Zero Waste Jadi Gaya Hidup, Dosen UM Bandung Ungkap Beragam Manfaatnya

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

431
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Noviani Arifina Istiqomah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak lingkungan melalui penerapan gaya hidup zero waste.

“Sampah yang kita hasilkan tidak pernah benar-benar hilang. Namun, hanya berpindah tempat dan meninggalkan jejak kerusakan yang jauh lebih lama dibandingkan dengan masa pemakaiannya,” ujar Noviani, seperti dikutip dari kanal YouTube UM Bandung.

Noviani menjelaskan bahwa konsep zero waste merupakan upaya untuk meminimalkan limbah semaksimal mungkin dengan pendekatan yang realistis dan berkelanjutan.

“Zero waste merupakan upaya kita untuk mengurangi sampah secara sadar melalui pola konsumsi yang lebih bijak tanpa harus menuntut kesempurnaan secara instan,” jelasnya.

Dia juga mendorong masyarakat untuk mulai berani menolak penggunaan barang sekali pakai yang tidak esensial dalam aktivitas sehari-hari.

“Selain itu, kita juga bisa menerapkan strategi pengelolaan sampah melalui konsep 5R. Apa itu? Yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengomposkan),” terangnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa membuang makanan sama halnya dengan menyia-nyiakan berbagai sumber daya penting, seperti air, energi, dan tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksinya.

“Sampah makanan adalah masalah besar. Oleh karena itu, kita harus belajar menghargai setiap butir nasi dengan cara menghabiskannya dan mengolah sisa organik menjadi kompos,” tuturnya.

Menurutnya, perubahan pola pikir juga menjadi faktor krusial dalam membentuk kebiasaan hidup. Terutama di tengah kecenderungan perilaku konsumtif yang sering kali dilakukan secara otomatis tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

“Dunia lebih membutuhkan jutaan orang yang mau berproses meskipun perlahan, daripada segelintir orang yang melakukannya dengan sempurna,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya komitmen dan kemauan yang kuat dari setiap individu dalam menerapkan gaya hidup zero waste.

“Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai. Yang penting adalah adanya kemauan yang kuat untuk berubah secara bertahap dan konsisten demi masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Dia pun berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terus berkembang menjadi sebuah gerakan yang luas, masif, dan berkelanjutan.

“Mari kita mulai dari langkah kecil yang konsisten. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kondisi lingkungan kita di masa depan,” pungkasnya.***(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMSU sukses menggela....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah -  Impian Muhammadiyah Boarding School (MBS) Limpung, Batang memilik....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

Tiga Prinsip Sukses Ala Achmad untuk Mahasiswa UMRI: Takwa, Usaha, dan Istiqamah PEKANBARU, Suara M....

Suara Muhammadiyah

18 September 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Worksh....

Suara Muhammadiyah

8 September 2026

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Keluarga besar Muhammadiyah Kapanewon Girisubo menggelar Sya....

Suara Muhammadiyah

12 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah