Tauhid Aktif Diperlukan untuk Selesaikan Permasalahan Kehidupan

Suara Muhammadiyah

5 July 2024

1835
Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi

Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi menuturkan tentang 2 Jenis Tauhid. Menurutnya tauhid aktif adalah orang yang beribadah kepada Allah namun juga peduli akan sosial sekitarnya. Sedangkan tauhid pasif itu adalah orang yang beribadah kepada allah saja.

“Tauhid itu ada dua jenis, yang pertama tauhid aktif yaitu tauhid yang memadukan antara kesalehan individual dan sosial sekitar nya. Sedangkan tauhid pasif yaitu tauhid yang hanya melakukan ibadah kepada Allah SwT tanpa memikirkan sosial sekitar,” ucapnya saat mengisi Kajian Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat, Kamis (4/7).

Dadang juga mengatakan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah contoh nyata tauhid aktif. Karena ia beriman kepada Allah dan direfleksikan dalam bentuk amal saleh yang mempengaruhi orang orang sekitarnya.

“Contoh tauhid aktif yang nyata adalah Kiai Haji Ahmad Dahlan. Karena ia adalah seorang figur yang memiliki iman yang kuat kepada allah serta direfleksikan dalam bentuk amal sholeh yang ia lakukan sehari hari,” Katanya.

Dadang mengungkapkan tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh Muhammadiyah cukup kompleks. Di antaranya kebodohan, kemiskinan, kesehatan, dan sejenisnya niscaya harus menjadi perhatian saksama untuk dicarikan solusi konstruktif untuk menyelesaikannya.

“Kalau sekarang itu persoalan yang sangat rumit, dan penuh dengan berbagai dimensi dan perlu dihadapi oleh Muhammadiyah dengan cara serius dan lebih berat lagi,” tuturnya.

Dadang menambahkan tentang respons Muhammadiyah dalam menanggapi dinamika kehidupan tidak pernah lepas dari Gerakan Al-Maun dan Amar Makruf Nahi Mungkar. “Perhatian dan keterlibatan Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan bermasyarakat yang tentu tidak pernah lepas dari Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar menjadi bukti bahwa Muhammadiyah menanggapi tentang Gerakan Muhammadiyah,” tegasnya. 

Dadang berharap organisasi muhammadiyah di masa depan dapat lebih maju dan dapat melambung tinggi hingga ke lintas negara. “Tentu harapannya organisasi Muhammadiyah di masa depan nantinya dapat mendunia, Terbuka untuk Lintas Budaya, Semakin Inovatif dalam tata kelola nya dan lebih responsif tentang menghadapi persoalan yang kontemporer,” tutupnya. (Alle)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Rabu, 17 September 2025 menjadi hari yang penuh keceriaan bagi siswa....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Selasa, 8 Juli 2025, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Workshop pembuatan konten digital di PPM MBS Pleret Kampus 2 Dahromo Ba....

Suara Muhammadiyah

18 May 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Nadia As Safa Noor Ilmi benar-benar luar biasa. Siswa kelas 6 SD Muha....

Suara Muhammadiyah

3 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Apoteker Klinis dan Komunitas sekaligus influencer apt Risnawa P....

Suara Muhammadiyah

30 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah