YOGAYAKTA, Suara Muhammadiyah – Spirit kehadiran Muhammadiyah yaitu membawa umat terus maju. “Bangsa juga maju,” kata Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dengan stok amal usaha di berbagai bidang kehidupan yang dimilikinya sangat besar, Muhammadiyah terus fokus mengembangkan secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menyemai benih kemaslahatan kepada umat.
“Seluruh amal usaha kita harus mencirikan kemajuan dan berkembang menjadi center of excellence (pusat keunggulan),” ujar Agus, mendorong ke arah situ. “Harus bisa,” tekannya.
Mencontohkan amal usaha Muhammadiyah sosial (AUMSos), Muhammadiyah memiliki Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan.
“Yang sudah terverifikasi, tersertifikasi sudah 600-an,” bebernya. Jumlah itu merupakan akumulasi milik Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. “Dan harus dikawal terus,” ujarnya.
Agus meminta, LKSA atau panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus dikawal secara saksama agar menjadi yang jauh lebih unggul dan maju.
“Pokoke ampun ngasih (jangan sampai) panti asuhan Muhammadiyah kok tidak ada tanda-tanda berkemajuan. Harus menghadirkan kemajuan seperti apa pun,” tekan Agus, Sabtu (10/10) saat Resepsi Milad ke-105 LKSA Yatim Putra Muhammadiyah (YPM) Lowanu Yogyakarta.
Demikian dari sisi sosialnya. Sisi lainnya, pendidikan, amal usahanya pun tak kalah majunya. Bukti konkretnya apa? Muhammadiyah memiliki tiga perguruan tinggi yang masuk peringkat terbaik tingkat internasional.
“Jadi urutannya dari Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Surakarta, Malang,” ungkap Agus.
Yang menariknya, Muhammadiyah punya gerakan perempuan yang disebut ‘Aisyiyah. “Dan sekarang Aisyah menjadi salah satu gerakan perempuan terbaik internasional,” tuturnya.
Paramternya apa? Mampu mengelola perguruan tinggi-perguruan tinggi yang terbaik. “UNISA kita itu sekarang sudah masuk akreditasi, masih unggul,” bebernya.
Keberhasilan tersebut tidak dapat dinafikan karena Muhammadiyah melakukannya turut disokong dengan spirit membawa kemajuan di masa depan.
“Sekarang sudah menjadi Universitas ‘Aisyiyaah (UNISA) yang unggul,” bongkarnya.
Segala rupa yang dilakukan Muhammadiyah merupakan manifestasi otentik dari kontribusi kepada bangsa. Dan itu mewarnai perjalanan Muhammadiyah sejak awal kelahirannya sampai dengan saat ini.
“Muhammadiyah mewujudkan kecintaannya kepada Indonesia dengan banyak memberi karya,” tandasnya. (Cris)

