Transformasi Nilai Ibadah Qurban

Publish

15 May 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1124
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

Oleh: Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd

Transformasi nilai ibadah qurban merupakan bagian dari upaya untuk memperdalam dan memperluas perspektif kita tentang ibadah qurban  dan bagaimana kita dapat melaksanakannya sesuai dengan manhaj Muhammadiyah yang berkemajuan. Hal ini perlu menjadi bagian dari kajian kita, karena memang banyak penyelenggaraan qurban yang perlu diperdalam lagi, baik dari dimensi maupun aspek lain yang ada di dalamnya. 

Selama ini kita cenderung memahami ibadah qurban pada aspek-aspek yang bersifat spiritual dan selalu menekankan pada aspek penyembelihan. Sedangkan, jika kita coba memahami kajian Islam yang lebih dalam, tentu tidak cukup jika ibadah hanya dilihat dari dimensi ritual dan spiritual saja, tapi juga harus mengkaitkan dengan berbagai aspek yang tidak dapat dipisahkan dari ibadah qurban itu sendiri. 

Ibadah secara umum harus kita lihat sebagai satu kesatuan yang terdiri atas niat, kaifiyat (tata cara), dan hikmah (nilai yang terkandung dalam ibadah tersebut). Selama ini aspek nilai sering kali tercerabut dari pelaksanaan ibadah karena penekanan pada aspek ritual dan spiritual yang sangat dominan. Selain itu, ketika kita berbicara tentang ibadah qurban, aspek penyembelihan menjadi fokus yang paling banyak menyita perhatian. Di mana-mana kita saksikan banyak sekali banner, spanduk, flyer tentang berbagai hal yang berkaitan dengan penyembelihan. Misalnya, banner-banner tersebut berisi tentang harga hewan qurban yang disertai dengan catatan “Siap menerima dan menyalurkan hewan qurban kepada mereka yang berhak.” Hal-hal semacam ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan menjadi ritual sosial di masyarakat kita. Dalam beberapa hal tentu kita perlu melihat secara lebih kritis berbagai tradisi yang sudah melembaga semacam ini. 

Dalam kaitan inilah, ketika kita berbicara mengenai qurban tentu ada aspek yang berkaitan dengan rangkaian ibadah yang menyertainya. Terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat Idul Adha, penyembelihan hewan qurban, distribusi daging qurban, dan berbagai aspek yang melekat di dalamnya. Tapi juga banyak aspek yang berkaitan dengan qurban tidak banyak disinggung seperti aspek maqashid syariah yang dengannya kita dapat menangkap dan mengaktualisasikan nilai-nilai itu sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah qurban. 

Kalau kita coba melihat sejarah teologis dari ibadah qurban, ia adalah ibadah yang tidak hanya dikenal dikalangan umat Islam, tapi juga dikenal dikalangan umat lain, salah satunya umat Yahudi. Mereka memiliki ajaran yang berkaitan dengan qurban, bahkan dalam konteks ini ada beberapa hal yang bisa kita luruskan dan perdalam, terutama menyangkut siapa yang akan diqurbankan ketika Ibrahim AS diperintahkan untuk menyembelih putranya. Dalam keyakinan kita, yang akan disembelih adalah Ismail AS. Pada landasan historis maupun normatif, argumen yang kita bangun sesungguhnya sangat kuat. Tapi dari keyakinan umat Yahudi yang akan diqurbankan adalah Ishaq AS. Inilah yang kemudian menjadi perdebatan-perdebatan teologis hingga saat ini. 

Namun terlepas dari perdebatan tersebut, terkait dengan penyembelihan, ada beberapa hal yang harus kita maknai dengan pengertian yang luas. Jika kita baca ayat-ayat tentang qurban, di sana disebutkan bahwa yang paling utama bukanlah darah dan daging, tapi yang paling utama adalah takwa kita kepada Allah SWT. Terkadang penekanan pada aspek yang berkaitan dengan darah dan daging terlalu dominan sehingga nilai takwa yang seharusnya ada menjadi tidak tercermin dalam tradisi penyembelihan yang kita lakukan. (diko) 

Tulisan ini disarikan dari Pengajian Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Transformasi Nilai Ibadah Qurban pada Jumat, 16 Juni 2023.

Sumber: Majalah SM Edisi 13/2023


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Idul Fitri dan Keadilan Sosial Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Wawasan

Selamat Hari Ayah Nasional: Kehadiranmu Dirindukan Oleh: Nur Ngazizah Dosen UM Purworejo Fatherles....

Suara Muhammadiyah

12 November 2024

Wawasan

111 Tahun Muhammadiyah Oleh Ruminizulfikar Setiap bulan November bagi warga, kader, dan pimpinan P....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Wawasan

Menjaga Nilai Profetik dalam Pendidikan Muhammadiyah Oleh: Noval Sahnitri, S.Pd., Pengajar Pesantre....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Wawasan

Arsitek Peradaban Masjid: Mengenang Tapak Mujahid Ustadz Jazir ASP Oleh Akhmad Faozan: Ketua Pimpin....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah