Silaturahmi Alumni PCIM, Haedar Nashir: Alumni Timur Tengah Punya Kekhasan

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

1485
Silaturahmi Alumni PCIM Timur Tengah

Silaturahmi Alumni PCIM Timur Tengah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mayoritas undangan yang hadir berpeci hitam, mengenakan setelan batik lengan panjang. Sedangkan yang perempuan mengenakan dresscode syar'i muslimah. Secara kasat mata, ciri-ciri semacam ini mudah dikenali. Tak jarang orang menyebutnya santri berpenampilan modern dan berwawasan global.

Tepatnya, mereka adalah para kader Persyarikatan yang sedang atau telah menamatkan studi sarjana, magister, hingga doktornya di Timur Tengah. Di luar negeri, mereka tergabung di dalam perhimpunan yang akrab disebut (PCIM) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah.

Dalam rangka menyatukan serta memperkuat kembali ukhuwah, serta mendorong agenda strategis Muhammadiyah, yaitu menyebarkan dakwah Islam berkemajuan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah merasa perlu menyapa mereka yang telah menjadi anak panah dakwah Muhammadiyah di belahan dunia bagian Timur. 

“Saya merasa senang dapat berjumpa dan bersilaturahmi dengan para alumni PCIM Timur Tengah,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Aula Kantor PP Muhammadiyah (2/5). 

Dalam kesempatan tersebut Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki agenda besar untuk meluaskan pengaruh Risalah Islam Berkemajuan (RIS). Menurutnya, forum pertemuan dengan para alumni PCIM Timur Tengah menjadi momentum untuk membangun, mengikat dan sekaligus mendinamisasi pikiran dan gerakan Muhammadiyah yang tertuang di dalam RIS.

Ia menambahkan, menurutnya, alumni Timur Tengah mempunyai sesuatu yang khas bagi gerakan Muhammadiyah. Hal ini tentu bukan tanpa alasan yang mendasar, selain legitimasi dari beberapa generasi awal Muhammadiyah yang merupakan alumni Timur Tengah seperti KH Ahmad Dahlan, lulusan Timur Tengah dinilai memiliki karakter khusus karena memiliki kelekatan dengan kelahiran Islam dan dekat dengan sumber-sumber ilmu keislaman.  

“Karena memiliki kekhasan, maka tanggung jawabnya berat. Modal ilmu keislaman menjadi sangat penting. Ketika ada di Muhammadiyah, harus membawa Muhammadiyah pada jalurnya. Dalam konteks ini, teman-teman harus memahami betul pandangan keislaman Muhammadiyah,” ujarnya. 

Tak berhenti sampai di situ, ia mendorong para kader yang telah menimba ilmu di Timur Tengah mereproduksi dan mengkonstruksi kembali Muhammadiyah. 

“Ketika saya di PP Muhammadiyah, saya melakukan riset dan mengkaji, mempelajari karakter Muhammadiyah. Dan akhirnya terbitlah buku Muhammadiyah gerakan pembaharuan. Makna pembaharuan dalam buku tersebut bukan sekedar pemurnian, tapi juga dinamisasi. Lalu, seiring dengan berjalannya waktu, terbitlah buku Muhammadiyah Gerakan Pencerahan. Kemudian berubah lagi menjadi Islam berkemajuan, dan yang terbaru adalah Risalah Islam Berkemajuan,” ungkapnya. 

Menurutnya, kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah adalah upaya untuk mengembangkan akal pikiran yang sejalan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, yang mana hal ini sejalan dengan Risalah Islam berkemajuan, yaitu mengembangkan ijtihad dan tajdid. Dengan kata lain, memahami realitas kehidupan dengan pendekatan bayani, burhani dan irfani. 

“Organisasi kita ini sudah leading di banyak hal. Sehingga membuat Muhammadiyah menjadi organisasi mandiri. Posisi mandiri ini penting, kita menjadi lebih kuat dan kalian akan menjadi pilar gerakan Muhammadiyah yang besar ini,” tegasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - “Sekolah Ceria” SD Muhammadiyah 19 Ampel Surabaya sepenuh....

Suara Muhammadiyah

26 April 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah Imogiri kembali menjadi pusat koordinasi dalam o....

Suara Muhammadiyah

29 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa UM Bandung yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (Hi....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

BONJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan pela....

Suara Muhammadiyah

8 September 2023

Berita

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) kembali memperku....

Suara Muhammadiyah

7 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah