BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Suasana Iduladha kembali menyelimuti umat Islam dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Sejak pagi, warga berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan untuk melaksanakan salat Id, sebelum kemudian menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban. Sapi, kambing, dan domba yang telah disiapkan tampak memenuhi area pemotongan, menjadi simbol pengorbanan dan kepedulian sosial.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata dari semangat berbagi. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, sehingga makna Iduladha semakin terasa sebagai momentum mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Masjid Al Muttaqiin Tanjung Elok Kelurahan Tanjung Keca. Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas dengan penuh ketertiban, panitia kurbannya memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat Islam, menjaga kebersihan, serta mengutamakan keselamatan. Di balik hiruk pikuk kegiatan, tersimpan pesan mendalam: pengorbanan Nabi Ibrahim dan keteladanan Nabi Ismail menjadi inspirasi umat untuk senantiasa ikhlas dan taat kepada Allah SWT.
Masjid Al Muttaqiin yang takmirnya diketuai H Nur Khoiri,ST pada saat Iedul Adha 1447 H atau bertepatan dengan 27 Mei 2026 menyembelih sapi 22 ekor dan kambing 12 ekor. Pelaksanaan penyembelihan dilakukan mulai pukul 08.00 tanpa mengundang jagal dari luar. Masjid Tanjung Elok sudah mempunyai tim jagal tersendiri yaitu warga perumahan yang sudah dilatih di RPH sejak lama. Panitia penyembelihan dan pemrosesan melibatkan warga perumahan. Adapun warga yang terlibat dalam proses, termasuk ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi sebanyak 180 orang,demikian kata ketua Takmir.
Dalam kunjungannya saat proses penyembelihan, Iwan Suteja,SE yang lurah Tanjung mengapresiasi kinerja panitia yang cukup rapih,tertata dengan baik dan cepat kerjanya. Pak Lurah melihat bahwa kerja panitia nampak profesional atau terlatih yang terlihat berhasil mnyelesaikan pembagian daging kurban saat masuk ashar. Selain itu Jumlah hewan korban berdasarkan data nampak bahwa Al Muttaqin mempunyai herwan kurban yang banyak dan mungkin melebihi hewan kurban di tempat lain, Ini mengindikasikan bahwa kepedulian warga perumahan terhadap perintah agama dan sosialnya cukup tinggi, karena penyembelihan hewan kurban adalah perintah agama dan digunakan juga untuk kepedulian sosial.
Dengan berakhirnya prosesi penyembelihan, suasana Iduladha semakin terasa penuh makna. Daging kurban yang telah dipotong segera dikemas dan dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Momentum ini kembali menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual, melainkan sarana mempererat ukhuwah, menumbuhkan solidaritas, serta menghidupkan semangat berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat. Iduladha pun meninggalkan pesan mendalam: keikhlasan dan pengorbanan menjadi jalan menuju keberkahan dan persaudaraan yang lebih kuat. (Eka)

