Wisuda 1.860 Mahasiswa, UNIMUS Perkuat Komitmen Cetak Lulusan Unggul dan Berkemajuan
SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melepas sebanyak 1.860 wisudawan dalam Wisuda ke-50, Selasa-Rabu, 3–4 November 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) UNIMUS.
Sebanyak 1.860 wisudawan tersebut terdiri atas 57 lulusan program Magister, 186 lulusan program Profesi yang meliputi Profesi Dokter, Dokter Gigi, Bidan, dan Ners, serta 12 lulusan program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Selain itu, terdapat 1.203 lulusan program Sarjana dan 402 lulusan program Diploma.
Rektor UNIMUS Masrukhi menyampaikan, wisuda merupakan momen kebahagiaan, tidak hanya bagi para lulusan, tetapi juga orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka. Berbagai dinamika dan pengalaman selama menempuh pendidikan kini menjadi bagian dari perjalanan yang berhasil dilalui.
"Kami menyadari bahwa setiap mahasiswa yang datang ke UNIMUS membawa harapan besar dari orang tua dan keluarganya. Karena itu, kami berkomitmen mendidik mereka dengan sebaik-baiknya, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, serta membina nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kepada seluruh mahasiswa," ungkapnya.
Menurut Masrukhi, lulusan UNIMUS diharapkan memiliki kompetensi keilmuan sesuai bidang studi masing-masing, sekaligus dibekali keimanan, ketakwaan, dan kedekatan kepada Allah SWT. Bekal tersebut penting agar para lulusan mampu menjalankan peran profesionalnya tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan perkembangan layanan kesehatan UNIMUS melalui rumah sakit Unimus. Baru-baru ini, rumah sakit UNIMUS menyelenggarakan pertemuan tahunan yang dihadiri sekitar 30 ahli kanker dari berbagai negara di Asia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran layanan pengobatan kanker menggunakan teknologi cryosurgery.
"Ini merupakan salah satu perkembangan baru dalam pengobatan kanker yang sangat prospektif. Mudah-mudahan layanan ini dapat memberikan manfaat dan maslahat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Adhrial Refaddin menyampaikan, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk melihat sejauh mana pendidikan mampu membentuk individu yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"UNIMUS telah membuktikan keunggulannya dan terus bertumbuh. Namun, yang perlu kita dorong bersama bukan hanya bagaimana menghasilkan banyak lulusan, melainkan seberapa besar para lulusan itu mampu memberikan dampak bagi masyarakat," tuturnya.
Adhrial juga mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, jabatan, maupun prestasi. Di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat, setiap individu perlu memiliki kemampuan untuk menentukan prioritas dan memahami makna kecukupan dalam hidup.
"Audit kebahagiaan dan dampak yang kita berikan kepada orang lain. Secara akademik, lihat apakah hasil riset kita benar-benar bisa berguna bagi masyarakat. Jangan sampai kita mengorbankan ketenangan diri demi mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya," pesannya.