Alam Sehat Untuk Generasi Hebat

Publish

27 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
113
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Alam Sehat Untuk Generasi Hebat 

Penulis: Amalia Irfani, LPPA PWA Kalbar/Dosen IAIN Pontianak

Hidup berkualitas dengan indikator produktif hingga usia senja tidak semata karena Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetapi juga ikut ditentukan oleh keadaan alam dengan lingkungan hijau, misalnya taman, hutan, pantai, danau yang bersih, tenang, serta memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Lingkungan seperti ini akan meningkatkan imun, membuat tubuh lebih bugar melalui fitonsida (phytoncides) yakni  senyawa organik antimikroba alami yang dilepaskan oleh tumbuhan dan pohon dapat memberikan efek relaksasi, menurunkan stres, serta meningkatkan sel imun saat dihirup manusia. Alam yang sehat akan meningkatkan suasana hati untuk merasa bahagia.

Keadaan tersebut didambakan banyak individu dibelahan dunia manapun, yakni menua tanpa membutuhkan dominan bantuan orang lain, tanpa merepotkan anak cucu. Bahkan sebaliknya di usia tersebut membuat mereka (lansia) semangat untuk terus berkarya, tetap menebar manfaat. Masyarakat dunia tanpa terkecuali di Indonesia, kembali ke alam dengan pola hidup berkelanjutan (sustainable living) atau hidup ramah lingkungan (green living).

Kita lihat misalnya beberapa waktu ini, Indonesia tanpa terkecuali di Kota Pontianak Kalimantan Barat "demam" mengkonsumsi kukusan yang didorong oleh konten menarik media sosial oleh para influencer yang semakin sering mengulas,  menampilkan makanan realfood, diet rendah lemak untuk hidup bugar. Konten tersebut nyata menyihir berbagai kalangan tua muda, masyarakat kota maupun pedesaan untuk kembali melirik sajian alam yang dulu dirasakan kampungan, tidak modern, tetapi sekarang sajian tersebut menjadi salah satu menu favorit di rumah makan dan restoran bahkan hotel berbintang.

Dari pengamatan yang penulis lakukan di beberapa sudut jalan protokol Kota Pontianak. Sarapan tidak lagi identik dengan makan bubur, nasi kuning dan lontong, tetapi mulai bergeser pada makanan kukusan seperti jagung, umbi-umbian, telur rebus. Para pedagang ini biasanya ada disudut jalan utama, dekat dengan lokasi sekolah, kantor.  Harga yang ramah dikantong dengan packaging sederhana,  tampak bersih dan menarik, membuat banyak pengendara singgah untuk membeli sebagai bekal sekolah, atau sekedar mampir karena penasaran apa yang dijual.

Dalam kajian sosial, trend back to nature dapat disebut perubahan sosial, bergesernya nilai dan norma. Ini mencerminkan respons masyarakat terhadap modernisasi, yang sering kali berbentuk pergeseran gaya hidup ke arah ekologis (eco-friendly).

Menjaga Lingkungan, Menjaga Generasi 

Lalu bagaimana cara menjaga lingkungan alam tetap sehat, segar dan tidak tercemar. Jawabannya tentu dengan menjaga keseimbangan alam agar tidak terjadi eksploitasi alam berlebihan, deforestasi (alih fungsi lahan), polusi karena limbah plastik dan industri. Secara umum masalah lingkungan di Indonesia karena sampah dan pencemaran di tanah, air, laut, udara. Kemudian banjir, kerusakan hutan (deforestasi), kerusakan ekosistem pesisir, penurunan keanekaragaman hayati, kelangkaan air bersih serta pemanasan global.

Allah SWT berfirman dalam surah Ar Rum ayat 41:  “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Banjir bandang dan tanah longsor besar melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November 2025 adalah satu dari sekian contoh konkrit rusaknya alam  akibat deforestasi, akibat keserakahan manusia. Hutan tidak lagi dapat melakukan fungsinya seperti menyerap air hujan karena penebangan liar yang membuatnya gundul. Padahal sama seperti kita manusia tumbuhan sebagai makhluk hidup meliputi ciri-ciri biologis seperti bernapas, memerlukan nutrisi, tumbuh dan berkembang biak, peka terhadap rangsangan (iritabilitas), serta memiliki struktur sel dan DNA. Manusia, hewan dan tumbuhan juga mengalami siklus hidup,  dan mengalami proses metabolisme untuk energi.

Maka, solusi terbaik tidak lain adalah edukasi ke masyarakat dengan menerapkan 4R,  Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (daur ulang), dan Replace (mengganti bahan tidak ramah lingkungan). Selain pemerintah harus tegas, konsisten menegakkan regulasi lingkungan secara ketat, melakukan reboisasi, mengelola limbah/sampah, dan melindungi kawasan konservasi.


Komentar

gunung

Cara Membatalkan 𝐏engajuan P𝐢njam𝚊n (Rupiah Cepat)Kamu bisa menghubungi layanan Live Chat Via WhatsApp di -(+O899-99O9_74_7), jelaskan dengan baik alasan ingin Melakukan Pembatalan, dan ikuti langkah-langkah Pembatalan yang di instruksikan

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Upaya IMM dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Oleh: Hendra Apriyadi Kekerasan di satuan pend....

Suara Muhammadiyah

17 October 2023

Wawasan

Etika Ekologis dalam Ibadah Ramadhan Oleh : Gufron Amirullah, Dosen Uhamka, Wakil Sekretaris Majeli....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Wawasan

Tanggapan atas putusan Mahkamah Konstitusi tentang Syarat Usia Capres-Cawapres Oleh: Dr. phil. Ridh....

Suara Muhammadiyah

17 October 2023

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Islam adalah agama yang memadukan jiwa dan raga secara utuh. Dengan menjalankan....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan  Sebelum Abu Bakar wafat, ia menominasikan penasihat militernya, Umar bin ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023