WARSPAT, Panggung Kreativitas dan Unjuk Potensi SMAM DUMA

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

620
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TANGSEL, Suara Muhammadiyah — Pembagian rapor di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang pada Sabtu (20/6/2026) bersamaan dengan perayaan unjuk kreativitas para siswa. Lapangan Ahmad Dahlan Sport Center yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler lainnya, berubah menjadi arena pameran karya siswa dan panggung seni yang dipenuhi antusiasme pengunjung.

Di sudut lapangan terdapat deretan stan berwarna-warni yang menampilkan berbagai produk hasil karya siswa, mulai dari olahan makanan dan minuman hingga kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya. Di sisi lain lapangan lainnya, alunan musik, pertunjukan tari, dan teater bergantian menghibur para orang tua, guru, dan siswa yang memadati lokasi kegiatan.

Kegiatan bertajuk WARSPAT (War of Student Product and Art) tersebut menjadi ruang unjuk potensi minat dan bakat bagi para siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran yang telah mereka kembangkan selama satu semester. Tidak hanya memamerkan hasil akhir, para siswa juga menunjukkan proses panjang yang mereka lalui, mulai dari merancang ide, memproduksi karya, hingga mempresentasikannya secara langsung kepada pengunjung.

Dalam sambutannya, wakil Kepala SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang Bidang Kesiswaan, Arif Budianto, mengatakan bahwa WARSPAT merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang seni dan kreativitas.

“Tema ini berangkat dari potensi minat bakat seni dari para siswa, bakat musik, tari, dan bakat-bakat lainnya. Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir seniman-seniman terbaik dari sekolah kita yang kelak akan menjadi seniman terkemuka di Indonesia,” ujarnya.

Saat di temui, Arif juga menambahkan bahwa pendidikan itu tidak cukup hanya dilihat dari capaian akademik yang tercermin dalam rapor semata. Tetapi lebih dari itu, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membantu peserta didik menemukan, mengasah, dan menampilkan potensi terbaik yang mereka miliki.

Semangat tersebut terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak percaya diri ketika mereka memamerkan kreativitas mereka kepada para pengunjung. Para siswa ini mengunjukkan berbagai karya kreatif yang lahir dari proses pembelajaran di sekolah.

Di area panggung, tepuk tangan penonton berulang kali menggema setiap kali penampilan berakhir. Berbagai pertunjukan yang disajikan menunjukkan keberanian siswa untuk tampil di hadapan publik sekaligus memperlihatkan kemampuan yang telah mereka latih selama berbulan-bulan.

Guru pembimbing yang membina kegiatan WARSPAT, Julian Pranata, juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari pembelajaran seni bagi siswa kelas XI yang selama ini telah mempelajari pelajaran praktik musik dan teater di dalam kegiatan belajar mengajar.

“WARSPAT adalah pentas akhir kelas XI yang menampilkan seni musik dan seni teater yang telah dipelajari selama proses pembelajaran. Selain untuk mengukur tingkat pemahaman praktik siswa dalam musik dan teater, kegiatan ini juga menjadi sarana ekspresi bagi mereka,” katanya.

Julian menambahkan, biasanya selalu ada kejutan baru di setiap penyelenggaraan WARSPAT. Kejutan itu muncul dari ide dan konsep kreatif yang dilahirkan oleh para siswa.

“Dari WARSPAT sering muncul ide-ide dan gebrakan baru. Konsep yang dihadirkan siswa juga menumbuhkan semangat berkompetisi secara positif antar-kelas. Mereka saling menunjukkan kreativitas terbaik untuk menjadi yang terbaik di angkatannya,” ujarnya.

Bagi para siswa, WARSPAT bukan sekadar acara tahunan atau tugas akhir pembelajaran. Di balik setiap karya dan ekspresi yang dipamerkan pada setiap penampilan yang ditampilkan, terdapat proses panjang yang mengajarkan kerja sama, disiplin, komunikasi, dan tanggung jawab.

Salah satu siswa kelas XI, Enssenada Aquila, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Dalam proses latihan, kami banyak belajar tentang kerja sama, komunikasi, dan kekompakan,” tuturnya.

Pelaksanaan WARSPAT yang bertepatan dengan pembagian rapor menghadirkan suasana yang berbeda bagi para orang tua. Mereka tidak hanya menerima laporan hasil belajar putra-putri mereka dalam bentuk angka dan nilai akademik, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung bagaimana kreativitas, keberanian, dan keterampilan anak-anak mereka tumbuh melalui proses pendidikan di sekolah.

Lebih dari sekadar pameran karya dan pentas seni, WARSPAT menjadi potret bahwa pendidikan yang bermakna lahir ketika siswa diberi ruang untuk berkarya, berekspresi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah, kegiatan WARSPAT ini menjadi bukti bahwa sekolah dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga percaya diri, inovatif, dan siap menghadapi masa depan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Download Logo Milad 60 IMM, Tema “Seutuhnya Indonesia” JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pa....

Suara Muhammadiyah

14 March 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Suasana semangat dan haru menyelimuti lapangan SMP Muhammadiyah 2 Kalas....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi berdiri pada 2016 dan teru....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Upaya menanamkan kesadaran orang tua dalam mendidik anak dan menja....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gelak tawa ratusan anak sekolah dasar bergema di Lapangan Sepa....

Suara Muhammadiyah

20 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah