Rektor UMJ: Peran Pemerintah Jadi Kunci Berantas Judi Online

Publish

12 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1322
Istimewa

Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perjudian online menjadi permasalahan darurat di Indonesia saat ini. Kebijakan Presiden Prabowo melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kementerian Komdigi RI) dalam memberantas perjudian online mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Rektor Univresitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menilai langkah itu tepat karena menurutnya pemerintah adalah kunci dalam memberantas judi online, Rabu (11/12/2024).

Hal itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Pengelolaan Komunikasi Krisis dan Edukasi Penanganan Judi Online yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (MIKOM FISIP) UMJ.

Seminar yang berlangsung di Auditorium Kasman Singodimedjo ini berkolaborasi dengan Kementerian Komdigi dan POLRI. Ma’mun menilai tema tentang judi online ini sangat menarik karena telah menjadi permasalahan krusial di masyarakat.

Menurutnya, judi online menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. “Data yang ada terkait perceraian bukan karena perselingkuhan tapi soal ekonomi, slah satunya judi online,” katanya.

Ma’mun menduga tingkat pendidikan dan kemiskinan menjadi sarang atau tempat permasalahan berkembang baik itu judi online, pinjaman online, termasuk money politic dalam pemilihan umum.

Berbagai permasalahan itu disebutkan Ma’mun menjadi ranah pemerintah. Maka dari itu political will dari pemerintah menjadi penting. Menurutnya, pemerintah dapat mengambil beberapa langkah strategis.

Beberapa langkah strategis di antaranya edukasi, kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat keagamaan. Edukasi dapat dilaksanakan melalui kampanye di media baru maupun konvensional. Sisi lain, Edukasi juga dapat dilakukan di sekolah-sekolah melalui kegiatan penyuluhan.

Pemerintah perlu berkolaborasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat keagamaan dalam memberikan edukasi. Ia juga menyarankan agar ada peran penting perguruan tinggi dalam hal ini.

“Penyuluhan langsung di masyarakat juga penting dilakukan. Misalnya dari perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa dapat memberikan edukasi melalui program Kuliah Kerja Nyata dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya,” ungkap Ma’mun.

Lebih lanjut, Ma’mun menekankan pemerintah memiliki peran dominan dan menjadi kunci dari permasalahan judi online. “Pemerintah dan aparat harus serius. Peran aparat itulah yang jadi kunci pemberantasan judi online,” tambah Ma’mun.

Seminar Nasional menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. Nursodik Gunarjo, M.Si., Brigjen Pol. Gatot Repli Handoko, S.I.K., dan Dr. Tria Patrianti, M.I.Kom. Ketiganya membahas pencegahan judi online dari perspektif pemerintah, penegak hukum dan akademisi.

Seminar nasional ini berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 200 orang dari berbagai latar belakang. Pada kesempatan itu, Rektor UMJ, narasumber, dan civitas academica UMJ menandatangani komitmen mencegah dan melawan judi online.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen program studi Bioteknologi Luthfia Hastiani Muharram menga....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Rektor I UM Bandung Hendar Riyadi mengatakan bahwa kampusn....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah  menggelar rapat....

Suara Muhammadiyah

6 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 128 siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah P....

Suara Muhammadiyah

7 May 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menerima ku....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah