Tausiah Halal Bihalal Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

468
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Ramadhan sebagai Pendidikan Integral bagi Insan Berkemajuan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dr. Muhammad Solihin Fanani, M.P.SDM selaku Wakil Ketua V Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah menyampaikan tauziah dalam kegiatan Kultum Halal Bihalal yang diselenggarakan secara daring dan luring oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (7/4).

Dalam tausiyahnya, Dr. Solihin menegaskan bahwa ibadah Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai proses pendidikan yang komprehensif bagi umat Islam. Ia mengutip pemikiran Muhammad Rasyid Rida yang memandang Ramadan sebagai sarana pembentukan manusia seutuhnya.

“Puasa Ramadan mengajarkan kita pendidikan terhadap keinginan (tahdzib al-iradah), yakni kemampuan mengendalikan hawa nafsu sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Ramadan juga membimbing manusia untuk menempuh jalan hidup malaikat (tasyabbuh bil malaikah), yakni mengedepankan nilai-nilai spiritual dan kesucian diri dengan mengurangi dominasi dorongan duniawi.

Selain itu, Ramadan menjadi momentum penting dalam pendidikan ketuhanan (tarbiyah ilahiyah). Menurutnya, ibadah puasa melatih keikhlasan karena sifatnya yang personal dan hanya diketahui oleh Allah SWT. “Di sinilah tumbuh kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia,” tambahnya.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah tazkiyatun nafs atau proses penyucian jiwa. Ramadan, kata Dr. Solihin, menjadi sarana efektif untuk membersihkan diri dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, sombong, dan amarah.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam Ramadan sangat sejalan dengan konsep pendidikan Muhammadiyah yang dikenal dengan 4T, yaitu Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, dan Tazkiyah. Keempat konsep tersebut menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, akhlak mulia, serta penyucian jiwa.

“Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membersihkan jiwa manusia. Inilah yang menjadi fondasi dalam mencetak insan berkemajuan,” tegasnya.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, Dr. Solihin mengajak pada pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai landasan dalam menjalankan tugas pendidikan, baik di sekolah, kampus, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinandan Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah serta keluarga besar Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut berpartisipasi secara aktif baik melalui platform daring maupun kehadiran langsung di lokasi acara.

Dengan tausiyah tersebut, diharapkan semangat Ramadan terus hidup dalam praktik pendidikan Muhammadiyah, guna mewujudkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan berakhlak mulia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1445 H yang akan jatuh pada R....

Suara Muhammadiyah

8 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) kota Maka....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Kelompok kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakart....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta pada tahun ajaran 202....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Permasalahan anak tanpa kewarganegaraan (stateless children) hingga....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah