Sambut Tanwir II, Nasyiatul Aisyiyah Hadirkan Ruang Inspirasi Melalui Nobar Film "Lyora"

Publish

16 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
831
Istimewa

Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Lyora: Penantian Buah Hati di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025) malam. Acara ini dihadiri oleh 109 audiens yang terdiri dari kader, simpatisan, hingga tokoh Muhammadiyah.

Turut hadir sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Prof. Masyitoh Chusnan, Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakkanna, Anggota LHKP PP Muhammadiyah Yulianti Muthmainnah, Komisioner KPU RI Iffa Rosita, Wasekjen DPP Nasdem Siar Anggretta Siagian, Wakil Ketua PDA Kabupaten Tangerang Feriyanti Burhan, Ketua PP Nasyiatul Aisyiyah Risni Julaeni Yuhan, Lia Kharisma Saraswati, dan lainnya.

Film ini dibintangi oleh aktor-aktris ternama seperti Marsha Timothy, Darius Sinathrya, mengisahkan perjalanan nyata Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, bersama suaminya, Noer Fajrieansyah (Bendahara Umum PP GP Ansor), dalam perjuangan panjang mendapatkan keturunan. Di balik kehidupan yang tampak mapan dan bahagia, pasangan ini melewati program kehamilan yang gagal berulang kali, hingga tiga kali keguguran, sebelum akhirnya dikaruniai putri pertama mereka, Lyora, saat Meutya berusia 44 tahun.

Usai nobar, Prof. Masyitoh Chusnan memberikan apresiasi khusus atas keberanian Meutya Hafid membuka kisah pribadinya kepada publik melalui film ini.

“Film Lyora sangat menyentuh karena menghadirkan realitas yang dialami banyak keluarga, khususnya perempuan, dalam perjuangan mendapatkan keturunan. Saya memberikan penghargaan kepada Ibu Meutya yang dengan tulus berbagi cerita. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi, sekaligus pengingat bahwa setiap perjalanan hidup memiliki nilai dan hikmah mendalam,” tuturnya di lokasi.

Sementara itu, Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, menyoroti potensi ekonomi kreatif yang dibawa film ini.

“Film Lyora menunjukkan bahwa industri perfilman bisa menjadi medium dakwah kultural dan edukasi sosial. Ia mengangkat isu keluarga dengan pendekatan humanis, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif dalam menyebarkan nilai-nilai yang bermanfaat. Potensi kolaborasi antara dunia seni, ekonomi, dan dakwah harus terus kita dukung,” tutur Mukhaer.

Dengan antusiasme penonton yang hadir, kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun kesadaran publik tentang isu keluarga, sekaligus menguatkan semangat kader menyongsong Tanwir II.

Ketua PP Nasyiatul Aisyiyah, Risni Julaeni Yuhan, menyampaikan bahwa nobar film ini bukan hanya ruang apresiasi seni, tetapi juga bagian dari semarak menuju Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah.

“Kisah dalam film Lyora memberi inspirasi kuat tentang kesabaran, cinta, dan keteguhan hati. Melalui kegiatan ini, Nasyiatul Aisyiyah ingin menghadirkan ruang refleksi bagi generasi muda tentang arti keluarga dan perjuangan yang sering kali tersembunyi di balik kesuksesan seseorang. Ini menjadi momentum penyemarak menuju Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah,” ungkapnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah 13 Makassar Muh. Faiz S. Musgamy meraih juara ....

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

Berita

JAWA BARAT, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu-Ahad (5-6/10), Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muha....

Suara Muhammadiyah

7 October 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pematang Siantar menegaskan....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggel....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

Siap Hadapi Dunia Profesional MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah