METRO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan shalat gerhana di Masjid Baitul Hikmah, Kampus 3, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dimulai menjelang waktu Magrib tersebut dihadiri Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar kampus, termasuk istri, suami, dan anak-anak. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa kuat dalam momen ibadah yang berlangsung khidmat itu.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pelaksanaan buka puasa bersama ini sengaja dipadukan dengan shalat gerhana agar seluruh civitas akademika dapat menjalankan dua momentum ibadah secara berjamaah.
“Hari ini insyaallah kita laksanakan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan shalat Magrib berjamaah dan shalat gerhana bersama di masjid ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian mahasiswa dan sivitas sempat mengikuti pengamatan gerhana di rooftop Gd. Fakultas Ilmu Komputer. Namun setelah Magrib, seluruh peserta diarahkan berkumpul di Masjid Baitul Hikmah untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, tetapi juga bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun budaya kampus yang religius serta harmonis.
Selain buka puasa dan shalat gerhana, Rektor turut menyampaikan rencana sejumlah kegiatan lanjutan selama bulan Ramadhan hingga akhir April mendatang yang akan memperkuat nilai spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan UM Metro.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan tausyiyah yang disampaikan oleh Ustadz Rona Abdullah, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya mengikuti sunnah Nabi dalam menjalankan ibadah puasa, khususnya terkait waktu sahur dan berbuka.
Ia menjelaskan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah sekitar setengah jam sebelum azan Subuh, sementara berbuka dianjurkan untuk segera dilakukan saat waktu Magrib tiba. Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari bahwa umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.
Ustadz Rona juga menekankan sunnah berbuka dengan kurma, atau air jika tidak tersedia kurma, serta mengingatkan agar tidak berlebihan sebelum shalat Magrib agar kekhusyukan tetap terjaga.
Selain itu, ia menguraikan keutamaan shalat Tarawih berjamaah. Mengutip hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi, ia menyampaikan bahwa siapa yang shalat bersama imam hingga selesai akan dicatat pahala seperti shalat semalam suntuk. Ia menjelaskan bahwa jumlah rakaat yang paling sesuai sunnah adalah 11 rakaat, sebagaimana riwayat dari Aisyah RA, dengan bacaan yang panjang dan penuh kekhusyukan.
Terkait shalat gerhana, ia menerangkan bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah, bukan karena kelahiran atau kematian seseorang. Ia mengajak jamaah mengambil pelajaran bahwa sebagaiman

