MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ratusan jagal Muhammadiyah (Jagalmu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan Kabupaten Magelang berkumpul di halaman SMK Muhammadiyah 2 Muntilan pada Ahad (3/05). Para jagal profesional ini melakukan apel kesiapsiagaan jagal Muhammadiyah dalam menyambut hari raya idul Qurban 1447 Hijriyah.
Usai apel para jagal ini mengikuti pelatihan tehnis persiapan penyembelihan hewan qurban. Kegiatan diikuti oleh 110 jagal yang berasal dari AUM, takmir masjid, dan Ranting Muhammadiyah yang tersebar di wilayah PCM Muntilan. Animo generasi muda mengikuti pelatihan jagalmu di PCM Muntilan cukup tinggi. Terbukti pada pelatihan angkatan ke 2 ini jumlah peserta meningkat dari sebelumnya.
Kegiatan ini merupakan kerja bareng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dengan PCM Muntilan bertujuan untuk memantapkan juru sembelih yang profesional dan amanah yang sesuai dengan syariat Islam.
Ketua panitia apel dan pelatihan Ridwan mengaku bangga karena jumlah peserta pelatihan banyak yang muda muda
“Kami bangga peserta pelatihan jagalmu banyak yang muda,” ujar Ridwan
Sementara dalam sambutan pembukaannya, Ketua PCM Muntilan Miftahudin, menekankan pentingnya keterampilan yang harus dimiliki para jagal Muhammadiyah dalam menyembelih hewan qurban yang sesuai tuntunan syariat Islam.
“Jagalmu merupakan salah satu syiar kebaikan dan salah satu ibadah yang harus sesuai tuntunan Rosululloh. Karena itu pelatihan ini agar masing masing takmir, masing masing masjid dapat menjalankan ibadah kurban sesuai tuntunan Rasulullah, “ kata Miftahudin. Ia pun menambahkan bahwa Qurban harus di-manage sesuai tuntunan dan harus bermanfaat bagi umat.
Dalam pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli yakni, Rahmat Abdul Gani, Sujito, dan Ahmad Bagus. Kehadiran tenaga profesional ini diharapkan mampu memberikan standar teknik pengelolaan penyembelihan hewan korban yang tepat, guna menunjang aspek ihsan panitia dalam penyembelihan hewan qurban.
“Pelatihan penyembelihan qurban sangat penting karena banyak warga Muhammadiyah punya kemampuan untuk kurban tetapi tidak mampu melakukan penyembelihan. Hal ini jangan sampai hewan yang halal jadi tidak halal gara gara salah dalam penyembelihan,” kata Rahmat Abdul Gani.
Menurutnya, keberadaan jagal halal yang ahli di bidangnya sangat krusial, terutama dalam mencukupi kebutuhan jagal saat hari raya idul adha.
Selain teori fiqih dan adab penyembelihan hewan qurban, para peserta juga dibekali praktik langsung cara memilih hewan qurban, cara tali temali, cara asah bilah, dan cara merebahkan hewan qurban. Uniknya, praktik pelatihan ini belajar cara menyembelih dan menguliti hewan qurban dengan menggunakan hewan kurban yang sebenarnya
Melalui pelatihan ini, Jagalmu PCM Muntilan berharap kualitas penyelenggaraan ibadah kurban maupun pemotongan hewan harian di wilayah Muntilan semakin meningkat kualitasnya, baik dari sisi teknis maupun pemenuhan syarat syar'i.
Acara apel dan pelatihan jagalmu diakhiri dengan menikmati makan bersama hasil praktek penyembelihan kambing. Para jagalmu ini menikmati masakan favorit tongseng kambing. (Nurul)

