YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2005 dan 2005-2010 Siti Chamamah Soeratno berpulang ke rahmatullah, Selasa (7/7).
Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi Suara Muhammadiyah, almarhumah wafat pukul 20:15 WIB di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Kabupaten (Ring Road), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka cita atas kepergian almarhumah. Menurut Haedar, Chamamah merupakan sosok cendekia yang memiliki spirit militansi tinggi dalam perjuangan Persyarikatan.
“Beliau selain Guru Besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global,” ujar Haedar.
Bahkan, tambah Haedar, Chamamah semasa hidupnya, pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili ‘Aisyiyah. Ia mengenang sosok Chamamah selain daripada itu, juga menampilkan perangai ramah, tapi teguh memegang prinsip terbuka terhadap perbedaan pandangan.
“Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat,” bebernya.
Lebih-lebih, Chamamah menaruh perhatian begitu rupa kepada kawula muda. “Selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan,” imbuhnya.
Bersamaan dengan itu, Chamamah mengabdi di organisasi perempuan Islam berkemajuan. Yang dari situlah kemudian, meninggalkan secercah teladan yang laik dinukil oleh kawula muda.
“Bagi para pimpinan ‘Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran,” ajaknya.
Haedar mendoakan agar seluruh amal ibadah Chamamah diterima oleh Allah SwT. Demikian pula diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga almarhumah husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah SwT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran, serta jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah,” tandasnya.
Menurut informasi yang dihimpun Redaksi Suara Muhammadiyah, rencananya akan ada penghormatan di Balairung UGM pukul 13.00 WIB.
Kemudian, penghormatan di Masjid Gedhe Kauman pukul 14.30 hingga ba'da Ashar dan dimakamkan di pemakaman Karangkajen Yogyakarta. (Cris)

