Saidul Amin: Puasa Sebagai Model Pendidikan Ilahiah

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

1262
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Masjid Al Muhajirin, Pekanbaru, kembali menggelar kajian rutin Ahad ba'da Subuh pada bulan Ramadhan 1446 H, Ahad (2/3). Kajian kali ini menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), DR Saidul Amin, MA. Dirinya memberikan penjelasan mendalam tentang hakikat puasa sebagai model pendidikan ilahiah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) ini memulai kajiannya dengan mengapresiasi semangat jamaah yang telah memasuki hari kedua puasa Ramadhan. Dia juga menyoroti sidang isbat yang sempat rumit, namun akhirnya umat Islam di Indonesia dapat memulai puasa bersama-sama.

Dalam kajiannya, Saidul Amin menguraikan berbagai metode pengajaran dalam dunia pendidikan, mulai dari metode monolog, dialog, hingga role play. Dia menjelaskan bahwa metode andragogik, di mana dosen atau guru lebih sedikit berbicara dan lebih banyak menstimulasi keaktifan siswa, merupakan metode yang efektif. "Yang bagus itu guru sedikit bicara, murid banyak bicara. Itu disebut andragogik," jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya metode role play dalam pendidikan, di mana siswa diajak untuk mengalami langsung situasi yang dipelajari. "Contohnya, jika kita ingin mengajarkan anak-anak tentang kesedihan anak yatim, kita bisa menyuruh mereka tinggal di panti asuhan selama seminggu. Dengan begitu, mereka bisa merasakan langsung bagaimana susahnya hidup sebagai anak yatim," ujar DR. Saidul Amin.

Kemudian menjelaskan puasa merupakan model pendidikan ilahiah yang langsung dipraktikkan. "Puasa itu sesungguhnya adalah model pendidikan ilahiah di mana kita memerankan langsung apa yang diperintahkan Allah. Kita disuruh lapar, ya kita lapar. Kita disuruh tidak minum, ya kita tidak minum," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa melalui puasa, umat Islam diajarkan untuk merasakan langsung apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang beruntung. "Ketika kita bicara lapar, kita sudah pernah merasakan lapar. Ketika kita bicara ngantuk karena tadarus, kita sudah pernah merasakan ngantuk itu. Ini yang membuat kita lebih mudah meresapi makna ibadah," jelasnya.

Saidul Amin juga menguraikan empat makna puasa yang mendalam, yaitu liberalisasi, humanisasi, transendensi, dan purifikasi. "Puasa itu membebaskan manusia dari penjajahan hawa nafsu. Puasa juga memanusiakan manusia, mengembalikan kita kepada hakikat kemanusiaan yang sesungguhnya," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, bukan diperbudak olehnya. "Orang yang sudah diperbudak oleh hawa nafsu bisa lebih bahaya daripada binatang. Puasa mengajarkan kita untuk menjadi raja atas hawa nafsu kita," tegasnya.

Selain itu, puasa juga memiliki makna transendensi, yaitu mengangkat derajat manusia kepada tingkat yang lebih tinggi, serta purifikasi, yaitu membersihkan diri dari dosa dan noda. "Puasa membersihkan jiwa dan raga kita, mengembalikan kita kepada fitrah yang suci," ujar DR. Saidul Amin.

Selain itu, Saidul Amin juga membagikan kisah inspiratif tentang almarhum Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat, mantan Menteri Besar Kelantan, Malaysia. "Rumahnya sederhana, sebelahan dengan masjid. Setiap pagi, dia membersihkan WC masjid. Ketika ditanya kenapa, jawabannya sederhana: dengan melakukan hal seperti ini, rasa sombong hilang," ceritanya.

Kisah ini, menurutnya, adalah contoh nyata dari memainkan peran dalam kehidupan. "Puasa itu sesungguhnya memainkan peran agar kita tidak hanya berteori, tetapi juga berpijak pada praktik nyata," ujarnya.

Terakhir, Saidul Amin mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah. "Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membebaskan diri dari penjajahan hawa nafsu, memanusiakan diri, dan membersihkan jiwa. Mari kita jadikan puasa tahun ini sebagai langkah untuk menjadi manusia yang lebih baik," pungkasnya. (rpd)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Bentuk komitmen kuat dalam memberi kontribusi nyata  dib....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali memperkuat k....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

UMRI Press Bekali Dosen Menulis Buku Ber-ISBN, Perkuat Budaya Publikasi Akademik PEKANBARU, Suara M....

Suara Muhammadiyah

17 June 2026

Berita

Diperuntukkan bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi I....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Pengajian Ramadan 1445 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah