UMPRI Gelar Baitul Arqam Purna Studi: Dari Kampus Menuju Jejak Pengabdian
PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) melalui Lembaga Pendidikan Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3AIK) menggelar Baitul Arqam Purna Studi (BAPUS) Tahun Akademik 2025/2026 pada 11–15 Agustus 2026. Mengusung tema “From Campus to Impact: Menciptakan Jejak Bermakna dan Berkemajuan Tanpa Batas,” kegiatan ini menjadi ruang pembinaan dan pengaderan bagi mahasiswa semester akhir sebelum memasuki dunia profesional, organisasi, masyarakat, dan pengabdian.
Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah H. Giarto, S.Ag, M.Pd.I, Pimpinan Daerah Aisyiyah Sri Romduni, S.P, Badan Pembina Harian UMPRI Dr. Musarwan, M.Pd, Wakil Rektor II Ns. Asri Rahmawati, M.Kes, Wakil Rektor III Afrizal, M.H.I, para dekan dan kepala program studi di lingkungan UMPRI, serta Kepala LP3AIK Drs. Syaukani, M.M.
Ketua Panitia, Dr. Hasbullah, M.Pd.I, mengatakan bahwa BAPUS bukan sekadar kegiatan menjelang kelulusan, tetapi momentum untuk memastikan nilai-nilai yang diperoleh mahasiswa selama berada di kampus dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. “Pendidikan tidak berhenti pada ijazah. Ilmu, pengalaman, nilai keislaman, dan semangat kemuhammadiyahan harus berubah menjadi karya, kepedulian, profesionalisme, dan pengabdian yang memberi dampak bagi umat, persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Kegiatan BAPUS ini diikuti oleh 771 peserta dari berbagai jenjang. Pelaksanaan pada 11–12 Agustus diikuti 190 mahasiswa Fakultas Kesehatan, 13–14 Agustus sebanyak 224 mahasiswa Fakultas Ekonomi, Syariah, dan Filkom, sedangkan 15 Agustus sebanyak 357 peserta dari program konversi, profesi, dan pascasarjana mengikuti kegiatan secara daring.
Beragam materi diberikan, mulai dari Ideologi Muhammadiyah dan Penguatan Kepribadian Alumni, Profesional Qur’ani dalam Dunia Kerja, Keluarga Sakinah, Spirit Al-Ma’un, Peran Alumni UMPRI di Muhammadiyah dan Masyarakat, Risalah Islam Berkemajuan, Fathul Qulub, hingga pemulasaraan jenazah dan outbound. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dan fasilitator dari unsur akademisi serta pimpinan UMPRI.
Mewakili Rektor UMPRI, Wakil Rektor III Afrizal, M.H.I, menegaskan bahwa lulusan UMPRI harus membawa lebih dari sekadar gelar akademik. “Alumni UMPRI harus mampu menunjukkan bahwa pendidikan yang diperoleh di kampus memiliki dampak nyata. Setelah meninggalkan kampus, mereka bukan berhenti belajar, tetapi memasuki ruang pengabdian yang lebih luas,” tegasnya. Melalui BAPUS, UMPRI berharap lahir alumni yang berintegritas, profesional, berkarakter Islami, berjiwa Muhammadiyah, dan siap menciptakan jejak bermakna serta berkemajuan tanpa batas.
Baitul Arqam Purna Studi menjadi penanda bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih luas. Dari kampus, para calon alumni UMPRI diharapkan membawa ilmu, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta semangat Al-Ma’un untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya seberapa tinggi seseorang mencapai gelar, tetapi seberapa jauh ilmu dan nilai yang dimilikinya mampu menjadi cahaya, karya, dan kebermanfaatan bagi kehidupan. Dari kampus menuju impact, dari ilmu menuju amal, dan dari kelulusan menuju pengabdian.

