TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengunjungi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (FH UMT). Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara parlemen dan akademisi untuk memperkuat pemahaman mengenai diplomasi parlemen serta kerja sama antarparlemen di tengah dinamika global.
Delegasi BKSAP DPR RI dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A. Mereka diterima Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Dr. Warsito, M.Si., serta Dekan FH UMT Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan Fakultas Hukum UMT.
Agenda yang berlangsung di Kampus UMT, Cikokol, Kota Tangerang, itu merupakan bagian dari BKSAP Day di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Senin, 5 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, BKSAP DPR RI menyampaikan paparan yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dekan FH UMT.
Dalam kunjungan tersebut, Dekan Fakultas Hukum UMT Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H. memaparkan profil dan sejumlah program unggulan Fakultas Hukum UMT kepada delegasi BKSAP DPR RI.
Paparan tersebut menjadi kesempatan bagi FH UMT untuk memperkenalkan arah pengembangan fakultas, berbagai program yang menjadi kekuatan akademik, serta upaya FH UMT dalam menyiapkan mahasiswa hukum agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia hukum. Pemaparan program unggulan tersebut sekaligus menunjukkan posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia dan memperluas wawasan generasi muda mengenai persoalan nasional maupun global.
Pertemuan itu membuka ruang bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa hukum, untuk memahami secara lebih dekat kerja diplomasi parlemen Indonesia. Diplomasi parlemen menjadi salah satu jalur kerja sama yang mempertemukan lembaga legislatif Indonesia dengan parlemen negara lain dalam berbagai isu strategis.
Bagi lingkungan perguruan tinggi, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan kajian akademik dengan praktik hubungan antarparlemen dan dinamika kerja sama internasional.
Kehadiran BKSAP di FH UMT menunjukkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memperluas perspektif mengenai hubungan internasional dan diplomasi parlemen.
Konsep “Diplomasi Berkemajuan” menjadi relevan dalam konteks tersebut. Diplomasi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas antarlembaga negara, tetapi juga sebagai ruang pertukaran pengetahuan yang melibatkan akademisi dan generasi muda.
Dengan latar belakang pendidikan hukum, mahasiswa FH UMT memiliki ruang untuk memahami bagaimana hukum, kepentingan nasional, dan hubungan antarnegara saling berkaitan dalam praktik diplomasi.
Selain Muhammad Husein Fadlulloh, delegasi BKSAP DPR RI yang hadir terdiri atas H. Didik Haryadi, S.T., S.H.; Robert Joppy Kardinal, S.A.B.; Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si.; Amelia Anggraini, S.I.Kom.; Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag.; Elpisina, S.Sos., M.Si.; Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E.; Hj. Meitri Citra Wardani, S.H.; Sigit Purnomo, S.A.P., S.H.; Surya Utama, S.I.P.; Faujia Helga Br. Tampubolon bersama jajaran Sekretariat Kerja Sama Bilateral BKSAP DPR RI.
Dari UMT, kegiatan dihadiri Wakil Dekan I FH UMT Undang Prasetya Umara, S.H., M.H.; Wakil Dekan II FH UMT Dr. Shofa Fathiyah, S.Sy., M.H.; GPM FH UMT Imran Bukhari Razif, S.H., M.H.; Ketua Program Studi Ilmu Hukum Ulil Albab, S.H.I., M.H.; serta Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Harmoko, S.H., M.H.
Kunjungan BKSAP DPR RI ke FH UMT mempertemukan dua perspektif: pengalaman kelembagaan parlemen dalam menjalankan diplomasi dan perspektif akademik dalam mengembangkan pengetahuan hukum. Pertemuan ini juga memperkuat gagasan “Diplomasi Berkemajuan”, yakni diplomasi yang membuka ruang interaksi lebih luas dengan perguruan tinggi dan generasi muda.
Pertemuan BKSAP DPR RI dengan FH UMT diharapkan memperkuat hubungan antara lembaga parlemen dan perguruan tinggi sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai diplomasi, hukum, kerja sama internasional, dan isu-isu global yang berdampak terhadap Indonesia.

