Tanpa Topangan Akal Pikiran, Kehidupan Tidak Akan Mengalami Kemajuan

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

385
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA. Foto: Nadri

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA. Foto: Nadri

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sejarah hidup Nabi Ibrahim AS sarat makna dan juga memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan umat manusia kini dan masa mendatang. 

Kata Syafiq A Mughni, Nabi Ibrahim merupakan seorang yang terus-menerus berpikir untuk mencari kebenaran hakiki, selalu menggunakan akal pikirannya sebagai karunia Allah yang sangat berharga. 

“Tanpa akal pikiran, yang sebagiannya terwujud dalam bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi, kehidupan manausia akan statis, tidak akan mengalami kemajuan,” kata Syafiq, Rabu (27/5) saat Khutbah Idul Adha 1447 H di Halaman Masjid Baitusy Syifa’ Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyebut, Nabi Ibrahim AS juga seorang penjuang tauhid. Kisah beliau yang menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan masyarakat pada zaman itu menggambarkan perjuangannya dalam menegakkan tauhid dan menghilangkan kemusyrikan.

“Tauhid adalah inti dari ajaran Islam yang harus memancar ke dalam alam fikiran dan perbuatan kita. Bertauhid tidak berhenti pada keyakinan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta ini, tetapi juga satu-satunya zat yang patut disembah,” ujar Syafiq.

Tentu keyakinan itu, lanjutnya, harus berlanjut pada perbuatan ibadah dan kemudian amalan sosial yang merupakan ciri dari seluruh kehidupan keagamaan kita. 

“Tauhid harus berlanjut pada perjuangan untuk membebaskan manusia dari kedlaliman, eksploitasi, penindasan, penipuan, dan tindak pidana korupsi yang umum menjadi penyakit sosial,” terangnya.

Demikian juga menyangkut ibadah haji. Ibadah ini akan menjadi haji mabrur bila memberikan dampak yang positif bagi masyarakat banyak. Amalan ritual harus berdampak pada manfaat sosial. 

“Dalam hal ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa para pendahulu kita mendapatkan inspirasi untuk menentang penjajahan karena melihat kesamaan derajat antarmanusia yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari selama beribadah haji,” bebernya.

Semua ibadah yang diajarkan oleh Islam, kata Syafiq, memiliki makna sosial, dan demikian juga sebaliknya semua kerja sosial memiliki makna spiritual. 

“Ketika Allah mensunnahkan menyembelih kurban. Maka daging kurban memiliki makna sosial yang jelas, yaitu memberikan makan kepada mereka yang membutuhkan.Tetapi makna spiritual dari kurban itulah yang akan sampai kepada Allah,” ujarnya.

Demikian juga, ibadah haji adalah merupakan perjalanan spiritual, yang bertujuan meningkatkan kasalehan sosial. Tetapi haji harus selalu diikuti dengan peningkatan kesalehan sosial. 

“Haji mabrur itulah yang menjadi idaman kita semua, karena haji yang mabrur akan memiliki dampak yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebaik-baik orang, kata Nabi, ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” urai Syafiq.

Di sinilah Syafiq mengajak untuk bertekad untuk mewujudkan ajaran Islam yang komperhesif itu dalam kehidupan nyata sehingga menjadi umat yang berdiri tegak di tengah-tengah peradaban dunia, menjadi ummatan wasathan. 

“Kita yakin akan kebenaran dan keagungan ajaran Islam, maka kita wajib membuktikan bahwa kita adalah umat yang unggul. Kalau tidak, maka umat Islam akan menjadi umat yang lemah. Perjuangan untuk membuktikan keunggulan umat adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar program....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - IPM DIY telah melakasanakan Baitul Arqam bersama MPKSDI PWM DIY yang de....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) memperoleh hibah Ri....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Panitia OlympiCAD Makassar 2026 bekerja sama dengan EduCourse m....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

 PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Senin, 29 Januari 2024 - Di tengah semangat untuk terus menge....

Suara Muhammadiyah

31 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah