Renungan Ramadhan tentang Rambut

Publish

6 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
98
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Renungan Ramadhan tentang Rambut

Oleh: Mohammad Fakhrudin

Sebagai orang beriman, dengan beribadah Ramadhan, kita dikondisikan benar-benar makin sadar bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai sifat yang kita kenal dengan asmaul husna. Tiga sifat di antaranya adalah Maha Pencipta, Maha Pemelihara, dan Maha Pengatur. Kesadaran tersebut kita rasakan setiap saat selama beribadah Ramadhan. Idealnya sesudah bulan Ramadhan pun kesadaran tersebut tetap terpelihara dengan baik.

Selama ibadah Ramadhan kita kerjakan dengan benar, kita makin sadar bahwa Allah Maha Sempurna, sedangkan kita makhluk yang sangat lemah. Tidak ada daya dan kekuatan pada kita, kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

"Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan izin Allah."

Di sisi lain, kita disadarkan pula bahwa kita merupakan makhluk paling sempurna. Hal itu dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di Al-Qur/an surat at-Tin (95):4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Di dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka dijelaskan bahwa kesempurnaan bentuk manusia terdapat pada bentuk lahir dan batin. Beliau menjelaskannya dengan membandingkan desain bentuk tubuh manusia dengan desain bentuk tubuh makhluk lain yang ada di dunia. Bentuk tubuh manusia melebihi keindahan bentuk tubuh hewan. Dari segi ukuran tubuh, tubuh manusia sangat indah. 

Menurut beliau, air muka manusia manis sehingga disebut basyar yang berarti mengandung gembira. Hal itu sangat berbeda dari hewan. Tambahan lagi, manusia dilengkapi akal yang dapat digunakan untuk berpikir.

Dengan semua itu, manusia di dunia dapat mengatur kehidupan. Untuk kepentingan itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus rasul untuk membacakan petunjuk tentang cara menjalani hidup agar selamat. 

Dari tafsir tersebut kita ketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mempunyai sifat Maha Menciptakan, Maha Memelihara, dan Maha Mengatur. Jika mengikuti ketentuan-Nya, kita  selamat dunia akhirat. Sebagai orang yang beriman, tentu kita ingin memperoleh kedua-duanya.

Sementara itu, di dalam surat al-Isra (17):70 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ

“Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Desain yang Sangat Indah

Untuk mengetahui keindahan desain semua yang ada pada diri kita, kita perlu menyediakan waktu secara khusus. Kita yang dapat memanfaatkan mata, berdiri di depan cermin yang berukuran besar sehingga dapat melihat diri kita secara utuh dari kepala hingga kaki. 

Kita cermati dari bagian tubuh yang paling atas. Agar hasil yang kita peroleh mendekati keobjektifan, hati kita harus bersih. 

Sementara itu, saudara kita yang tidak dapat menggunakan mata dapat menggunakan peraba dan pendengar. Peraba digunakan untuk meraba dan tindakan ini dapat dilakukannya sendiri. Pendengar digunakan untuk mendengarkan informasi dari orang lain.

Untuk memelihara saudara kita yang tidak dapat menggunakan mata, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kelebihan pada kedua indra itu. Bahkan, banyak di antara mereka yang diberi kelebihan juga pada daya ingat. Mereka yang teralang matanya karena kecelakaan pada saat sudah dapat melihat kelengkapan tubuhnya dan daya ingatnya tidak mengalami kerusakan, jika hatinya bersih dapat mengingatnya dengan baik.

Kepala

Kepala kita didesain oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala secara sangat sempurna. Kita perhatikan ukurannya. Lalu, kita cermati tempatnya. Kemudian, kita cermati satu per satu semua yang ada di kepala. 

Allah Subahanu wa Ta'ala memberikan kelengkapan pada kepala kita, antara lain, rambut, telinga, mata, hidung, mulut, dan dagu. Dengan becermin,  kita dapat melihat dan meraba tempat, ukuran, dan desainnya. Di samping semua itu, ada organ yang ditempatkan-Nya di dalam kepala misalnya gendang telinga dan otak.

Orang awam baru tahu bahwa ada cairan "serebrospinal", yakni cairan bening yang mengalir di dalam dan sekitar otak serta sumsum tulang belakang setelah bayi lahir. Fungsi cairan itu adalah melindungi sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsum tulang belakang dari benturan secara tiba-tiba atau cedera. 

Subhanallah! Begini cara Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan, memelihara, dan mengatur ciptaan-Nya. Manusia setinggi apa pun ilmunya tidak bakal bisa! Hanya orang tertentu, terutama ibu bayi, yang tetap nyaman perasaannya ketika melihat dan menyentuh cairan tersebut. 

Rambut

Kelengkapan kepala paling atas adalah rambut. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberi kita rambut. Dia yang menciptakan, memelihara, dan mengaturnya dengan sangat cermat sejak kita berada di dalam rahim ibu. Tidak ada campur tangan manusia. 

Keriting, ikal, atau lurus, Dia yang menakdirkan. Dia pula yang menakdirkan hitam atau pirang. Sama sekali tidak ada campur tangan manusia.

Tidak ada rambut yang ditumbuhkan di dahi. Tumbuh rambut pun tidak mengarah ke depan yang dapat menutupi wajah. 

Desain yang sangat sempurna dari segi fungsinya bagi perlindungan tempurung kepala hakikatnya baru merupakan sebagian fungsi yang sebenarnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menumbuhkan rambut di dahi atau tidak menumbuhkannya mengarah ke dahi. Sesungguhnya, desain yang demikian merupakan cara Allah Subhanahu wa Ta’ala memelihara jiwa manusia. Bukankah ketika sujud, dahi tidak boleh teralang? 

Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan sebagian laki-laki diberi janggut (jenggot) panjang. Mereka tidak perlu menggunakan obat untuk menumbuhkannya. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan juga laki-laki lain tidak diberinya.

Di atas mata ditumbuhkan bulu mata yang disebut alis. Panjangnya tidak melampaui panjangnya mata. Fungsinya adalah mencegah masuknya debu, air, atau cairan apa pun ke mata. Air atau cairan yang turun dari dahi dan akan masuk ke mata dialirkan membelok ke kiri oleh alis kiri dan ke kanan oleh alis kanan. 

Untuk melindungi mata dari debu atau kotoran sejenisnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala melengkapi mata dengan bulu mata. Rambut halus ini tidak tumbuh sebagaimana tumbuhnya rambut di kepala. Dengan demikian, ada dua fungsi utamanya, yakni melindungi mata dan mendukung keindahan wajah.

Ada rambut yang ditempatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di bawah hidung yang disebut kumis. Ada laki-laki yang ditakdirkan berkumis tebal dan ada pula yang sebaliknya. Pertumbuhannya tidak sama dengan pertumbuhan rambut di kepala. Oleh karena itu, kumis mendukung keindahan wajah. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala menumbuhkan rambut di bawah hidung perempuan tertentu, tetapi sangat tipis dan tidak pernah menjadi panjang dan tebal. Dengan demikian, keindahan wajah perempuan terpelihara dengan baik. Subhanallah! Dia mengaturnya sangat luar biasa. 

Di lubang hidung ditumbuhkan bulu. Fungsinya adalah menyaring udara yang dihirup melalui hidung dan menyaring debu agar tidak masuk ke paru-paru. Tumbuhnya tidak sama dengan tumbuhnya rambut di kepala, baik cepat maupun panjangnya. Dengan demikian, keindahan wajah tetap terjaga dengan baik.
 
Selalu ada fungsi kesehatan dan keindahan. Lagi-lagi, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan, memelihara, dan mengatur! Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita mengubah apalagi merusaknya.

Keterbatasan Manusia

Setelah bayi lahir, mulai ada campur tangan manusia. Rambut dikeramas dengan sampo tiap dia dimandikan, dikeringkan dengan handuk, dan diberi pewangi. Manusia mengaturnya sesuai dengan pertimbangan tertentu misalnya pertimbangan estetis yang dipilihnya. Umumnya rambut perempuan dipelihara panjang. Rambut laki-laki tidak demikian halnya. Namun, rambut pada sebagian laki-laki ada yang sengaja dipelihara hingga panjang juga (gondrong). 

Fungsi rambut di kepala adalah untuk melindungi tempurung kepala dari sengatan sinar matahari. Rambut dapat mengurangi sengatan matahari sehingga organ yang ada di balik tempurung kepala tidak terkena sengatan matahari. Ketika cuaca dingin dan ada tiupan angin, rambut pun dapat mengurangi dingin yang berlebihan. 

Sesuai dengan sunatullah, pada kondisi tertentu ada orang yang ditakdirkan beruban. Tidak selalu uban baru tumbuh setelah orang berusia tua. Tidak selalu pula orang berusia tua pasti beruban. 

Ada fenomena menarik yang perlu kita perhatikan juga, yakni orang yang ditakdirkan rambutnya rontok hingga sedikit saja yang tersisa di kepala. Keadaan ini pun tidak selalu hanya menimpa pada orang tua. Karena suatu penyebab, banyak anak muda yang rontok rambutnya.

Berkenaan dengan keadaan demikian, ada ikhtiar menjaga rambut tetap sehat. Rambut yang sudah rontok, diusahakan dapat digantikan dengan rambut baru. Namun, tetap saja manusia tidak dapat menumbuhkan rambut di kepala. Yang dapat dilakukan manusia sekadar merangsang tumbuhnya. 

Pada saat beribadah Ramadhan, banyak waktu yang dapat kita gunakan untuk menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memelihara dan mengatur ciptaan-Nya dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia setinggi apa pun ilmunya dan secanggih apa pun alatnya! 

Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menciptakan rambut kita, maka Dia yang memelihara, dan mengaturnya sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai dengan keinginan kita. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali mengucapkan, Subhanallah! Alhamdulillah! Allahu akbar!

"Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?"

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Komentar

Cara Menghubungi CS Batik Air

Layanan Call Center Batik Air? Hubungi Customer Service Batik Air, di nomor 0823 3546 9=442.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Ibditaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon, Colomadu, Kara....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI)Universitas Ahmad Dahlan pad....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah arus deras globalisasi, infiltrasi nilai-nilai asing, s....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - MRadio Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

1 December 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim PKM Sastra Inggris UNY mengadakan workshop pembuatan konten dakwah ....

Suara Muhammadiyah

11 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah