritas tertinggi, sehingga membebaskan manusia dari penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi.

Anti - kekerasan : menolak takfirisme dan radikalisme
 Etis dan Humanistik : Memuliakan martabat manusia. 
Pro - Keadilan sosial : berpihak pada kaum mustadh’afin. Tauhid bukan sekadar pernyataan teoretik, melainkan komitmen eksistensial bahwa hanya Allah otoritas tertinggi, sehingga membebaskan manusia dari penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi.
Pro- kelestarian alam : Tanggung jawab ekologis
Visioner : Berorientasi pada masa depan

(Supardi)

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi salah satu Amal Usaha M....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah — Koperasi Syariah Khairu Ummah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026

Berita

Semarak Pesantren Ramadhan 1447 H di M3B BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Atmosfer Ramadhan terasa....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar pengajian bulan....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

Gelar Talkshow Kesehatan Sekaligus Pembagian Hadiah Lomba Esai Nasional SURAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah