Darurat Pornografi Digital – Saatnya Negara Hadir Menyelamatkan Generasi

Suara Muhammadiyah

22 May 2025

1588
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Darurat Pornografi Digital – Saatnya Negara Hadir Menyelamatkan Generasi

Oleh: Ade Firman, Aktivis Sosial/Wakil Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik PDPM Banda Aceh

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan munculnya sebuah grup Facebook bernama Grup Fantasi Sedarah, yang secara terang-terangan membagikan konten berisi fantasi seksual menyimpang, termasuk unsur incest. Hal ini bukan sekadar mencederai akal sehat, tetapi juga mencerminkan betapa rentannya anak-anak dan remaja hari ini terhadap pengaruh konten pornografi di ruang digital.

Kita tengah menghadapi krisis yang jauh lebih besar dari sekadar penyimpangan perilaku: kita sedang menghadapi ancaman kerusakan moral yang sistemik, yang menjangkiti generasi muda melalui akses bebas terhadap konten seksual eksplisit di media sosial dan platform daring lainnya.

Anak-anak yang masih dalam proses pembentukan karakter kini dihadapkan pada tontonan yang memperkenalkan seksualitas secara menyimpang, kasar, dan tidak sehat. Efeknya bisa sangat luas: mulai dari kecanduan pornografi, pergeseran nilai, hingga meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual—yang bahkan kini banyak terjadi di lingkungan keluarga sendiri.

Negara tidak boleh abai. Komdigi sebagai kementerian baru yang bertanggung jawab atas sektor komunikasi dan digital harus tampil progresif dan berani mengambil langkah konkret. Tidak cukup dengan himbauan atau literasi digital semata. Negara harus mampu memblokir akses terhadap konten bermuatan pornografi, menindak tegas akun dan grup media sosial yang menyebarkannya, serta bekerja sama dengan platform digital agar sistem deteksi dan pemblokiran dapat diperkuat.

Pornografi bukan lagi isu privat atau sekadar urusan moral individu. Ia telah menjadi persoalan publik yang berdampak pada masa depan bangsa. Jika tidak segera diatasi, maka kita akan kehilangan generasi muda yang tumbuh tanpa arah, tanpa nilai, dan tanpa batas moral yang jelas.

Penindakan harus dibarengi dengan edukasi yang masif dan menyentuh akar. Literasi seksual yang sehat harus diperkenalkan sejak dini, tidak dengan cara menakut-nakuti atau menghakimi, tetapi dengan pendekatan yang ilmiah dan manusiawi. Orang tua, sekolah, dan komunitas harus dilibatkan secara aktif.

Saya percaya, menyelamatkan generasi muda dari jerat pornografi bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif kita semua. Namun negara harus menjadi garda terdepan. Karena ketika negara diam, maka yang tumbuh bukan hanya penyimpangan, tetapi juga kejahatan yang menjadikan anak-anak sebagai korban—dan pelaku.

Ini saatnya kita semua berkata: cukup! Saatnya negara hadir, dan menyelamatkan masa depan bangsa dari kerusakan moral akibat pornografi digital.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Ketika Punakawan Harus Ikut Cacut Tali Wanda Oleh: Rumini Zulfikar Dalam pewayangan, kita mengenal....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Wawasan

Indonesia Butuh Pemimpin yang Memiliki Legitimasi  Oleh: Buya Anwar Abbas Untuk memajukan ban....

Suara Muhammadiyah

3 August 2026

Wawasan

Mindset “Belum”: Jalan Panjang Pendidikan Indonesia Maju Oleh: Agus Subeno Pernyataan ....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Wawasan

Pendidikan Sepanjang Hayat Dimulai dari Sebuah IqraOleh Noval Sahnitri, Mahasiswa Magister Pendidika....

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

Wawasan

Kejujuran Batin dan Amanah Kepemimpinan Oleh: Dr. Edy Nurcahyo, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Un....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah