Disiplin dan AUM: Kunci Prestasi Santri Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
179
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Disiplin dan AUM: Kunci Prestasi Santri Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Oleh: Bayu Madya Chandra, SEI, Pengajar Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut

Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berdedikasi dalam melahirkan generasi unggul. Keunggulan ini tidak terlepas dari penerapan dua pilar utama: disiplin dan pemahaman AUM (Al-Islam Kemuhammadiyahan). Disiplin menjadi fondasi utama yang membentuk karakter santri, sementara AUM menjadi sumber nilai dan landasan moral. Kombinasi keduanya menciptakan korelasi kuat dengan prestasi akademik dan non-akademik santri.

Disiplin di Pondok Pesantren Darul Arqam tidak hanya sebatas aturan, tetapi juga cara hidup. Melalui jadwal yang ketat mulai dari salat berjamaah, belajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler santri dilatih untuk mengatur waktu dan memprioritaskan tugas. Keteraturan ini secara langsung memengaruhi prestasi akademik. Santri yang disiplin cenderung lebih fokus, jarang menunda pekerjaan, dan memiliki kebiasaan belajar yang teratur. Mereka dapat mengoptimalkan waktu belajar di kelas dan di luar kelas, sehingga mampu memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan meraih nilai yang memuaskan.

Disiplin dapat dipahami sebagai suatu mekanisme kontrol diri dan kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan, baik secara internal maupun eksternal. Teori Self-Regulation dari Albert Bandura, misalnya, menjelaskan bahwa individu yang mampu mengelola diri sendiri, termasuk dalam hal waktu dan perilaku, cenderung mencapai tujuan yang lebih baik. Dalam konteks pendidikan, disiplin santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut bukan hanya tentang mematuhi jadwal, melainkan juga tentang membangun kebiasaan yang produktif, seperti belajar mandiri, menghafal, dan beribadah tepat waktu. Ini membentuk fondasi kuat bagi peningkatan kemampuan kognitif dan motivasi intrinsik santri.

Sementara itu, pemahaman AUM (Al-Islam Kemuhammadiyahan) berlandaskan pada teori Social Learning atau Pembelajaran Sosial. Teori ini menekankan bahwa individu belajar melalui observasi dan interaksi dengan lingkungan sosialnya. Di Darul Arqam, nilai-nilai AUM seperti keikhlasan, etos kerja, dan semangat berorganisasi ditanamkan melalui teladan para guru, kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler. Nilai-nilai ini menjadi motivasi bagi santri untuk berprestasi, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat. Pemahaman AUM memengaruhi perilaku non-akademik santri, seperti partisipasi aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial, yang pada gilirannya meningkatkan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan.

Santri yang menerapkan disiplin juga mengembangkan kemampuan manajemen diri yang kuat. Mereka belajar untuk mengendalikan diri dari godaan yang dapat mengganggu fokus belajar, seperti penggunaan gawai yang tidak terkontrol atau kegiatan yang tidak produktif. Kemampuan ini menjadi bekal berharga yang tidak hanya meningkatkan performa akademik mereka saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk sukses di jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan di kehidupan profesional di masa depan. Dengan demikian, disiplin bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan santri.

Riset terbaru menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara disiplin diri dengan prestasi akademik. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Educational Psychology menemukan bahwa santri dengan tingkat disiplin diri yang tinggi memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki disiplin rendah. Mereka mampu mengalokasikan waktu belajar secara efektif, mengurangi gangguan, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan konsisten. Hal ini memperkuat pandangan bahwa disiplin bukan sekadar kepatuhan, melainkan sebuah keterampilan penting yang mendukung kesuksesan akademis.

Selain itu, penelitian mengenai peran nilai-nilai keagamaan dalam prestasi non-akademik juga menunjukkan hasil yang serupa. Riset yang dilakukan di beberapa pesantren modern, termasuk yang berafiliasi dengan Muhammadiyah, menunjukkan bahwa santri yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan cenderung lebih aktif dan berprestasi di bidang non-akademik. Mereka sering memenangkan kompetisi olahraga, seni, dan pidato karena nilai-nilai seperti kerja keras, tanggung jawab, dan keikhlasan mendorong mereka untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan. Ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan nilai agama yang terintegrasi secara holistik mampu membentuk pribadi yang unggul di berbagai aspek kehidupan.

Selain disiplin, pemahaman AUM (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) juga memiliki peran krusial. Nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah, seperti kerja keras, keikhlasan, dan semangat berorganisasi, menjadi inspirasi bagi santri. Pemahaman ini mendorong mereka untuk aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik. Mereka terlibat dalam organisasi seperti IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), Tapak Suci, atau Hizbul Wathan. Partisipasi ini melatih kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, dan tanggung jawab sosial. Prestasi non-akademik yang diraih misalnya juara lomba pidato, seni, atau olahraga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai AUM telah tertanam kuat.

Pentingnya AUM tidak hanya terletak pada nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Nilai amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran), misalnya, melatih santri untuk memiliki kepekaan sosial dan keberanian dalam bertindak. Mereka tidak hanya pasif menerima ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ini menjadikan mereka pribadi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berjiwa sosial, menjadikan AUM sebagai landasan moral dan etika yang kuat dalam setiap tindakan mereka

Ada korelasi positif antara tingkat disiplin dan pemahaman AUM dengan prestasi santri. Santri yang memiliki disiplin tinggi dan memahami nilai-nilai AUM cenderung menunjukkan prestasi yang menonjol, baik secara akademik maupun non-akademik. Disiplin memberikan struktur dan ketertiban yang diperlukan untuk sukses dalam studi, sementara AUM memberikan motivasi dan tujuan yang lebih besar. Keduanya saling melengkapi: disiplin menjadi "mesin" yang mendorong kemajuan, sementara AUM menjadi "bahan bakar" yang memberikan semangat dan arah. Dengan demikian, prestasi santri di Darul Arqam bukan hanya hasil dari kecerdasan individu, tetapi juga cerminan dari budaya pesantren yang mengedepankan disiplin dan nilai-nilai luhur.

Hubungan sinergis antara disiplin dan AUM inilah yang menjadi formula rahasia Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut dalam mencetak generasi unggul. Disiplin memastikan setiap potensi santri terkelola dengan baik, sementara AUM memberikan landasan moral agar setiap prestasi yang diraih memiliki makna dan tujuan yang lebih mulia. Hasilnya, santri tidak hanya kompeten secara akademis dan non-akademis, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Mereka menjadi individu yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah.

Dengan fondasi yang kokoh ini, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut terus berkomitmen untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia. Prestasi santri menjadi bukti nyata keberhasilan metode pendidikan yang memadukan disiplin dan AUM, membentuk individu yang siap menghadapi tantangan di masa depan.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Partisipasi Perempuan Pada Pemilu 2024 Oleh: Amalia Irfani, LPPA PWA Kalbar  Riuh menyambut p....

Suara Muhammadiyah

31 December 2023

Wawasan

Refleksi Milad ke-60, Menuju IMM Progresif di Masa Depan Oleh: Muhammad Ikhlas Prayogo, Sekertaris ....

Suara Muhammadiyah

17 March 2024

Wawasan

Jangan Tertipu oleh Perasaan Sendiri Oleh: Suko Wahyudi/PRM Timuran Yogyakarta  Sering kali m....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Wawasan

 Puasa Syawal, Amalan Pasca Ramadhan yang Hampir Terlewatkan  Oleh: Ika Sofia Rizqiani, S....

Suara Muhammadiyah

19 April 2024

Wawasan

Menyikapi Fenomena #KaburAjaDulu: Antara Harapan dan Realita Oleh: Candra Kusuma Wardana, S.E., MBA....

Suara Muhammadiyah

12 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah