Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah, Dorong Kader Bergerak Serempak Lahirkan Dampak Nyata Bagi Umat

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

188
Pembukaan Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah. Foto: Cris

Pembukaan Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perempuan Muda seyogyanya harus dapat berkiprah dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah mesti terjun langsung mengambil peran di dalamnya.

Demikian Ariati Dina Puspitasari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah saat membuka Tanwir ke-3, Kamis (6/8) di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

"Seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah harus melakukan aktivitas-aktivitas kerja nyata yang memberikan dampak yang memberikan kebermanfaatan untuk umat," ujarnya.

Hal yang dikemukakan Ariati itu menggarisbawahi esensi tema Tanwir, "Berdaya dan Berdampak, Sukseskan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah."

"Berdaya bagi Nasyatul Aisyah itu artinya memiliki kapasitas, integritas, kompetensi dan juga keberanian untuk mengambil peran," terangnya.

Tapi, apakah cukup sampai di situ? "Tidak," tegasnya. Lantas seperti apa? "Tetapi berdaya saja bagi kami tidak cukup karena energi itu harus berubah menjadi dampak," tekan Ariati.

Karena itu, hal yang dilakukan oleh kader Nasyiatul Aisyiyah harus benar-benar kentara dampak yang dihasilkan. Bukan sekadar catatan di atas kertas putih.

"Perempuan muda juga harus berdampak tidak hanya untuk dirinya sendiri, untuk keluarga, juga untuk masyarakat, bangsa dan juga untuk kemanusiaan global sebagaimana yang diharapkan oleh Muhammadiyah," jelasnya.

Mengerucutkan hal yang telah dilakukan selama tempo 4 tahun ini, pendidikan dan ekonomi. Khusus ekonomi, Ariati menyebut, Nasyiatul Aisyiyah tengah menggeliatkan kembali dimensi itu.

"Nasyiatul Aisyiyah terus mengembangkan kemandirian melalui APUNA dan tengah mempersiapkan pembentukan badan usaha organisasi yang telah memperoleh persetujuan PP Muhammadiyah," katanya.

Pada bidang dakwah digital dan lingkungan hidup, Nasyiatul Aisyiyah mengembangkan gerakan Green Nasyiah yang diwujudkan melalui berbagai program, termasuk Eco Bhinneka di sejumlah daerah seperti Surakarta dan Banyuwangi.

"Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi kader dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional," terangnya.

Dalam Tanwir ke-3 ini selain membahas program strategis organisasi, Tanwir ke-3 juga mengagendakan pemilihan bakal calon formatur PP Nasyiatul Aisyiyah periode mendatang.

Selain membahas program strategis organisasi, Tanwir III juga mengagendakan pemilihan bakal calon formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode mendatang.

"Mari kita hadirkan musyawarah yang bermartabat. Kita sukseskan Tanwir dan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah dengan mengedepankan adab, etika, dan kedewasaan agar marwah organisasi tetap terjaga," pungkasnya.

Sisi lain, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir menyampaikan, selamat datang dan melaksanakan Tanwir ke-3 di Surakarta, Jawa Tengah. "Moga menghasilkan keputusan yang produktif bagi Nasyiatul Aisyiyah, Muhammadiyah dan bagi kemanusiaan universal," ucapnya.

Lebih-lebih, dari sisi namanya Tanwir. Kata Tafsir, Tanwir sendiri memiliki makna sebagai pencerahan dan penyinaran. Lebih kepada pemahaman, penyinaran adalah pencerahan.

"Tanwir tidak sekedar hal-hal yang bersifat teknis administratif menghasilkan calon. Tapi ada pencerahan-pencerahan yang dibangun di forum itu," sebutnya.

Tafsir yakin Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah berlangsung sukses dan lancar. Optimis itu muncul karena selama ini, Muktamar di lingkungan Persyarikatan selalu menomorsatukan keteduhan, kedamaian, dan kebersamaan kolektif.

"Maka mudah-mudahan kita tidak sekedar kumpul untuk hal-hal yang bersifat mekanisme organisasi, suatu yang hanya bersifat mekanistik, tapi juga yang bersifat interpretatif dan pencerahan," jelas Tafsir.

Sisi lain, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto berharap, Tanwir ke-3 berikut disambung dengan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, harus mengedepankan keadaban. "Bukan sikut-sikutan, bukan musuh-musuhan," tegasnya.

Hal paling fundamental ditekankan di sini yakni bagaimana Tanwir menjadi jembatan penghubung dan memperkokoh konstruksi tali temali persaudaraan menyemesta.

"Tanwir tentu menjadi upaya untuk memperkokoh kohesivitas memperkuat ukhuwah Islamiyah itu harus semakin kokoh," tekannya.

Dengan tidak menanggalkan hal vital-- memilih pengurus baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan periode berikutnya--Tanwir berikut Muktamar, pinta Agung, mesti mengedepankan hal sebagaimana tersebut tadi.

"Jangan sampai merusak kebersamaan. Kontestasi silakan jalan tetapi kontestasi. Jangan sampai merusak ukhuwah," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melantik jaja....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berangkatkan tiga ma....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta melalui Majelis ....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah menggel....

Suara Muhammadiyah

23 February 2025

Berita

Oleh: Dr Muhammad Nasri Dini, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo إنَّ الْحَمْدَ....

Suara Muhammadiyah

18 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah