Tiga Kekuatan yang Membentuk Yogyakarta Menjadi Kota Istimewa

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

656
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Yogyakarta bukan sekadar kota biasa. Julukannya Kota Istimewa. Kenapa? Ada tiga variabel yang melekat di dalamnya; Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kampus Universitas Gajah Mada, dan Muhammadiyah.

“Tiga gerakan besar ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan tumbuhnya Jogja yang sampai sekarang,” beber Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tak pelak, Jogja menjadi salah satu destinasi wisata yang sarat dikunjungi. Hal itu turut ditopang dengan kekuatan yang selama ini sudah mengakar di dalamnya.

“Jogja dikenal sebagai Kota Budaya. Maka bagaimana seluruh warganya memahami budaya yang tidak sebatas dengan seni saja, tapi budaya memang yang membangun peradaban,” tegasnya.

Budaya itu, kata Agus, luhur dan santun. Dua hal ini amat melekat di Jogja. “Ini yang harus kita tumbuhkan lagi,” ujarnya, Selasa (11/8) saat Soft Launching Oleh-oleh 1915 Khas Jogja Suara Muhammadiyah di lapangan parkir Grha Suara Muhammadiyah.

Sisi lain, dikenal dengan Kota Pariwisata. “Selalu kangan ke Jogja,” ungkapnya, merespons animo masyarakat yang bertandang tatkala ke kota ini. “Belakangan ada teman yang menyampaikan, "Pak, kalau ke Jogja itu senang.”

Demikian jua, kulinernya, beranekaragam. Dan yang lebih tenar, banyak kuliner yang menyajikan harga terjangkau. “Jadi, wisata Jogja itu sangat dikenal,” sambung Agus.

Termasuk ada lagu yang sangat kondang; Yogyakarta, yang diciptakan oleh Katon Bagaskara dan Adi Adrian dari grup musik Kla Project. “Itu membangkitkan betul betapa orang sangat mengenang Jogja,” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Jogja dikenal dengan Kota Pelajar. Dalam konteks Muhammadiyah, niscaya tidak ternafikan perannya. Agus berkata, Muhammadiyah begitu rupanya konsen dalam menggarap bidang dakwah pendidikan ini.

“Kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah sangat besar karena memiliki sekolah sejak sebelum Indonesia merdeka,” tegasnya, menyebut seluruh masyarakat luas telah membuktikan kebermanfaatannya secara niscaya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GERSIK, Suara Muhammadiyah- Siang itu, Selasa (1/10/2024) rombongan siswa dari tiga sekolah, yaitu S....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Tim MBA Spartans SMAMX yang terdiri dari atlet kelas olahraga, sa....

Suara Muhammadiyah

9 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional tahun 2024, Majelis Pust....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menapaki langkah st....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangkaian semarak Idul Fitri 1445 H, Pimpinan Daerah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah