UMY Rescue Aktifkan Kembali Layanan Kesehatan di Ketapang Nusantara

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

551
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ACEH TENGAH, Suara Muhammadiyah - Tim UMY Rescue 2025: Kepedulian Tanpa Batas untuk Sumatera Batch 2 terus melanjutkan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Aceh Tengah. Pada Jumat (2/1), layanan kesehatan di Puskesmas Ketapang Nusantara, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mulai diaktifkan kembali untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus anggota tim UMY Rescue, dr. Iman Permana, M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa selain membuka layanan rawat jalan di puskesmas, tim kesehatan juga menjalankan layanan kesehatan bergerak (mobile clinic) ke Desa Jamat dan wilayah sekitarnya. Namun, akses menuju lokasi tersebut masih sangat terbatas akibat tingginya debit air sungai dan curah hujan yang masih berlangsung.

“Tim kesehatan harus menggunakan perahu rakit dan sling untuk mencapai lokasi pelayanan. Bahkan, sebagian tim mobile belum dapat kembali ke puskesmas karena kondisi sungai yang belum memungkinkan untuk diseberangi,” ungkapnya saat dihubungi tim Humas UMY secara daring pada Sabtu (3/1).

Di tengah keterbatasan fasilitas, layanan kesehatan tetap berjalan meskipun tanpa dukungan listrik dan sinyal komunikasi yang memadai, serta dengan kondisi sumber air yang masih keruh. Ketersediaan genset yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri dalam koordinasi antara tim kesehatan fixed yang bertugas di puskesmas dan tim mobile yang melayani masyarakat di lapangan.

Pada hari pertama aktivasi layanan, Puskesmas Ketapang Nusantara mencatat sebanyak 29 pasien penerima manfaat. Jenis penyakit yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis, serta penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Selain itu, layanan kesehatan ibu tetap diberikan, termasuk pemeriksaan kehamilan dan pelayanan keluarga berencana.

Tim kesehatan yang bertugas merupakan Tim Medis MDMC DIY kloter ketiga yang berjumlah 10 personel, terdiri atas dokter, perawat, apoteker, dokter muda, serta mahasiswa kedokteran dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan RS PKU Muhammadiyah Nanggulan. Tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim fixed yang bertugas di puskesmas dan tim mobile yang menjangkau desa-desa terdampak dengan akses terbatas.

Meski layanan kesehatan telah berjalan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, antara lain alat pemeriksaan hemoglobin yang masa pakainya telah kedaluwarsa serta tambahan stok obat-obatan untuk mendukung layanan kesehatan bergerak. Tim UMY Rescue merencanakan penambahan suplai obat pada hari berikutnya guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Linge dan sekitarnya tetap optimal. (Jeed)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah – Kota Padang bukan hanya tentang ombak Pantai Air Manis atau semil....

Suara Muhammadiyah

14 May 2026

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Subuh yang syahdu di Wisma Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia ....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Berita

 BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sebagai bentuk aktualisasi peran kaum muda (Syubbanul Y....

Suara Muhammadiyah

5 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta melalui Majelis Pembin....

Suara Muhammadiyah

16 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Ban....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah