Sabri Is Our Martyr: Muhammadiyah Bangga Padamu

Suara Muhammadiyah

16 July 2025

1758
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Sabri Is Our Martyr: Muhammadiyah Bangga Padamu

Oleh: Rektor UMAM, Dr. Saidul Amin

Menjelang tengah malam, HP berdering. Terdengar suara, "pak Rektor kita kehilangan dia, kita cinta Sabri, tapi Allah lebih mencintainya" . Saya agak lama terdiam. Padahal menjelang magrib kami Masih sempat mengunjunginya di ruang isolasi rumah sakit Tengku Fauziah, Kangar, Perlis. Ternyata itu Pertemuan terakhir.

Sabri adalah dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta, yang sedang melanjutkan program S3 (Ph.D), Social science di Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Putera Alahan Panjang, Sumatera Barat ini menikah dengan puteri Jogjakarta. Beliau sangat fokus belajar sehingga dalam waktu singkat sudah menyelesaikan proposal dan tinggal menunggu proposal depend yang diperkirakan dalam waktu dekat. Bahkan sudah membeli berbagai oleh-oleh untuk anak-anak tercinta, menjelang kepulangannya. Ternyata dia benar-benar "Pulang".

Dia Kader sejati Muhammadiyah, tidak hanya berkutat dengan disertasi, seminar dan pustaka. Tapi rutin mengajar anak-anak Malaysia mengaji di surau wang Ulu, tak jauh dari asrama UMAM  setiap selesai solat magrib menjelang isya. Pengabdian masyarakat ini  dikoordinasikan oleh Dr. Afriadi Sanusi, selaku ketua asrama yang melibatkan calon doktor Muhammadiyah. Mereka berprinsip dimanapun berada, harus tetap menjadi "sang pencerah". 

Kepergian Sabri terbilang sangat mengagetkan. Teman se-asramanya tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Malam itu sebelum isya para sahabat melihatnya tertidur pulas di kamar. Dia tidak ikut makan malam seperti biasa. Mungkin kelehan pikir mereka. Akan tetapi ternyata sampai pagi dia tidak bangun, dan tetap  tidur pada posisi yang sama seperti malam kemarin. Teman-teman panik, berusaha membangunkan, tapi tidak ada respon. Bahkan ada buih bercampur darah di bibirnya. Akhirnya ambulan dipanggil dan datang dalam waktu yang sangat singkat (luar biasa). Dokter berkata ada pendarahan di otaknya. Stroke !

Tim medis di Rumah Sakit Tengku Fauziah, Kangar, Perlis melayani dengan baik sekali. Kita berpacu dengan waktu,  antara keinginan untuk sembuh dan takdir Allah yang lain. Setelah Lima hari berusaha, ternyata kita kalah. Bahkan beberapa jam menjelang waktu itu tiba, saya dan isteri mengunjunginya ke ruang isolasi. Gerak nafas di dada bukan karena kekuatan paru-paru, tapi tinggal kekuatan ventilator. Saya menatatap matanya yang tertutup rapat sambil berdoa, Ya Allah, berikan yang terbaik untuknya. Jam 22.35 waktu Malaysia, ruh suci itu kembali kepada pemiliknya. Sabri pergi untuk selamanya.

Saya menelfon  Konsulat Jenderal Indonesia di Pineng, pak Wanton Saragih . Beliau memerintahkan staf terkait untuk membantu semaksimal mungkin. Sehingga semalam suntuk staf tersebut sibuk menghubungi pihak UMAM. Bahkan Dua orang staf datang bertakziah ke rumah sakit sambil menyerahkan surat keterangan kematian. Luar biasa, terima kasih pak Konjen.

Lalu saya menghubungi Raja Muda Perlis YTM Tuanku Syed Faizuddin Putera Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail menyampaikan kabar duka. Tuanku mengucapkan takziah dan menyarankan agar dikebumikan secepatnya dan dilakukan di Perlis saja. Saya juga menghubungi mufti Perlis, Prof.Dr. Dato' Asri Zainul Abidin, memohon "fatwa". Beliau juga menyarankan agar dikebumikan di Perlis dan akan membantu semua prosesnya.

Untuk itu UMAM menyampaikan terima kasih yang tulus Dan ikhlas kepada YTM tuanku dan juga Dato' mufti. Tapi keluarga di Jogja meminta jenazah dikebumikan di sana. Tentu ahli waris lebih berhak dari kita. Kita membantu sekuat tenaga. Insya Allah, tgl 17 juli nanti pesawat air Asia akan membawa jenazahnya dari Pulau Pinang, Malaysia menuju Jogjakarta. Selamat jalan Sabri, kembalilah kepada Tuhanmu dengan tenang. Kembalilah dengan senyum. Kami reda melepasmu, Semoga Allah juga menyambutmu dengan rela. Sebab prasangka Allah kepada hamba, sejalan dengan prasangka hamba kepada saudaranya. Sabri, Muhammadiyah Bangga padamu.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Anak Minang Rantau: Sebuah Pembelajaran Oleh: Saidun Derani Kehadiran Awak Samo Awak (ASA) merupak....

Suara Muhammadiyah

1 February 2024

Humaniora

Cerpen R Toto Sugiharto  Saya tersesat. Terpisah dari kawan-kawan. Kami baru survei untuk loka....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Humaniora

Malaysia: Menyusuri Jejak Orang Kerinci Oleh: Mahli Zainuddin Tago Hulu Langat-Selangor Malaysia, ....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Humaniora

Oleh: Mahli Zainuddin Tago   Plaza Bintang UMY, Jumat 6 Juni 2025. Pukul 06.00 udara terasa s....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Humaniora

Oleh: Cristoffer Veron P. Reporter Suara Muhammadiyah. Kader Muda Muhammadiyah Semua orang mempunya....

Suara Muhammadiyah

26 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah