TKA 2026: SD Muhammadiyah Sapen Tegaskan Mutu Pendidikan Berkelas Nasional
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 membawa kabar membanggakan bagi dunia pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta berhasil mencatatkan capaian akademik yang sangat gemilang dan menempatkan sekolah tersebut sebagai salah satu sekolah dengan hasil terbaik di Indonesia.
Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agung Rahmanto, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut saat ditemui wartawan Harian Kedaulatan Rakyat, Jumat (29/5).
“Alhamdulillah, hasil TKA tahun ini menjadi anugerah sekaligus amanah bagi kami. Rata-rata nilai TKA sekolah mencapai 87,11, sedangkan rata-rata gabungan TKA dan TKAD mencapai 87,56. Capaian ini menempatkan SD Muhammadiyah Sapen sebagai peraih rata-rata tertinggi di DIY dan termasuk yang terbaik secara nasional,” ujarnya.
Menurut Agung, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada hasil ujian, tetapi membangun ekosistem pembelajaran yang sehat dan berkualitas.
Wartawan KR menanyakan faktor utama yang mendorong keberhasilan para siswa dalam TKA tahun ini.
“Yang kami bangun bukan sekadar budaya mengejar nilai, tetapi budaya belajar. Anak-anak dibiasakan berpikir kritis, aktif berdiskusi, kuat dalam literasi, dan terlatih memecahkan masalah. Guru juga melakukan pendampingan secara intensif dengan pendekatan yang menyenangkan,” jelasnya.
Pada mata pelajaran Matematika, SD Muhammadiyah Sapen mencatatkan 41 siswa berpredikat Istimewa dan 16 siswa memperoleh nilai sempurna 100. Secara nasional, hanya terdapat 814 siswa yang meraih nilai sempurna Matematika.
“Hampir dua persen peraih nilai 100 Matematika di Indonesia berasal dari sekolah kami. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi,” katanya.
Prestasi serupa juga terlihat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan 49 siswa berpredikat Istimewa dan 13 siswa meraih nilai 100. Sementara pada mata pelajaran IPAS, sebanyak 39 siswa memperoleh predikat Istimewa dengan enam siswa mendapat nilai sempurna.
Agung menilai capaian tersebut menunjukkan keberhasilan sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi dan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta kemampuan memahami persoalan kehidupan secara luas,” ungkapnya.
Agung menambahkan “prestasi ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. Kami akan terus menjaga komitmen menghadirkan layanan pendidikan unggul dan berkemajuan demi melahirkan generasi masa depan yang berilmu, berkarakter, dan siap membawa manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

