Dakwah Bukan Sekadar di Mimbar, tetapi Mewujud dalam Amal Nyata

Suara Muhammadiyah

27 September 2026

51
Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

GRESIK, Suara Muhammadiyah — Pada hakikatnya dakwah tidak hanya sekadar di mimbar ataupun pengajaran, tetapi melongok dakwahnya Kiai Dahlan tampak kentara diwujudkan dalam amal nyata untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada dalam bentuk amal usaha.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai di Alun-Alun Sangkapura, Gresik, Jawa Timur, Jumat (25/9).

Menurut Salmah, dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak berhenti pada aktivitas pengajaran, tetapi diterjemahkan dalam berbagai bentuk amal usaha untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Semangat tersebut merupakan bagian dari warisan perjuangan KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah Dahlan dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan," ujarnya.

Dalam konteks pemberdayaan perempuan, Salmah menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun pengetahuan, keberanian, dan kemandirian perempuan.

“Ibu Walidah Dahlan itu juga mempelopori gerakan perempuan berkemajuan. Jadi melalui pendidikan, beliau mendorong kita semua, perempuan-perempuan ‘Aisyiyah, agar memiliki ilmu, memiliki keberanian, kemandirian, serta mampu berperan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” paparnya.

Salmah juga menegaskan, pentingnya memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan dan kesehatan, termasuk penyandang disabilitas. Sehingga pelayanan yang dikembangkan oleh ‘Aisyiyah ditujukan bagi masyarakat secara luas, bukan hanya warga ‘Aisyiyah.

“Tidak ada satu pun orang yang tertinggal, no one left behind. Semua harus merasakan akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses lain bagi seluruh masyarakat, tidak hanya warga ‘Aisyiyah,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut MPK PP ‘Aisyiyah juga meresmikan tiga layanan yakni Rumah Kader ‘Aisyiyah Tunas Tangkas, Rumah Lansia Sehat Sakinah Berkarya Berdaya ‘Aisyiyah, dan Rumah Layanan Intervensi Gerakan ‘Aisyiyah Layani Disabilitas (GALA) di PCA Sangkapura Bawean.

Salmah menjelaskan, tiga layanan yang diluncurkan di Bawean diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan kaderisasi dengan pelayanan masyarakat.

“Rumah Kader menghasilkan atau melopori penggerak, para penggerak. Kemudian layanan disabilitas dan layanan lansia itu adalah bentuk pelayanan yang prima, bentuk pelayanan ‘Aisyiyah dari hati untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan tiga pusat layanan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bawean sekaligus memperkuat gerakan ‘Aisyiyah di wilayah kepulauan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bekerja....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah ....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Pergantian pejabat di perguruan tinggi bukan sekadar perubahan s....

Suara Muhammadiyah

27 August 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Sejak kelahiran pada tahun 1912 di Kampung Kauman Yogyakarta, Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam upaya mewujudk....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah