Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah Banyumas, Momentum Konsolidasi Pendidikan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

477
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Ribuan guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah se-Banyumas memadati Auditorium Ukhuwah Islamiyyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (11/4/2026), dalam kegiatan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas melalui Majelis Dikdasmen dan PNF.

Ketua panitia, Welas Rarasati, M.Pd., menegaskan bahwa silaturahmi menjadi kunci penguat soliditas pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah.

Menurutnya, kekuatan utama pendidikan Muhammadiyah terletak pada kebersamaan dan kesamaan visi dalam mencerdaskan sekaligus menginspirasi generasi muda.

“Didiklah generasi muda—anak-anak kita sebagai calon kader persyarikatan dengan ilmu dan akhlak yang baik. Langkah kecil hari ini bisa menciptakan perubahan besar di masa depan,” ujarnya.

Memasuki puncak acara, pengajian disampaikan KH Drs Ahmad Kifni dengan pesan ideologis yang kuat. Ia menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah merupakan amanah persyarikatan yang harus dijaga bersama dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, keikhlasan, keteladanan, serta profesionalitas guru sebagai pilar utama pendidikan, disertai nilai taat aturan, musyawarah, keadilan, dan saling menghargai.

“Sekolah Muhammadiyah adalah milik umat, bukan individu, sehingga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jadilah guru atau murid, karena di situlah kemuliaan berada,” tegasnya.

Ketua Majelis Dikdasmen, H Asep Saeful Anwar, MM, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menyeimbangkan pemahaman agama dan penguasaan teknologi.

Ia juga mengakui masih adanya kekurangan dalam pemahaman makna bacaan salat di kalangan siswa.

“Kita harus mendorong keseimbangan antara kecakapan IT, kemampuan sosial, dan jiwa kewirausahaan,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr H Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmen pemerintah dalam memperlakukan sekolah negeri dan swasta secara setara.

“Tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta, semua harus berkembang bersama, dan kita dituntut menjadi pribadi yang adaptif serta serba bisa,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, KH Drs M Djohar, M.Pd., menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mendorong penerapan pembelajaran berbasis kompetisi sebagai strategi meningkatkan daya saing siswa yang tangguh, adaptif, dan bermental juara.

“Guru adalah garda terdepan. Kekuatan Muhammadiyah ada pada kebersamaan dan sinergi para penggeraknya. Kita harus berani berubah karena pembelajaran tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus melatih mental kompetisi siswa,” tandasnya.(Tarqum)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Menjelang bulan Ramadhan, SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda (SMAI....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengadakan Pertemuan Orang....

Suara Muhammadiyah

16 September 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada sebuat Talk Show dalam rangka Rakornas Majelis Pembinaan ....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 100 pengusaha dari sejumlah kabupaten di Sulsel, Sultra, dan....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah - Perkaderan adalah ruh Persyarikatan Muhammadiyah. Saat perkaderan ber....

Suara Muhammadiyah

6 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah