Tempat Mengabdi, Bukan Mencari Keuntungan Diri

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
549
Muhammad Izzul Muslimin, SIP. Foto: Nadri

Muhammad Izzul Muslimin, SIP. Foto: Nadri

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Milad Muhammadiyah ke 113 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawangan dan PCM Bojongsari, secara kolaboratif mengadakan perayaan di Garden at Candi Sawangan (30/11) yang dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin.

Ketua PDM Depok, Ali Wartadinata menyampaikan, kegiatan hari ini menjadi momentum untuk bersyukur kepada Allah. Ia berharap, amal usaha dan warga Muhammadiyah terus berkembang dan maju kedepannya.

“Insya Allah amal usaha dan warga Muhammadiyah bertambah dengan menjadikan berkemajuan,” ungkapnya.

Izzul menyampaikan, sejak berdiri Muhammadiyah memiliki komitmen sungguh-sungguh untuk membimbing umat menuju kehidupan yang diridai Allah serta menapaki jalan menuju Syurga Jannatul Na’im.

“Untuk masuk ke dalamnya, tidak ada cara lain kecuali memperbanyak amal shalih dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.

Ia mengutip, QS At Ali Imran ayat 133 yang berisi perintah untuk berlomba-lomba menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa yang merupakan dorongan untuk segera berbuat kebaikan tanpa menunda-nundanya.

Begitu juga disebut dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 57, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian". Di sinilah umat Islam, khususnya warga Persyarikatan, untuk mempersiapkan diri menyongsongnya dengan mempersiapkan beka terbaik dengan amal kebaikan.

Merefleksikan Milad 113 Muhammadiyah, Izzul sebut ini merupakan perjalanan panjang bagi sebuah organisasi Islam. Meskipun sangat sepuh, semangat untuk berkiprah tidak dibatasi oleh waktu dan kondisi, karena terdiri dari kumpulan manusia.

Menurutnya, Muhammadiyah lahir dari 3 zaman yaitu pertama, zaman sebelum kemerdekaan. “Dahulunya perijinan sangat sulit dikala kiai Ahmad Dahlan di Amal Usaha Suronatan dengan menggunakan bangku dan meja,” katanya.

Kedua, zaman Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan ketiga, zaman setelah Kemerdekaan RI. “Sampai saat ini era modern generasi Z, pada abad kedua ini Muhammadiyah semakin dipercaya di masyarakat nasional maupun internasional,” sambungnya.

“Ribuan amal usaha adalah bukti nyata konsistensi Persyarikatan dalam menegakkan Islam dengan ukuran ideal yang berkemajuan,” tambahnya sekali lagi.

Diakhir Izzul menegaskan kembali pesan monumental Kiai Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

Tarikan napas pesan ini seolah mengingatkan kembali bahwa perjuangan di Muhammadiyah adalah ladang pengabdian, bukan ruang mencari keuntungan diri.

“Jangan mencari hidup di Muhammadiyah' yang mempunyai arti di biologi, Simbosis Mutualisme hubungan saling menguntungkan. Muhammadiyah berkembang bukan Simbiosis Parasitisme, seperti benalu yang nempel di induk semangnya,” tandasnya. (Nadri/Nurvi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Ponorogo ....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatak....

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan peringatan Milad ke-70, Universitas Muhammadiyah Jak....

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kolaborasi den....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah