YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penguatan kolaborasi internasional menjadi salah satu strategi penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam meningkatkan kualitas akademik, riset, dan mobilitas mahasiswa. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Universiti Teknologi MARA Cawangan Kedah, Malaysia pada Kamis (9/4) di Ruang Sidang Rektor 1 UMY. Penandatanganan kerja sama ini juga dilaksanakan secara daring.
Rektor UiTM Kedah, Prof. Madya Dr. Mahazir Ismail menyampaikan bahwa MoU tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas sinergi antara kedua universitas, khususnya antara Fakultas Business Management UiTM Kedah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY.
“MoU ini akan meningkatkan pertukaran ide antara kedua fakultas. Kami yakin sinergi ini dapat menumbuhkan inovasi baru yang membawa manfaat jangka panjang bagi kedua universitas. Kolaborasi strategis ini juga akan mendukung pengembangan institusi melalui program akademik dan penelitian bersama,” ujar Prof. Mahazir secara daring.
Pasalnya, kemitraan ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah terbangun melalui berbagai kegiatan akademik sebelumnya. Penandatanganan MoU menjadi tonggak penting untuk memperkuat kerja sama secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memastikan implementasi program berjalan optimal.
“Kerja sama strategis antara UMY dan UiTM Kedah merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung tujuan dan area kerja sama dalam MoU ini. Untuk itu, kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi staf dan mahasiswa kedua institusi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Reputasi, Mutu, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D menyebutkan penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi UMY. Ia menilai kemitraan dengan UiTM Kedah memperluas jaringan kerja sama UMY, mengingat sebelumnya kerja sama juga telah terjalin dengan beberapa kampus UiTM lainnya di Malaysia.
“MoU menjadi tonggak penting dalam kemitraan kami. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperdalam dan memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan regional,” kata Prof. Slamet.
Slamet juga memaparkan sebelum penandatanganan MoU, kedua universitas telah menjalankan berbagai kegiatan kolaboratif seperti pertukaran dosen, kuliah tamu, serta mobilitas mahasiswa. Puluhan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi telah terlibat dalam program tersebut, termasuk kegiatan magang, pertukaran pelajar, dan summer school. Ke depan, kerja sama diharapkan mencakup penelitian bersama, publikasi akademik, hingga pengembangan kurikulum.
“Melalui kemitraan ini kami tidak hanya meningkatkan keunggulan akademik. Kami juga ingin menyiapkan generasi masa depan yang inovatif, adaptif, dan bertanggung jawab secara sosial. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global,” pungkasnya. (NF)
