Abdullah Mukti Tegaskan DNA dan Daya Sekolah Muhammadiyah

Publish

4 September 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1564
Dok. Istimewa

Dok. Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Mengakhiri kegiatan kunjungan belajarnya, rombongan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik bersama para kepala sekolah/madrasah transit di Gedoeng Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta. 

Mereka disambut Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdullah Mukti MPd, Selasa (3/9). Dalam paparannya, Mukti memotivasi peserta study visit tentang DNA sekolah Muhammadiyah, yaitu kreatif, inovatif, unggul, dan berkemajuan. 

"Sekolah besar rawan terjadi dinamika transformasi/manajemen perubahan. Pertama karena merasa sudah besar, kedua karena mereka terjebak pada rutinitas dan birokratis," ujarnya. 

Ketiga, lanjut Mukti, sebagian besar mereka mengalami fixed mind set. Dan keempat, merasa tidak ada tantangan. "Hati-hati yang sudah besar, harus siap dengan banyak masalah," ungkapnya disambut tawa para peserta. 

Paling penting, kata dia, baik sekolah kecil atau besar harus punya tiga hal. Pertama, dream. "Harus punya mimpi, berapa siswa, punya apa satu dua tahun ke depan," tegasnya.

Kedua, believe. "Harus yakin sekolahnya ini besar. Yakin itu penting," ujarnya. Ketiga, pray and will. "Siapa yang sudah punya program rutin shalat Subuh di sekolah bersama murid dan orang tua. Jadi nyogoknya ke Gusti Allah jangan hanya pas mau ujian aja," sindirnya disambut tawa para peserta.

Tak cukup tiga hal yang disebutkan, Mukti menambahkan empat daya. Pertama daya panggil. "Kita tidak cukup punya daya panggil, tapi harus punya daya kreasi," ujarnya. 

Ia mencontohkan, setelah pagi tadi peserta berkunjung ke SD Unggulan 'Aisyiyah Bantul, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunung Kidul, serta SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, what's next? "Jangan sama dengan sekolah yang telah dikunjungi, harus beda, karena lain ladang lain belalang," tuturnya. 

Ketiga, harus punya daya cipta. "Buat sesuatu yang baru dari inspirasi yang diperoleh. Dan lagi-lagi harus punya daya keyakinan," tegasnya. 

Oleh karena itu, Mukti menegaskan perlunya kita menciptakan segmentasi sekolah. "Ismuba itu bukan segmentasi sekolah, itu golden habit, yang wajib ada di setiap sekolah Muhammadiyah," kata dia.

Menurutnya, sekolah/madrasah Muhammadiyah perlu menentukan sassion; branding sekolah/madrasah masing-masing. "Boleh akademik/keagamaan, green school, digital and robotic, quranic science, bahasa, budaya and international class, atau talent/keberbakatan. Tapi jangan semuanya pingin diambil, fokus aja," tegasnya. (Sari/Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Kabar membanggakan datang dari dunia Pendidikan Daerah Istimewa Y....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggala Kota Makassar, Ahad 22 Ok....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat milad ke....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - UMSU Bisa Jadi Ikon Baru di Deli Serdang. Ketua Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

18 April 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Wacana transformasi pendidikan nasional memasuki babak baru yang sang....

Suara Muhammadiyah

17 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah