Simpul Daerah Harus Kuat: PDM Klaten Serukan Koordinasi Hingga Akar Rumput

Suara Muhammadiyah

4 May 2026

324
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Kekuatan sebuah gerakan dakwah tidak hanya terletak pada kuantitas massa, melainkan pada soliditas simpul koordinasi dari tingkat pimpinan daerah hingga ke akar rumput. Hal inilah yang ditekankan oleh H. Muhammad Wahid Syaifuddin, M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, dalam forum Obsesi (Obrolan Santai dan Edukasi Kaderisasi) yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhamammadiyah Klaten, Kamis malam (30/04).

Dalam orasinya, Wahid yang juga merupakan mantan Ketua PDPM Klaten ini menyoroti urgensi penguatan simpul koordinasi sebagai motor penggerak utama bagi pimpinan di tingkat bawah. Menurutnya, kegairahan pimpinan di tingkat ranting dan cabang sangat bergantung pada seberapa kuat instruksi serta pendampingan yang diberikan oleh pimpinan di tingkat daerah.

Memutus Rantai Kaderisasi yang Parsial
Wahid Syaifuddin memberikan catatan kritis terhadap pola kaderisasi yang selama ini berjalan secara parsial atau terputus antar organisasi otonom (Ortom). Ia melihat adanya tantangan besar di mana kader yang berasal dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sering kali tidak terserap secara optimal ke dalam Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah (NA).

"Kita harus memastikan adanya kesinambungan. Pola kaderisasi harus berjenjang dan terkoneksi dengan baik antara IPM, Pemuda, hingga nantinya masuk ke jajaran Muhammadiyah maupun Aisyiyah," tegas Wahid. Ia berharap tidak ada lagi sekat yang menghalangi transformasi kader antar-ortom agar setiap individu memiliki rasa keberlanjutan dalam berkhidmat di persyarikatan.

Simpul Daerah Sebagai Kunci Gerakan
Lebih lanjut, Wahid mengingatkan bahwa pimpinan di tingkat daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh pimpinan cabang tetap aktif dan bergerak. Tanpa koordinasi yang intensif, dikhawatirkan program-program besar hanya akan berhenti di tingkat atas tanpa menyentuh kebutuhan rill para kader di tingkat cabang maupun ranting.

"Simpul kita di daerah harus kuat. Jika di tingkat daerah saja koordinasinya tidak berjalan dengan baik, bagaimana kita bisa mengharapkan pimpinan cabang dan ranting bisa bergerak efektif?" tambah Wahid.

Penekanan pada simpul koordinasi ini diharapkan mampu memicu kembali semangat kolaborasi antar-kader dalam mengawal produk dan karya nyata organisasi demi kemajuan umat di Klaten. (Thms)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tax Center Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menunju....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah — Satu jiwa, dua potensi. Bisa menjadi bintang, bisa menjadi debu. ....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki akhir semester 1 tahun ajaran 2023/2024 SD Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

15 December 2023

Berita

SELAYAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 22 mahasiswa Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhamma....

Suara Muhammadiyah

30 January 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Lembaga Bantuan Hukum dan Advoka....

Suara Muhammadiyah

6 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah