Dialektika Akidah: Antara Purifikasi dan Dinamisasi Tajdid

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
259
Foto Dok SM

Foto Dok SM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggelar Pengajian Ramadhan 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu, 21 Februari 2025. Dalam sesi materi kedua, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, memaparkan materi mendalam bertajuk "Pemetaan Isu-Isu Seputar Akidah Islam Kontemporer," yang melacak evolusi pemikiran Islam dari era klasik hingga tantangan modern saat ini.

Dalam paparannya, Prof. Syafiq menjelaskan bahwa pada masa klasik, perdebatan akidah sering kali memicu polarisasi tajam antara Ahlul Hadits (tekstualis) dan Ahlul Kalam (rasionalis). Ia mencatat bahwa perbedaan teologis pada masa itu memiliki dampak sosial yang lebih keras dibandingkan perbedaan fikih.

"Kalau di dalam soal fikih masih relatif agak ada toleransi, tetapi kalau perbedaan di dalam soal akidah, soal teologi ini menyangkut penilaian yang sangat tajam," ujar Syafiq menjelaskan betapa seriusnya perdebatan tersebut hingga memicu konflik sosial.

Isu dominan pada zaman itu berkisar pada sifat-sifat Tuhan dan perbuatan manusia, yang sering kali berkelindan dengan kepentingan politik. Syafiq mencontohkan bagaimana kelompok Hambali berkoalisi dengan kekuasaan di Baghdad, sementara kelompok Asy’ariyah cenderung mendukung kekuatan politik lain.

Memasuki abad pertengahan, dinamika akidah bergeser seiring dominasi tasawuf dan tarekat. Pada masa ini, istilah "wali" dan "ulama" yang semula bersifat umum dalam Al-Qur'an, mulai berubah menjadi status atau kategori sosial tertentu,.

"Wali itu sudah menjadi kategori sosial. Isu yang muncul adalah sekitar karamah, karena konsep karamah itu kemudian berkembang dan terus berlanjut," jelas Syafiq. Ia juga menyinggung adanya fenomena pengkultusan dan cerita-cerita luar biasa dalam kitab-kitab manakib yang sering kali menjadi bahan perdebatan akidah di masa itu.

Menariknya, Syafiq menilai bahwa label-label teologis klasik seperti Mu'tazilah, Asy'ariyah, atau Maturidiyah kini mulai memudar dari kesadaran praktis masyarakat umum dan lebih banyak menjadi diskursus akademik semata. "Itu adanya di dalam diskusi khusus akademik. Tapi kalau untuk kehidupan sehari-hari itu sudah tidak menjadi isu yang penting," ungkapnya.

Saat ini, tantangan akidah telah bertransformasi menjadi isu-isu yang berkaitan dengan humanisme sekuler dan sains modern. Syafiq menyoroti fenomena banyaknya orang yang mengaku tidak bertuhan namun aktif dalam gerakan kemanusiaan.

"Banyak sekali orang-orang yang tidak beragama, tidak bertuhan. Mereka mengaku sebagai humanis dan mereka banyak menjadi aktivis sosial membantu orang-orang yang lemah," tuturnya. Selain itu, sains modern seperti teori evolusi Darwin dan psikoanalisis Freud turut memberikan tantangan baru terhadap premis-premis agama.

Lalu, Syafiq menekankan bahwa Muhammadiyah terus merespons pergeseran ini dengan mengembangkan pemikiran yang dinamis, seperti Tauhid Sosial dan Teologi Pembebasan dalam konteks Islam.

Ia menegaskan bahwa bagi Muhammadiyah, teologi bukan sekadar perdebatan di menara gading. "Muhammadiyah terus mengembangkan Teologi Al-Ma’un dan kita juga akhirnya bukan hanya sebuah wacana intelektual, maka itu menjadi identitas teologi sosial kita," tegas Syafiq.

Muhammadiyah terus melakukan dakwah sekaligus dinamisasi tajdid guna menghadapi isu-isu modern seperti radikalisme, sekularisme, dan ekstremisme yang terus berubah pengertiannya mengikuti konteks zaman. Turut hadir menjadi narasumber yaitu Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof Hilman Latief dan  Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Ustadi Hamsah. (Riz)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LEBAK, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1446 H/2025 M, Lembaga Dakwah ....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menerima kunj....

Suara Muhammadiyah

14 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah— Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mend....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Berita

THAILAND, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. H Saidul Amin, MA dan....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku dirinya ser....

Suara Muhammadiyah

20 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah