YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PWM DIY menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diksus) Calon Kepala Sekolah (Cakep) 2026 sebagai upaya memperkuat regenerasi kepemimpinan di sekolah/madrasah Muhammadiyah.
Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) D.I. Yogyakarta dan diikuti sebanyak 152 guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-DIY.
Ketua Panitia Diksus Cakep 2026, Dr. Hendro Widodo, M.Pd., mengatakan penyelenggaraan pelatihan didasarkan pada kebutuhan regenerasi kepala sekolah/madrasah di lingkungan Muhammadiyah DIY.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir sekolah/madrasah Muhammadiyah di semua jenjang mulai menghadapi keterbatasan calon kepala yang siap memimpin sesuai tuntutan perkembangan pendidikan.
“Kami sadar betul bahwa sekolah/madrasah Muhammadiyah DIY dalam beberapa waktu terakhir masih membutuhkan kesiapan para calon kepala sekolah dan madrasah,” ungkapnya, saat pembukaan
Kurikulum pelatihan disusun dengan mengacu pada struktur pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipadukan dengan visi pendidikan Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan diklat menggunakan tiga tahapan, yakni in service training pertama selama lima hari, dilanjutkan on the job learning (OJL), kemudian in service training kedua sebagai tahap pelaporan hasil implementasi.
Selama lima hari, peserta mendapat pembekalan bertahap, mulai dari kebijakan pendidikan nasional, visi pendidikan Muhammadiyah, penguatan growth mindset, dan kepemimpinan transformatif sebagai fondasi kepala sekolah.
Materi juga mencakup kompetensi manajerial, seperti pengelolaan kurikulum, peserta didik, SPMB, perencanaan berbasis data melalui RKAS, serta tata kelola sarana prasarana dan keuangan sekolah.
Selain itu, peserta dibekali supervisi akademik, pengelolaan SDM, penerapan SPMI berbasis Key Performance Indicator (KPI), budaya sekolah, manajemen risiko, serta implementasi ideologi dan gerakan pendidikan Muhammadiyah.
Pada tahap akhir materi yang diberikan berupa kewirausahaan, kemitraan, inovasi, digitalisasi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diimplementasikan melalui on the job learning (OJL).
“Total beban pembelajaran mencapai 75 jam pelajaran, terdiri atas 58 jam materi inti dan 17 jam kegiatan penunjang yang mencakup pembinaan karakter dan spiritual. Peserta berjumlah 152 orang, terdiri atas 64 guru SD/MI, 43 guru SMP/MTs, dan 45 guru SMA/SMK/MA dari lima kabupaten/kota di DIY,” terangnya.
Lebih lanjut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag., menyebut penyelenggaraan Diksus Cakep merupakan bagian dari program strategis majelis untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan sekolah/madrasah Muhammadiyah.
Pelaksanaannya mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, ketentuan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Nomor 2 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah serta kepala madrasah, delapan program prioritas PWM DIY, dan Rencana Strategis Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY.
“Semua regulasi tersebut menjadi landasan majelis dalam menyiapkan kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan,” tuturnya.
Achmad mengungkapkan, animo mengikuti Diksus Cakep sangat tinggi. Lebih dari 300 pendaftar, hanya 152 peserta yang telah dipilih secara proporsional berdasarkan jenjang pendidikan dan asal daerah.
“Itulah bagian dari ikhtiar kami untuk terus mewujudkan pesan Kiai Ahmad Dahlan agar Muhammadiyah terus melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkemajuan. Mudah-mudahan seluruh peserta mendapatkan bekal yang memadai untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah dan kepala madrasah,” harap Achmad.

