Suarakan Kesejahteraan Guru TK, Kader 'Aisyiyah Raih Gelar Doktor

Publish

13 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
680
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Ruang sidang promosi doktor di Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Klaten, menjadi saksi langkah besar seorang kader perempuan 'Aisyiyah. Kamis (12/6), Putri Irma Solikhah resmi menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang menyuarakan sesuatu yang jarang disorot: kesejahteraan guru TK.

Sebagai anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kartasura, Putri Irma selama ini memang dikenal dekat dengan dunia pendidikan. Tidak hanya mengajar, ia meneliti dengan mendengarkan kebutuhan para guru TK 'Aisyiyah di lingkup Kecamatan Kartasura. Penelitiannya berjudul “Manajemen Kesejahteraan Guru di TK 'Aisyiyah Kecamatan Kartasura” menjadi bentuk ikhtiar intelektual untuk memberi suara pada kelompok pendidik yang kerap terpinggirkan.

Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi multi situs, disertasi ini menampilkan potret ketangguhan guru-guru TK 'Aisyiyah yang bertahan di tengah tekanan ekonomi, minimnya pelatihan, dan beban kerja yang tidak sebanding. Namun di balik itu semua, Putri Irma menemukan satu hal penting yaitu kekuatan spiritual menjadi fondasi utama keteguhan mereka. Guru tidak hanya bekerja, tapi mengabdi sebagai bentuk ibadah.

Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Prof Dr KH Abdullah Faishol, MHum, sebagai ketua sidang dan Prof Dr Islah, MAg, sebagai sekretaris. Para penguji yang hadir adalah Dr Imam Machali, SPdI, MPd; Prof Dr H Sujito, MPd; Prof Dr H Purwanto, MPd; Prof Dr H Muhammad Munadi, SPd, MPd; dan Dr Hj Siti Choiriyah, SAg, MAg.

Setelah sesi tanya jawab dan pembacaan hasil, Putri Irma dinyatakan lulus dengan IPK 3,8 dan menjadi doktor ke-76 di UIN Raden Mas Said.

Munadi dalam sambutannya memberi pesan yang kuat, agar capaian akademik ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. "Majukan terus pendidikan 'Aisyiyah di Kartasura. Jangan biarkan hasil penelitian ini tinggal di rak perpustakaan. Jadikan ia hidup dalam kebijakan, dalam advokasi, dalam kerja-kerja nyata," pesannya.

Bagi Putri Irma, gelar doktor bukan sekadar prestasi pribadi. Ia menyebutnya sebagai amanah perjuangan. “Saya membawa suara para guru TK yang selama ini lebih banyak mendengar daripada didengar. Harapannya, temuan saya bisa menjadi awal untuk menciptakan sistem yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi guru-guru di lingkungan 'Aisyiyah,” ujarnya seusai sidang. (nasri/n)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seminar Pendidikan dengan tema "Pendidikan Berkemajuan dan Mencerahkan....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Sore itu, Lapangan Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A. Yani, Surabaya, ....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

17 December 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lazismu Banyumas telah berhasil menyelesaikan program bedah rumah k....

Suara Muhammadiyah

19 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025