Tokoh Diaspora Kagumi Kiprah Muhammadiyah di Hadapan Pakar Kanker Dunia

Suara Muhammadiyah

20 October 2026

75
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Tokoh Diaspora Kagumi Kiprah Muhammadiyah di Hadapan Pakar Kanker Dunia, Optimistis RS UNIMUS Jadi Pusat Inovasi Layanan Kanker


SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Kiprah Muhammadiyah dalam membangun pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat mendapat perhatian khusus dari tokoh diaspora Indonesia–Tiongkok, Prof. Yenni Thamrin, MHA, Chairman of Indonesia Diaspora Network-China. 

Dalam sambutannya pada The 10th Annual Meeting of the Asian Society of Cryosurgery (ASC-10) di PO Hotel Semarang, Sabtu (17/10/2026), Prof. Yenni menyampaikan apresiasi terhadap besarnya kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat Indonesia sekaligus menyatakan optimisme terhadap pengembangan layanan kanker di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS UNIMUS).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum internasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bersama RS UNIMUS, dengan menghadirkan para profesor, dokter spesialis, peneliti, dan pakar teknologi penanganan kanker dari berbagai negara.

Kegiatan ini turut dihadiri Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S., dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., bersama para pimpinan universitas, rumah sakit, dan delegasi internasional.

Salah satu bagian menarik dalam sambutan Prof. Yenni adalah ketika dirinya secara khusus memperkenalkan Muhammadiyah kepada para peserta kongres internasional. Di hadapan delegasi dari berbagai negara, Prof. Yenni menggambarkan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, yang memiliki kontribusi luas dalam bidang pembaruan keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Ia juga menyoroti luasnya jaringan perguruan tinggi dan rumah sakit Muhammadiyah sebagai kekuatan penting dalam mendukung kemajuan bangsa. Apresiasi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena disampaikan dalam forum internasional yang berfokus pada perkembangan teknologi medis. Di tengah pembahasan mengenai inovasi pengobatan kanker, Prof. Yenni justru mengangkat peran organisasi Islam Indonesia dalam membangun sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.

Melalui sambutannya, Prof. Yenni memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan institusi yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan, kemanusiaan, dan pelayanan sosial.

Optimistis RS UNIMUS Cancer Care Berkembang dan Memberikan Manfaat bagi Pasien Indonesia

Selain memperkenalkan Muhammadiyah, Prof. Yenni secara khusus menyampaikan keyakinannya terhadap pengembangan pusat pelayanan kanker komprehensif di RS UNIMUS. Ia menilai dukungan institusi pendidikan dan rumah sakit Muhammadiyah menjadi modal penting dalam pengembangan pelayanan kanker yang lebih maju. Dalam sambutannya, Prof. Yenni menyampaikan optimisme bahwa pengembangan Comprehensive Oncology Center di RS UNIMUS akan berhasil dan mampu memberikan pelayanan berkualitas bagi semakin banyak pasien di Indonesia.

Pernyataan tersebut menjadi dukungan moral yang penting bagi UNIMUS dan RS UNIMUS, terutama di tengah pengembangan RS UNIMUS Cancer Care, yang mengedepankan kolaborasi multidisiplin serta pemanfaatan teknologi medis modern, termasuk cryosurgery atau cryoablation

Kehadiran para pakar internasional melalui ASC-10 juga diharapkan memperkuat transfer pengetahuan, penelitian kolaboratif, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengembangan layanan kanker.

Hal menarik lainnya terlihat dari cara Prof. Yenni menyampaikan sambutannya. Ia mengawali pidato dengan salam “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” dan menutupnya dengan salam yang sama.

Di tengah sambutannya, Prof. Yenni juga memperkenalkan tradisi makan menggunakan tangan yang dikenal masyarakat Jawa dengan istilah muluk. Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar cara menikmati makanan, tetapi juga memiliki makna penghargaan terhadap rezeki dan rasa syukur. Saat menjelaskan kebiasaan makan menggunakan tangan kanan, Prof. Yenni turut menyampaikan ungkapan “Alhamdulillah” sebagai bentuk rasa syukur.

Penyampaian tersebut memberikan nuansa budaya dan spiritual dalam forum ilmiah internasional. Melalui tradisi sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Prof. Yenni memperkenalkan nilai penghargaan terhadap makanan, rasa syukur, serta keramahan budaya Jawa kepada para delegasi dunia.

Kehadiran Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S., dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam rangkaian ASC-10 semakin memperkuat makna penyelenggaraan kongres internasional tersebut. Bagi UNIMUS dan RS UNIMUS, forum ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai teknologi cryosurgery, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan kontribusi amal usaha Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Pengembangan RS UNIMUS Cancer Care sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kehadiran pimpinan Muhammadiyah bersama para akademisi dan pakar internasional mencerminkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, rumah sakit, dan jejaring keilmuan global dalam mendukung kemajuan teknologi kesehatan.

Semarang, Jejak Cheng Ho, dan Harapan Kolaborasi Indonesia–Tiongkok

Dalam bagian lain sambutannya, Prof. Yenni mengungkapkan hubungan panjangnya dengan Asian Society of Cryosurgery yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Ketertarikannya terhadap teknologi cryoablation bermula dari pertemuannya dengan Prof. Xu Kecheng, pakar cryosurgery asal Tiongkok, yang memperkenalkan pendekatan penanganan kanker menggunakan teknologi pembekuan jaringan. Pengalaman tersebut mendorong Prof. Yenni untuk memperluas pengenalan teknologi cryoablation di Indonesia, termasuk melalui penyelenggaraan konferensi Asian Society of Cryosurgery di Medan pada 2024 dan Semarang pada 2026.

Pemilihan Semarang juga memiliki makna historis tersendiri. Menurut Prof. Yenni, kota ini menyimpan jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho yang menjadi simbol hubungan persahabatan Indonesia dan Tiongkok. Ia berharap hubungan historis tersebut dapat terus berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.

Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., melalui penyelenggaraan ASC-10 menegaskan komitmen universitas untuk memperkuat jejaring internasional serta mengembangkan inovasi pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kepercayaan sebagai tuan rumah kongres internasional, pengembangan RS UNIMUS Cancer Care, serta keterlibatan para pakar dunia menjadi momentum penting dalam memperluas kontribusi UNIMUS di bidang teknologi kesehatan.

Apresiasi Prof. Yenni terhadap Muhammadiyah dan optimisme terhadap RS UNIMUS semakin memperkuat nilai strategis penyelenggaraan ASC-10. Forum ini tidak hanya mempertemukan perkembangan teknologi medis global, tetapi juga memperkenalkan kontribusi organisasi Islam Indonesia dalam membangun pendidikan dan pelayanan kesehatan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seminar Pendidikan dengan tema "Pendidikan Berkemajuan dan Mencerahkan....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Halaman kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) Kalim....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

BATANGHARI, Suara Muhammadiyah — SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari PontrenMu Abu Dzar Al-Ghi....

Suara Muhammadiyah

3 August 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengge....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Koperasi Dosen dan Karyawan Matahari (KDK) Uhamka turut menyalurkan 1 ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah