MALANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki hari ketiga Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, kontingen Sulawesi Selatan semakin fokus menghadapi berbagai pertandingan. Sebanyak 210 santri yang tergabung dalam 21 regu dari delapan pesantren Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Sulawesi Selatan terus menunjukkan antusiasme dan kesiapan mengikuti setiap cabang lomba.
Suasana perkemahan semakin semarak dengan aktivitas para peserta dari berbagai daerah. Para santri tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling memberikan dukungan dan membangun kebersamaan dengan peserta lainnya. Bagi kontingen Sulsel, suasana tersebut menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri sekaligus menjaga semangat selama kompetisi berlangsung.
Kondisi alam Coban Rondo yang sejuk dengan udara dingin tidak menyurutkan semangat para santri. Mereka tetap menjalani kegiatan dengan menjaga stamina, konsentrasi, disiplin, dan kekompakan sebagai modal menghadapi pertandingan.
Kontingen Sulsel ambil bagian dalam sejumlah cabang, antara lain Musabaqah Hifdzil Qur'an, Tilawatil Qur'an, Dirasah Islamiyah, pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, story telling, ilqaul qishshah, PBB Variasi, Jelajah Alam, dan Tali Temali.
Kesiapan tersebut mulai membuahkan hasil. Dari cabang pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, sejumlah santri Sulsel berhasil memastikan tempat di babak final yang berlangsung Rabu (23/9) pagi.
Pada kategori pidato Bahasa Arab tingkat SMP/MTs, Salsabila Alya Zahra dan Alif berhasil melaju ke final. Sementara tingkat MA diwakili Ahmad Zaki Ruslan, Muh. Faqih Muazzam Khalik, Aqdarisyah, dan Sayyidatul Mardhiyah.
Di kategori Bahasa Inggris tingkat SMP, empat santri Sulsel masuk final, yakni Alesha Azzahra Ihsan, Mikayla Sausan Justicia, Nur Syahira, dan Ahmad Noor Wahid. Adapun dari tingkat MA, Andi Bidadari Ahava juga berhasil mengamankan tiket ke babak final.
Ketua LP2M PWM Sulsel, KH. Lukman Abd. Samad, Lc., M.Pd.I., mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian KSMN II.
Selain kemampuan dalam setiap cabang lomba, para santri juga didorong memiliki tekad yang kuat, keyakinan, keberanian, mental untuk tampil, dan senantiasa mengiringi ikhtiar dengan doa.
Memasuki fase penting kompetisi, kontingen Sulsel terus diarahkan untuk menjaga kondisi fisik dan mental serta mempertahankan semangat kebersamaan. Lolosnya sejumlah santri ke babak final menjadi salah satu capaian dalam perjalanan kompetisi, sekaligus menunjukkan kesiapan mereka untuk tampil di hadapan peserta dari berbagai daerah.
KSMN II berlangsung pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo dengan mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.”Jika untuk media online Muhammadiyah, judul alternatif yang lebih kuat bisa berupa: “Hari Ketiga KSMN II, Santri Sulsel Siap Tampil dan Bersaing di Arena Nasional.”

