Smamda Surabaya Siap Jadi Pionir Kurikulum Koding dan AI

Suara Muhammadiyah

2 April 2026

476
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menunjukkan langkah progresifnya dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan Seminar Pendidikan yang digelar pada Kamis (2/4/2026), Smamda memperkenalkan strategi implementasi kurikulum Koding dan Artificial Intelligence (AI) yang ditargetkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

​Acara yang berlangsung khidmat di Mas Mansyur Hall, Smamda Tower Lantai 6 ini menghadirkan Rektor Universitas Siber Muhammadiyah sebagai narasumber utama untuk membedah kesiapan sekolah dalam menghadapi era digital bertajuk "Strategi Implementasi Kurikulum Koding dan AI di SMP".

​Kepala Smamda Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menyatakan bahwa, inisiatif ini diambil karena koding dan AI bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan dasar di masa depan.

​"Kami ingin menjembatani para siswa SMP agar memiliki dasar yang kuat sebelum memasuki jenjang yang lebih tinggi. Smamda siap menjadi mitra bagi sekolah-sekolah SMP untuk mengembangkan kurikulum ini sesuai dengan karakter masing-masing sekolah," ujarnya.

​Dalam seminar tersebut, ditekankan bahwa implementasi koding dan AI di tingkat SMP tidak akan memberatkan, melainkan disesuaikan dengan kesiapan sekolah. Beberapa poin utama yang menjadi fokus antara lain; Pertama, ​Literasi Digital: Membangun pemahaman dasar siswa mengenai cara kerja teknologi AI. Kedua, ​Logika Pemrograman: Mengasah kemampuan computational thinking melalui koding sederhana. Ketiga, ​Etika Teknologi: Memberikan wawasan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan bijaksana.

​Pemilihan Mas Mansyur Hall di lantai 6 Smamda Tower sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Gedung yang menjadi ikon kemajuan Smamda Surabaya ini dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi tinggi, sejalan dengan visi "Sekolah Unggul Nasional" yang tertera pada latar belakang panggung seminar.

​"Dengan fasilitas yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan Islam pun bisa sangat modern dan berprestasi di bidang teknologi," tegasnya.

​Melalui kegiatan ini, Smamda Surabaya berharap sekolah-sekolah SMP di Surabaya dan sekitarnya mulai berani melangkah untuk mengintegrasikan koding dan AI ke dalam kegiatan belajar mengajar. 

Langkah ini diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta (creator) di masa depan.

Sementara itu, Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., saat menjadi pembicara utama menekankan bahwa, AI sangat berbeda dengan teknologi yang pernah ada sebelumnya. Jika teknologi terdahulu hanya alat statis, AI memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan mandiri dan bahkan "memiliki ide".

​"Dampak AI terhadap peradaban itu lebih besar daripada penemuan api, listrik, bahkan internet. Ini adalah teknologi yang bisa berbohong, menolak instruksi, hingga mengkloning dirinya sendiri," ujarnya.

Ia menyoroti betapa cepatnya perkembangan ini, bahkan buku yang baru saja akan diluncurkan bisa langsung menjadi usang dalam hitungan hari karena kecepatan evolusi AI.

​Salah satu poin menarik yang disampaikan Bambang adalah mengenai kesiapan generasi. Mengutip CEO OpenAI, Sam Altman, ia menyatakan bahwa kekhawatiran terbesar bukan pada generasi muda, melainkan pada para pengambil kebijakan yang sudah senior.

​"Anak muda sekarang sudah cash less, adopsi teknologinya luar biasa cepat. Justru yang tua-tua, para pengambil kebijakan, yang seringkali kurang update literasi nya. Padahal, jika literasi tidak diperbarui, keputusan yang diambil bisa menyesatkan," tegasnya.

​Menjawab kegelisahan mengenai apakah AI akan menggantikan peran guru, Bambang memaparkan hasil risetnya, yakni;
Pertama, ​Aspek Kognitif: 100% bisa digantikan oleh AI.

Kedua, ​Aspek Psikomotorik: Sebagian besar mulai bisa diambil alih oleh teknologi robotik.

Ketiga, ​Aspek Afektif (Nilai-Nilai): Inilah benteng terakhir guru, meski kini AI mulai dikembangkan untuk memiliki "jaringan saraf" yang menyerupai cara berpikir manusia.

​Sebagai penutup, Rektor SiberMu memberikan rekomendasi bagi sekolah-sekolah, khususnya jenjang SMP, untuk mulai berbenah, diantaranya; Pertama, ​Membuka Kesadaran: Jangan menolak AI karena ketakutan atau sisi negatifnya saja. Literasi harus ditingkatkan sebelum menentukan sikap.

Kedua, ​Digitalisasi Sistem: Pintu masuk utama adalah penerapan Learning Management System (LMS) yang mumpuni. Tanpa LMS, proses pembelajaran digital tidak akan berjalan maksimal.

Ketiga, ​Adopsi Teknologi Terbaru: SiberMu sendiri telah mengintegrasikan AI, Immersive Technology, dan Blockchain dalam sistem pembelajarannya sebagai model yang bisa dicontoh.

​Seminar ini menjadi pengingat keras bagi dunia pendidikan bahwa adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar tidak terjadi learning loss seperti masa pandemi lalu akibat ketidaksiapan guru terhadap teknologi. (Yuda)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah men....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pembinaan Kepala Sekolah atau Madrasah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap ....

Suara Muhammadiyah

21 November 2025

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah – Perkembangan bisnis kuliner yang dijalankan Suara Muhammadiyah m....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Berita

BLORA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 200 peserta ambil bagian dalam ajang silaturrahim keluarg....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Idul Adha 1446 H menjadi momentum penuh makna bagi warga Dukuh Ta....

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah