Semarak Tarhib Ramadan, Universitas Muhammadiyah Indonesia Teguhkan Identitas Kampus Berkemajuan

Publish

11 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
496
Tarhib Ramadan

Tarhib Ramadan

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat menyambut bulan suci Ramadan terasa di Masjid Al Fatah kampus Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). Kegiatan Tarhib Ramadan menghadirkan tausiyah Ustaz Fahmi Salim serta diikuti civitas akademika dengan penuh khidmat.

Ketua panitia, Ikhwan Rahmanto, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir untuk mendengarkan tausiyah menjelang datangnya Ramadan. Menurutnya, momentum Tarhib Ramadan menjadi kesempatan penting untuk menumbuhkan nuansa keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

“Ramadan tahun ini kita sambut dengan kegembiraan. Akan ada berbagai kegiatan seperti pesantren Ramadan, salat tarawih berjamaah, lomba MTQ dan pidato bagi siswa SMA/SMK, serta pelatihan zakat,” ujarnya, Rabu (11/2).

Wakil Rektor II, Prof. Latipun, turut mengajak seluruh civitas akademika memanjatkan syukur kepada Allah atas kesempatan bersilaturahmi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kewajiban puasa bukanlah paksaan, melainkan ibadah yang penuh keberkahan.

“Tidak menjalankan puasa justru merugi. Ramadan harus diisi dengan peningkatan ibadah dan produktivitas kerja, bukan memperbanyak tidur. Kerja di bulan Ramadan penuh barokah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, termasuk menutup aurat bagi seluruh warga Universitas Muhammadiyah Indonesia. Selain itu, ia berharap ada mahasiswa yang berkhidmat berdakwah hingga ke Kamboja sebagai bagian dari semangat syiar Islam kampus.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Fahmi Salim mengapresiasi transformasi kampus menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia yang dinilainya luar biasa dalam mempersiapkan ilmu dan mental menyambut Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang menuntut kesabaran tinggi karena maknanya adalah menahan diri, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 serta didukung dalil Al-Qur’an, sunnah, dan ijma ulama.

Menurutnya, ajaran puasa juga memiliki kesinambungan dengan syariat nabi-nabi sebelumnya sebagai bentuk pendidikan spiritual umat manusia.

Mengutip pandangan Syaikh Mahmoud Syaltout, Fahmi menjelaskan bahwa puasa berfungsi menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), meningkatkan derajat manusia dari sekadar mengikuti hawa nafsu menuju kualitas spiritual yang tinggi, serta menjadi jalan menuju ketakwaan. Puasa juga bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan metode pendidikan jiwa agar manusia sadar bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatannya.

Selain berdimensi ruhani, puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk proses detoksifikasi tubuh, tanpa membinasakan atau memberatkan fisik manusia.

Kegiatan Tarhib Ramadan ini diharapkan menjadi awal penguatan spiritual civitas akademika serta meneguhkan identitas Universitas Muhammadiyah Indonesia sebagai kampus yang memadukan keunggulan ilmu, akhlak, dan dakwah menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh bersama LAZISMU, MDMC ACEH dan Or....

Suara Muhammadiyah

1 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengimplementasikan pendidikan karakter berkebhinekaan....

Suara Muhammadiyah

16 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - “Di dalam Al-Qur’an kita tahu ada 30 juz 114 surat 6.236 ay....

Suara Muhammadiyah

6 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Wilayah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Peluang kerja alumni Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah