SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sinergi tiga elemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yakni Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi (Prodi) S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr), menjadi salah satu penggerak Archfest 2026 sebagai ruang kolaborasi dunia arsitektur di Solo Raya. Gelaran tersebut mempertemukan akademisi, mahasiswa, arsitek muda, dan praktisi untuk berbagi gagasan, karya, serta pengalaman.
Perhelatan arsitektur tahunan tersebut digelar di kawasan cagar budaya Pura Mangkunegaran, Surakarta. Memasuki penyelenggaraan ketiga, Archfest 2026 menjadi wadah perjumpaan berbagai elemen arsitektur, mulai dari praktisi, akademisi, mahasiswa S1 Arsitektur, hingga mahasiswa Program Profesi Arsitek (PPAr) se-Solo Raya.
Melalui sesi presentasi, peserta berkesempatan mengenal beragam karya arsitektur, mulai dari proyek arsitek profesional hingga rancangan mahasiswa. Salah satunya studi rancangan Wisma 58 di kawasan Penumping yang mencakup fasilitas gedung konvensi, hotel, dan kafe. Selain itu, dipresentasikan pula pengkajian desain homestay di kawasan Mantrijeron, Yogyakarta.
Perwakilan panitia Archfest 2026, Dr. Ar. Ir. Qomarun, ASEAN Eng, IAI, IPM, M.M., mengatakan Archfest terus mengalami perkembangan sejak pertama kali diselenggarakan. Setelah sebelumnya digelar di pusat perbelanjaan seperti Solo Square dan Paragon Mall, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda melalui pemanfaatan ruang heritage Pura Mangkunegaran.
“Archfest adalah perayaan arsitektur setahun sekali di Kota Solo. Gelaran ketiga ini menjadi istimewa karena merupakan hasil sinergi tiga entitas, yaitu Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr). Sinergi berkelanjutan ini diharapkan terus memperkuat ekosistem arsitektur di masa depan,” ungkapnya, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T., menilai Archfest 2026 menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat keterhubungan antara mahasiswa, akademisi, arsitek muda, dan profesional.
“Menurut saya, ArchFest 2026 merupakan ruang kolaborasi yang sangat positif bagi dunia arsitektur, khususnya di Kota Solo. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, arsitek muda, dan para profesional untuk bersama-sama berbagi gagasan, karya, dan pengalaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, Prodi Arsitektur UMS mengapresiasi sekaligus mendukung penyelenggaraan Archfest 2026. Menurutnya, ruang kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan agar keterhubungan antara perguruan tinggi, komunitas, profesional, dan masyarakat semakin kuat.
“Kami dari Prodi Arsitektur UMS sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ke depan, kami berharap ArchFest dapat terus berkembang menjadi forum kolaborasi yang lebih luas, inovatif, dan berkelanjutan antarperguruan tinggi, komunitas, profesional dan masyarakat, sekaligus semakin mengangkat kekayaan arsitektur dan heritage Kota Solo,” tambahnya.
Salah satu rangkaian yang mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat adalah architour yang digelar pada Minggu. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak menyusuri kawasan Pura Mangkunegaran yang memiliki luasan sekitar 500×500 meter persegi sekaligus mengenal nilai dan karakter arsitektur historis yang terdapat di dalamnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya menjadi ruang bagi kalangan profesional dan akademisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat dalam mengenali sejarah, budaya, dan identitas kota.
Rangkaian Archfest 2026 berlangsung pada tanggal 25-27 September 2026 mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni pameran karya arsitektur, sesi talkshow dan presentasi proyek, serta eksplorasi kawasan melalui architour yang terbuka bagi masyarakat umum.
“Semoga ArchFest terus menjadi ruang bersama untuk belajar, berkarya, dan merayakan arsitektur,” pungkas Nur Rahmawati. (Basir/Fika/Humas)

