Wamenag RI: Masjid Berkemajuan Harus Jadi Motor Transformasi Sosial

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
494
Dr Romo HR Muhammad Syafii SH., MHum. Foto: Cris

Dr Romo HR Muhammad Syafii SH., MHum. Foto: Cris

BATU, Suara Muhammadiyah - "Masjid berkemajuan sebagai pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat," menjadi tema Rakernas II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Menteri Agama RI memandang, tema sangat relevan di tengah realitas kehidupan kemasjidan sekarang. 

"Masjid selama ini belum maju, karena belum sesuai dengan aktivitas masjid yang sesungguhnya," ungkapnya, Ahad (26/10) saat pidato penutupan Rakernas II di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Batu-Malang, Jawa Timur.

Jika ditelusur pada kehidupan Nabi Muhammad Saw, masjid dikonstruksikan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Pada saat itu, Nabi mendirikan Pasar Al Souq Manakhah yang dibuat dengan penuh kebersamaan dan keadilan.

"Rasulullah merekomendasikan membangun pusat pasar, membangun pusat ekonomi, proses jual beli tidak boleh jauh dari masjid," terangnya.

Di samping itu, masih pada zaman itu, masjid menjadi pusat ilmu. "Pusat pemberdayaan pendidikan untuk level tertentu, bisa dilakukan di masjid," ujarnya. Bahkan, sampai saat ini, masih ada masjid di Makkah, majid sebagai pusat pendidikan. "Dan ini, belum banyak dilakukan masjid di Indonesia," sambungnya.

Karena itu, Romo mendorong Majelis Tabligh PP Muhammadiyah harus bisa merumuskan konsep masjid yang sesuai dengan kebutuhan umat. "Dan itu masjid berkemajuan, yang diinisiasi Majelis Tabligh. Karena masjid berkemajuan merupakan sebuah keniscayaan," tegasnya.

Romo mendukung program Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dalam pengembangan konsep masjid berkemajuan. Menurutnya, masjid berkemajuan meletakkan basis elemen vital pada pemenuhan aspek-aspek masyarakat.

"Orang tidak punya modal carinya ke masjid. Anaknya mau sekolah, ambil (dana pendidikan) ke masjid," ucapnya, menekankan adanya peluang besar untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan sosial. 

“Kekuatan Muhammadiyah ada pada jaringan dan sistemnya. Kalau konsep masjid berkemajuan ini dijalankan serius dan terukur, maka akan lahir masjid-masjid yang menjadi motor transformasi sosial,” imbuhnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 40 perusahaan, 4 di antaranya secara online menyampaikan c....

Suara Muhammadiyah

30 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1446 H, Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan Kembali ditorehkan oleh santri tingkat MA KM Ka....

Suara Muhammadiyah

6 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, ME....

Suara Muhammadiyah

29 November 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan doktor b....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025