SURABAYA, Suara Muhammadiyah — “Jangan sampai menang di dalam game, tetapi kalah dalam kehidupan nyata.” Pesan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di hadapan 250 pelajar perwakilan berbagai daerah di Jawa Timur dalam kegiatan Digital Peace Creator di Convention Hall Surabaya, Kamis (22/10).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur ini bertujuan memperkuat literasi digital dan mendorong kreativitas pelajar dalam menyebarkan pesan perdamaian.
Membawakan materi “Kreatif di Dunia Digital, Damai di Dunia Nyata”, Arifin yang juga Instruktur Nasional Moderasi Beragama Kementerian Agama RI mengingatkan bahwa penggunaan game online secara berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, pola tidur, kesehatan, dan masa depan pelajar.
Ia juga mengajak generasi muda waspada terhadap pergaulan digital yang mencurigakan, serta tidak mudah terpengaruh konten yang menyebarkan hoaks, kebencian, dan ajakan kekerasan.
Mengutip pesan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Arifin menekankan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Menurutnya, pelajar harus mampu mengendalikan diri dan bertanggung jawab atas setiap konten yang dibuat maupun disebarkan.
Arifin mendorong para peserta memanfaatkan kreativitas untuk membuat video pendek, poster digital, dan konten edukatif yang mengampanyekan toleransi, persahabatan, serta penolakan terhadap radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.
“Gunakan jempol untuk menyebarkan kebaikan, gunakan pikiran untuk menyaring informasi, dan gunakan kreativitas untuk merawat perdamaian. Jangan biarkan dunia digital merusak cita-cita dan masa depan kalian,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, para duta pelajar diharapkan menjadi pelopor budaya digital yang sehat, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menyebarkan semangat perdamaian di sekolah dan lingkungan masing-masing.

