Darul Arqam Paripurna IMM: Mentalitas Kuat, Gagasan Kuat

Publish

16 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
50
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Paripurna (DAP) tingkat nasional di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (14/4) malam. Kegiatan ini diikuti 46 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung selama enam hari ke depan.

Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menyambut para peserta yang hadir dari seluruh penjuru Indonesia.

“Selamat datang di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mudah-mudahan enam hari ke depan membawa gagasan baru dan pemikiran segar untuk IMM di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Darul Arqam Paripurna menjadi momentum penting untuk merumuskan arah gerakan IMM ke depan. Menurutnya, kader IMM tidak boleh terlena, melainkan harus terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman.

“DAP hari ini menjadi harapan kita semua untuk melahirkan pimpinan yang terbaik di masa depan. IMM harus terus bergerak dan tidak boleh stagnan,” tegas Nia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, S.Psi., M.Psi., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader pada level paripurna. Ia menyebut bahwa kader paripurna harus memiliki pola pikir yang lebih luas dan tidak lagi sektoral.

“Kalau sudah paripurna, pola pikirnya harus Indonesia. Indonesia itu kompleks, maka cara berpikirnya juga harus kompleks,” ungkapnya.

Riyan juga mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas dan persaudaraan dalam organisasi. Menurutnya, tantangan terbesar IMM saat ini bukan hanya pada intelektualitas, tetapi juga pada soliditas kader.

“Kalau kita tidak punya mental yang sehat, maka yang dikorbankan adalah masa depan Muhammadiyah. Infrastruktur sudah luar biasa, tapi kalau tidak dijaga, siapa yang akan merawat ke depan,” jelasnya.

Ia berharap melalui DAP ini, kader IMM mampu meningkatkan kualitas berpikir sekaligus berorientasi pada aksi nyata. “Jangan berpikir hanya untuk berpikir, tapi berpikir untuk bergerak. IMM harus melahirkan kader yang berdampak,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. Hardi Winoto, M.Si., menegaskan bahwa IMM bukan sekadar tempat berhenti dalam proses kaderisasi, melainkan ruang keberlanjutan pengabdian.

“Arena IMM itu bukan tempat pemberhentian, tapi tempat keberlangsungan. Banyak yang setelah tidak menjadi mahasiswa justru tidak lagi aktif. Ini yang kami titipkan, agar tetap berkontribusi di ranting, cabang, daerah, maupun wilayah,” tuturnya.

Ia juga mengajak kader IMM untuk terus menjaga keterikatan dengan Muhammadiyah serta memanfaatkan amal usaha yang ada, termasuk Unimus, sebagai ruang gerakan dan pengabdian.

“UNIMUS terbuka untuk kegiatan IMM dan Muhammadiyah. Jangan sampai lepas dari Kemuhammadiyahan. Silakan manfaatkan amal usaha yang telah berdiri di Semarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hardi menekankan filosofi Muhammadiyah sebagai gerakan yang harus terus memberi manfaat dan bersinar di mana pun berada.“Di mana pun berada harus tetap bersinar. Muhammadiyah itu seperti matahari, tidak boleh redup. Tidak harus mayoritas, tapi harus kuat dan memberi cahaya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diwakili oleh Drs. H. Wahyudi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa Darul Arqam merupakan bagian penting dalam sistem perkaderan Muhammadiyah yang memiliki akar historis sejak masa Rasulullah.

“Perkaderan pertama dalam Islam dilakukan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Dari situlah lahir kader-kader yang kuat secara iman dan pemikiran,” terangnya.

Wahyudi juga menekankan pentingnya budaya literasi dalam perkaderan. Menurutnya, istilah “Arqam” memiliki makna menulis, yang mencerminkan pentingnya gagasan dan pemikiran dalam membangun peradaban.

“Untuk menulis, kita harus banyak membaca dan memiliki pemikiran luas. Maka kader IMM harus kuat dalam literasi dan gagasan,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga idealisme di tengah tantangan zaman yang cenderung pragmatis. “Kader IMM harus memiliki idealisme, berpikir keras, dan memiliki strategi dalam menghadapi kompleksitas zaman,” pungkasnya.

Acara selanjutnya disampaikan amanat sekaligus membuka acara oleh Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., selaku Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. (Fika)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah – Tapak Suci Putera Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil zakat, infak dan sedekah Muhammadiyah Kalimantan Ten....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Rekognisi internasional selalu diraih oleh Univesitas Muhammadiyah Malang....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

Bersinergi PT Sumber Segara Primadaya/PLTU Cilacap CILACAP, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Masjid dan mushola merupakan rumah ibadah umat Islam yang bukan hanya be....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah