Tabligh Akbar PPUM di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

201
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PADANG, Suara Muhammadiyah - Pusat Pengkaderan Ulama Muhammadiyah (PPUM) Sumatera Barat menggelar tabligh akbar menghadirkan dua ulama besar, Buya Firdaus AN dan Ustad Angga Fernando, Ahad (25/8).

Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan pencerahan spiritual dari Ketua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar, Ki Jal Atri Tanjung, yang mengupas tuntas tentang kepemimpinan prophetik—gaya kepemimpinan meneladani Rasulullah SAW yang menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Namun, puncak perhatian justru tertuju pada dua materi utama yang dibawakan para ulama, yang langsung memicu perbincangan hangat di kalangan jamaah dan dunia maya.

Naik ke mimbar, Ustad Angga Fernando yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang segar dan mencerahkan langsung membawa audiens pada tema besar: "Melestarikan dan Menghidupkan Sunnah Nabi SAW."

Dengan lantang, Ustad Angga mengingatkan bahwa sunnah dalam pandangan jumhur ulama bukanlah sekadar tradisi atau kebiasaan turun-temurun. "Sunnah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik itu ucapan, perbuatan, sifat, sikap diam, hingga akhlak beliau. Dan yang terpenting, sunnah fi'liyah (perbuatan Nabi) bisa menjadi hujjah atau dalil yang mengikat umat," tegasnya.

Jamaah pun terlihat terpukau, banyak di antara mereka yang mengangguk-angguk sambil mencatat poin-poin penting. Ustad Angga mengajak umat untuk tidak sekadar mengenang, tetapi menghidupkan sunnah dalam keseharian—dari cara makan, tidur, hingga bermuamalah di era modern.

Sesi berikutnya menjadi momen yang paling dinanti. Ketika Buya Firdaus AN naik ke mimbar, suasana hening. Beliau langsung membuka tabir tentang perdebatan panjang yang selama ini mengganjal di kalangan umat Islam Indonesia: kapan sebenarnya waktu subuh dimulai?

Dengan gaya khasnya yang tenang namun tegas, Buya mengungkapkan satu fakta mengejutkan: "Selama ini, waktu shalat Subuh di Indonesia terlalu cepat."

Buya menjelaskan keganjilan yang dialami banyak orang—termasuk dirinya sendiri—saat azan Subuh berkumandang, tetapi langit masih terlihat gelap gulita. "Saya sempat heran, bagaimana azan sudah terdengar padahal fajar belum tampak jelas," ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Muhammadiyah yang dikenal dengan pendekatan ilmiahnya melakukan kajian ulang secara mendalam terhadap parameter fajar. Hasilnya? Sebuah terobosan besar yang menjadi sorotan:

Muhammadiyah kini resmi menggunakan parameter terbit fajar pada posisi matahari -18 derajat di bawah ufuk, menggantikan standar lama -20 derajat.

"Dengan berkurangnya nilai ketinggian matahari di bawah ufuk, maka waktu Subuh ditambah 8 menit dari jadwal sebelumnya," papar Buya. 

"Hasil kajian dan penelitian membuktikan bahwa fajar shadiq tidak terlihat pada posisi -20 derajat. Fajar baru benar-benar muncul di -18 derajat."

Keputusan ini bukan tanpa dasar. Buya menegaskan bahwa ini adalah bentuk penyempurnaan ibadah berdasarkan bukti ilmiah, demi memastikan umat melaksanakan Subuh di waktu yang tepat—yaitu sejak munculnya fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit.

Jamaah yang hadir sontak bergumam dan berdiskusi kecil. Banyak yang mengaku selama ini merasakan keganjilan yang sama dan kini menemukan jawaban.

Tak berhenti sampai di situ, Buya Firdaus AN juga memaparkan kabar besar lainnya yang akan mengubah cara umat Islam di seluruh dunia menetapkan awal bulan Hijriah: KHGT — Kalender Hijriah Global Tunggal.

Buya menjelaskan bahwa KHGT adalah sistem penanggalan Islam internasional yang dirancang untuk menyeragamkan awal bulan di seluruh dunia. Selama ini, perbedaan penetapan 1 Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha sering kali memicu perpecahan dan kebingungan, bahkan di negara yang sama.

"Prinsip dasar KHGT adalah satu hari, satu tanggal untuk seluruh dunia. Konsep ini terbilang baru di kalangan pengkaji kalender Islam, dan Muhammadiyah telah mengadopsinya secara resmi," ujar Buya dengan penuh keyakinan.

Dengan sistem ini, perayaan hari besar umat Islam seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha dipastikan akan serentak di berbagai belahan dunia. Ini adalah langkah monumental menuju persatuan umat Islam global—tanpa lagi ada perbedaan yang disebabkan oleh perhitungan rukyat yang berbeda-beda.

"Muhammadiyah berkomitmen untuk memberi kepastian jadwal ibadah bagi umat Islam secara global," tegas Buya. "Tidak ada lagi alasan untuk berbeda ketika ilmu pengetahuan dan kesepakatan dunia sudah memungkinkan kita bersatu."

Sepanjang acara, jamaah terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan pencerahan baru, terutama terkait jadwal Subuh yang selama ini sering menjadi pertanyaan di hati.

"Selama ini saya selalu bingung, kenapa kadang Subuh sudah azan tapi langit masih gelap. Sekarang saya paham, ternyata ada kajian ilmiah di baliknya," ujar salah seorang jamaah, Hj. Rena, warga Padang.

Sementara itu, Ketua PPUM Sumatera Barat Ustad Aya S. Miza menyampaikan harapannya, "Kami ingin umat tidak hanya beribadah, tetapi beribadah dengan ilmu. Keputusan ini bukan main-main, butuh kajian puluhan tahun. Kami yakini ini adalah langkah terbaik untuk kemaslahatan umat."

Dengan digelarnya tabligh akbar ini, PPUM Sumatera Barat telah membuka babak baru dalam pemahaman keislaman yang lebih ilmiah, terukur, dan menyatu dengan semangat persatuan global. Muhammadiyah kembali membuktikan bahwa ijtihad ilmiah dan keberanian memutuskan hal penting adalah jalan menuju kemajuan umat. (RI)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bersama LazisMu Pimpinan Pu....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Bursa Kerja Khusus (BKK) Universitas Muhammadiyah Pekajangan P....

Suara Muhammadiyah

9 December 2023

Berita

24 Tahun Berdedikasi untuk Pendidikan Anak Usia Dini SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Biarawat....

Suara Muhammadiyah

22 February 2025

Berita

Project pendampingan Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) yang telah dilakukan....

Suara Muhammadiyah

13 October 2025

Berita

Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Public Speaking MAGELANG, Suara Muhammadiyah - P....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah