YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dibawah guyuran hujan deras di pagi hari Ahad 11 Januari 2026 tidak menyurutkan semangat para muballighat dakwah Islam Berkemajuan untuk menghadiri agenda Pertemua Antar Daerah (PAD) Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DI Yogyakarta. Bahkan utusan dari MTK PDA Gunungkidul yang paling jauh asalnya, sudah hadir di awal waktu saat hujan sedang deras-derasnya.
Kesempatan itu dimanfaatkan untuk sesi foto dokumentasi sekaligus “nglarisi” bazar UMKM ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta. Acara digelar di aula utama kompleks Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta) jalan Sultan Agung ni. 14 Kemantren Mergangsan. Dihadiri oleh Pimpinan dan anggota MTK PWA, PDA Kota Yogyakarta, MTK PDA Kota Yogyakarta beserta utusan MTK PDA se-DIY, serta mengundang Ketua MTK PCA se-Kota Yogyakarta.
Dra. Mulyani Munir ketua MTK PDA Kota Yogyakarta, dalam sambutannya selaku tuan rumah menyatakan rasa syukurnya atas izin Allah PAD MTK PWA DIY di Kota Yogyakarta. “Moment PAD merupakan ikhtiyar bersama para muballighat ‘Aisyiyah untuk terus mengasah diri saling belajar berperan dalam dakwah yang menyejukkan, mencerahkan dan memajukan dengan hikmah dan pengajaran yang baik sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125,” Tandasnya. Selanjutnya Ani mengungkapkan permohonan pada MTK PWA DIY untuk pengarahan dan penguatannya untuk Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) Kota Yogyakarta, agar ‘Aisyiyah semakin meningkat perannya dalam dakwah pencerahan. Dakwah yang tidak hanya billisan (ceramag) tetapi sekaligus bilhal menjawab kebutuhan masyarakat luas.
Rowiyah Muhsin, S. Ag Ketua PDA Kota Yogyakarta dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para peserta PAD dari MTK PDA se-DIY. “PAD yang juga merupakan pertemuan antar Mubalighat ‘Aisyiyah adalah moment penting untuk memajukan gerak dakwah perempuan berkemajuan, karena silaturahim akan membukakan pintu-pintu rizki ilmu kesehatan dan persaudaran, sekaligus memperpanjang usia dakwah yang terus berkembang memberi kebermanfaatan kepada umat manusia“ tandasnya.
Rowiyah selanjutnya menyampaikan pesan dari akar rumput saat Bincang (Bina Cabang) dan SiCanting (silaturahim Cabang dan Ranting) yang rangkaian acaranya baru saja selesai digelar, bahwa Cabang dan Ranting menanti-nantikan adanya kurikulum pengajian yang sistematis berisi materi-materi praktis aplikatif untuk bekal kesuksesan hidup dunia akhirat.
Dra. Hasta Dewi, Ketua MTK PWA DIY yang hadir bersama pimpinan lainnya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya baik pada tuan rumah (PDA Kota Yogyakarta) maupun para undangan dari PDA se-DIY dan PCA se-Kota Yogyakarta yang sudah hadir untuk mensukseskan acara PAD MTK PWA DIY. “PAD salah satu kegiatan rutin MTK PWA DIY adalah media konsolidasi kelembagaan dan program kegiatan, dan PAD diawal tahun 2026 bertema “Optimalisasi Pelaksanaan Program” untuk mengevaluasi program-program yang telah kita laksanakan sepanjang tahun 2025 baik di tingkat wilayah maupun seluruh daerah sekaligus untuk merumuskan program penguatan dan percepatan di sepanjang tahun 2026 yang akan kita jalani agar dak-dakwah ‘Aisyiyah di seluruh wilayah DIY semakin “Berdaya Bergerak dan Berdampak.” Pesannya.
Menggarisbawahi evalusi dan paparan program Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Hasta juga memberi penekanan pada persiapan dakwah ‘Aisyiyah wilayah dan daerah menyambut moment bulan Ramadhan 1447 H, dengan menyemarakkan kegiatan-kegiatan pengajian, santunan dan lain-lain dengan memperkuat bentuk kegiatan lintas majelis. Sebagaimana yang sudah dipersiapkan oleh tim MTK PWA DIY Buku Pedoman Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) yang sudah selesai disusun dan sebentar lagi akan diterbitkan.
(S. Intani)

