Sosok Penggerak Aisyiyah NSW Itu Rupanya Telah Pergi

Publish

26 January 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
1982
Istimewa

Istimewa

Dokumentasi gambar semua (minus Mbak Meilina) ketua Aisyiyah NSW sejak periode 2017. Dijepret pada Mei 2023 di kediaman ibu Fenti Setijowati. Berurutan dari kananke kiri adalah Mbak Fenti Setijowati, Mbak Awiq Wiqoyati, penulis, dan Mbak Lisma Dyawati Fuaida.

Sosok Penggerak Aisyiyah NSW Itu Rupanya Telah Pergi: Obituari kecil untuk Saudariku Awiq Wiqoyati, Ketua Aisyiyah NSW Australia 2020-2021

Oleh Nurhira Abdul Kadir*

Innalillahi wainnailaihi rojiun, sesungguhnya batas usia manusia hanya Allah Yang Maha Mengetahuinya. Malam ini, 26 Januari 2023, baru saja mendengar kabar kepergian sahabat setia kami, almarhumah Awiq Wiqoyati, yang panggilan sayangnya adalah Mbak Awiq. 

Beberapa hari lalu, saat mempersiapkan kontribusi tulisan untuk sebuah buku antologi tentang Muhammadiyah New South Wales (NSW)  Australia  yang diinisiasi oleh ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) NSW, Ustadz DR Izza Rohman, saya sempat membongkar-bongkar album lama yang memuat foto-foto kenangan bermuhammadiyah di Australia pada periode 2020-2023. Proses menulis menyegarkan ingatan saya tentang beberapa peristiwa dan orang-orangnya, termasuk Mbak Awiq. 

Tidak pernah terbetik dalam benak saya, bahkan saat saya duduk mengetikkan ini, bahwa saya akan pernah menuliskan sebuah obituari untuk beliau selekas ini, apalagi umur almarhumah barangkali jauh lebih adik daripada saya. Menyandingkan ingatan akan renyah tawanya, kelincahannya, semangatnya beraktifitas bersama PRIM NSW, dengan kenyataan bahwa beliau telah pergi menghadap Ilahi menyebabkan mengetikkan ini seolah pengalaman yang tak nyata. Tetapi demikianlah ketentuan-Nya, semoga kita semua, terutama keluarga almarhumah dapat menerima duka yang amat berat ini dengan ikhlas, dalam kesabaran yang terbaik.

Saya bertemu mbak Awiq Wiqoyati pertama kalinya pada pagi hari, Ahad 16 Februari 2020, di Masjid Al Hijrah Tempe, NSW. Saat itu tengah berlangsung acara rapat kerja beberapa saat setelah suksesi kepengurusan PRIM NSW. Itu merupakan acara Muhammadiyah pertama yang keluarga kami hadiri selama  berada di Australia semenjak 2019. 

Ruang utama Masjid Al Hijrah disekat menjadi tiga bagian. Satu ruang sholat laki-laki, satu dapur, satu lagi ruang jamaah perempuan. Di ruang jamaah perempuan ini, saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa ibu Aisyiyah lainnya. Sebagai pendatang baru, saya sempat sungkan-sungkan. Alhamdulillah, suasana itu dicairkan oleh keluwesan almarhumah dan ibu lainnya. Kami bersama-sama menata makanan untuk seluruh peserta raker sambil bercanda-canda. 

Di situlah awalnya saya belajar bagaimana cara kerja ibu-ibu Aisyiyah dalam menyokong kegiatan bermuhammadiyah di New South Wales. Sebagai ranting istimewa, saat itu, Aisyiyah belum terbentuk secara official. Maka, saat Mas Nurwanto, suami beliau terpilih sebagai ketua PRIM yang baru, melanjutkan estafet kepemimpinan dari Mas Novianto Fitriawan, rupanya secara otomatis, tanpa perlu pemilihan, Ketua Aisyiyah (unofficial) adalah istri dari ketua terpilih. 

Demikianlah aturan tak tertulis di ranting istimewa. Yang pasti, kata ‘istimewa’ ini betul-betul bertuah, memudahkan pengaturan organisasi Muhammadiyah di wilayah luar negeri dengan segala dinamikanya yang berbeda dari situasi di tanah air. 

Walhasil, almarhumah Mbak Awiq menjabat sebagai Ketua (unofficial) Aisyiyah New South Wales selama sekitar 16 bulan, sejak 16 Februari 2020 hingga suksesi ketua PRIM berikutnya pada rapat kerja yang dirangkaikan Syawalan keluarga PRIM NSW, Ahad 13 Juni 2021 di the Australian Botanic Garden, Mount Annan. Tongkat estafet kepemimpinan beralih dari Mas Nurwanto ke Pak Haidir Fitra Siagian, suami saya. Ini menjadikan saya dengan sendirinya menjadi Ketua (unofficial) Aisyiyah NSW periode selanjutnya.

Menjadi Ketua Aisyiyah unoffisial di sebuah ranting Muhammadyah luar negeri memang kedudukan yang istimewa, sesuai nama rantingnya, ranting istimewa. Dari Mbak Awiqlah saya belajar sedikit demi sedikit bagaimana mengelola organisasi kecil ibu-ibu Aisyiyah NSW demi mendukung kelancaran kegiatan organisasi utama di mana Aisyiyah (unoffisial) bernaung. Meskipun organisasi ranting masih relatif kecil, dari sudut jumlah anggota yang aktif, gerak Muhammadiyah di bawah kepemimpinan mas Nurwanto aktif dengan pengajian rutin setiap bulan. 

Pilihan tema beragam mulai dari masalah kesehatan hingga ekonomi, menggali potensi anggota untuk membagi ilmu dan pengalaman kepada warga PRIM NSW. Peran Mbak Awiq dalam kegiatan-kegiatan ini sangat terasa. Ibu-ibu Aisyiyah memiliki grup whatsapp sebagai media komunikasi utama dan beliau adalah admin yang aktif. Mulai dari mengorganisir ibu-ibu untuk urusan konsumsi, hingga menjadi petugas public relation yang mensinkronkan aspirasi ibu-ibu dari grup whatsapp Aisyiyah dengan ide bapak-bapak dari grup Muhammadiyah NSW yang di sebelahnya.

Muhammadiyah NSW beranggotakan pelajar yang hanya tinggal di Australia dalam waktu sekitar 2 hingga 5 tahunan dan warga diaspora Indonesia yang telah menjadi permanen residen, maupun yang sudah memilih menjadi warga negara Australia. Karena itu kegiatan pengajian bulanan tak jarang disertai acara lepas sambut warga ranting. Mbak Awiq dalam hal ini adalah yang paling perhatian dan sangat telaten memperhatikan situasi warga group. 

Tidak mudah untuk mendapatkan seorang ketua yang betul-betul mengena hampir seluruh warganya. Tahu kedaan mereka, siapa yang sakit, siapa yang akan kembali ke tanah air, dan siapa yang baru tiba. Keluwesan beliau dalam bergaul merupakan suatu keistimewaan. Sifatnya yang ramah, hangat, humble dan low profile menjadikannya teman baik semua orang. 

Kami sekeluarga merasakan betul tingginya kecerdasan sosial yang beliau miliki. Saat mengajak beliau sekeluarga menginap ke rumah kami di perumahan yang dikelola oleh universitas, saya sempat sungkan sebelum beliau datang. Kuatir bagaimana kesan beliau terhadap situasi rumah dan masakan saya yang seadanya. Tapi ketika beliau tiba, keresahan itu berganti keceriaan saja. Kami masak bersama di dapur, besoknya jalan bersama melihat-lihat keindahan kota Wollongong, Botanical Garden Keiraville, lalu mampir ke restoran Pizza Mr Zaatar. Rupanya selepas dari restoran pizza ini, tiap ke Wollongong mbak Awiq sekeluarga masih terus menganggap wajib mampir ke sana sebelum pulang ke rumah mereka di Lakemba.

Lengser dari keketuaan tidak menyurutkan almarhumah dari sifat mengayomi warga. Tinggal cukup jauh dari Sydney sekitar 90 km dari Wollongong, menyebabkan saya sebagai ketua penerusnya kerap ketinggalan kabar ibu-ibu PRIM NSW. Almarhumah-lah yang secara proaktif membantu saya menjalankan fungsi penjaga silaturahmi antar warga. 

Jika ada warga yang sakit, atau akan pulang, maka beliau yang selalu paling depan menyediakan diri membantu mencarikan hadiah bingkisan untuk oleh-oleh yang akan pulang ke tanah air for good atau hal-hal yang diperlukan untuk warga yang sakit. Saya tinggal dapat tugas wara wiri ke grup. Tugas lapangan beliau-lah yang menangani, tanpa mengeluh sedikit pun.

Selain kepedulian beliau, yang paling berkesan adalah sifat tak ingin menonjolkan diri yang beliau miliki. Saya ingat betul ada masa di mana beliau beberapa lama secara ‘misterius’ tak menghadiri kegiatan PRIM NSW. Itu sebenarnya aneh sekali. Benak saya beberapa kali bertanya-tanya. Tetapi dalam periode itu, Mas Nur dan anak-anak masih datang ikut kegiatan yang menyebabkan saya berpikir, mungkin beliau ada kegiatan lain atau sibuk mengurus rumah. 

Saya hampir tak tahu keadaan beliau sebenarnya dan nanti baru setelah beliau menyelesaikan seluruh terapi baru mengetahui bahwa beliau rupanya sakit. Tak ada satu keluhan pun terdengar yang membuat kita sadar bahwa beliau rupanya sakit. Ketahuan sakit pun justru tanpa sengaja dari ibu lain yang berjumpa beliau untuk hal lain, bukan untuk membesuk.

Saat akhirnya betemu, beliau sendiri hanya terkekeh-kekeh, “Tak usah memberitahu, Mbak, biasa aja, nanti malah semua pada repot.” Terakhir saya bertemu beliau adalah pada acara perpisahan di rumah kami di College Place, Gwynneville, NSW. Cukup ramai yang hadir sehingga saya tak sempat banyak mengobrol dengan beliau, berpikir kami masih akan bertemu kembali di tanah air nantinya. Kami sudah janjian, akan menginap ke rumah beliau sekeluarga di Jogja, sebab belum pernah sempat menunaikan janji untuk menginap di rumah Lakemba. Hanya takdir berkata lain.

Itulah sekelumit sosok Mbak Awiq, ketua Aisyiyah NSW peride 2020-2021 yang saya kenal. Seorang yang sangat selfless dan lebih mengutamakan orang lain di atas dirinya sendiri. Saya merasa berduka terutama kepada keluarga beliau yang pastilah sangat kehilangan sosok yang lembut, penuh kasih sayang. 

Ketiga putra puteri beliau menorehkan banyak prestasi selama bersekolah di Australia dan mengenang beliau malam ini, bersama rasa sedih, hati saya hangat merasai kembali semangat beliau yang sangat menginspirasi dalam membesarkan putera-puteri yang berprestasi: Talitha, Nirio dan Naleena. Kehilangan ibu tak dapat digambarkan.  Mudah-mudahan saudaraku mas Nurwanto, anak-anak, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan almarhumah dapat sabar dan kuat dalam masa yang teramat berat ini. Dan semoga saudariku yang baik hati, Mba Awiq Wiqoyati memperoleh kelapangan dan ampunan di sisi Allah SWT. Aamiin. 

* Penulis adalah Ketua (unofficial) Aisyiyah New South Wales, Australia, periode 2021-2022


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Oleh: Cristoffer Veron P Hidup ini sarat dengan teka-teki. Tidak ada yang tahu dalam diri setiap in....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Humaniora

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Di balik sorot matahari yang tak kenal ampun, keluarga PT Syarikat C....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Humaniora

Bangunan masjid itu nampak paling megah di antara bangunan- bangunan rumah di sekitarnya. Apalagi ....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

Humaniora

Milad ke-66 Oleh : ESu Setahun usiakudi atas usiamuaku lahir lima enamengkau didirikan lima tujuht....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Humaniora

Suasana pagi Jumat, pada penghujung bulan Dzulqa’dah tertanggal 7 Juni 2024, terlihat sebanyak....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah