Efisiensi Semakin Baik, KHAD ECO Team Diesel UMY Raih Juara 3 KMHE 2026

Suara Muhammadiyah

9 October 2026

125
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Konsistensi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam mengembangkan kendaraan hemat energi kembali membuahkan prestasi di tingkat nasional. KHAD ECO Team Diesel UMY berhasil meraih Juara 3 pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang dilaksanakan di Jember pada 3–4 Oktober 2026.

Pada kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut, KHAD ECO Team Diesel UMY mencatatkan best result 364,12 km/l pada kategori Prototype Motor Pembakaran Dalam (MPD) Diesel.

Capaian tersebut merupakan hasil pengembangan kendaraan yang dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir. Sejak pertama kali mengikuti KMHE pada 2024, tim terus melakukan evaluasi dan pengembangan berdasarkan pengalaman dari setiap kompetisi.

Dosen pembimbing KHAD ECO Team Diesel UMY, Teddy Nurcahyadi, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa dari beberapa generasi yang terus melanjutkan pengembangan kendaraan.

“Ini sudah tahun ketiga. Hasilnya memang membaik. Ini merupakan hasil kerja keras lintas generasi,” ujar Teddy saat diwawancarai pada Kamis (8/10).

Menurut Teddy, perkembangan capaian tim terlihat dari hasil yang diperoleh setiap tahun. Pada keikutsertaan pertama, kendaraan masih menggunakan mesin lama dan mencatat hasil sekitar 100 km/l. Pada tahun berikutnya, capaian meningkat hingga sekitar 221 km/l. Tahun ini, hasil tersebut kembali meningkat hingga lebih dari 300 km/l.

Teddy menjelaskan, keikutsertaan dalam kompetisi juga berangkat dari ketertarikan mahasiswa terhadap proses merancang dan merakit kendaraan. Kompetisi menjadi sarana untuk menguji hasil pengembangan yang telah dilakukan.

“Kalau saya nilai, anak-anak memang suka merakit. Kalau cuma merakit saja, mereka perlu tahu sampai sejauh mana dan sebagus apa hasil yang dirakit. Karena itu, dibuat untuk kompetisi,” jelasnya.

Pengalaman mahasiswa dalam tim juga tidak berhenti pada kompetisi. Teddy menyebut proses pengembangan kendaraan telah menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa. Beberapa pengembangan bahkan dilanjutkan dalam tugas akhir mahasiswa.

Peningkatan performa kendaraan dilakukan melalui pengembangan secara bertahap dari tahun ke tahun. Tim melakukan perbaikan pada sejumlah bagian kendaraan, mulai dari mesin, sistem penggerak, transmisi, sasis, hingga bodi.

“Inovasi dari tahun sebelumnya ke tahun sekarang sebenarnya bertahap, tidak langsung meloncat. Salah satu yang terlihat itu dari mesin, karena memakai mesin baru. Kemudian koplingnya juga diperbaiki,” ungkap Teddy.

Perbaikan juga dilakukan pada bagian penggerak roda belakang dan bearing yang berkaitan dengan transmisi. Berbagai pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa kendaraan saat menghadapi kompetisi.

Salah satu anggota KHAD ECO Team Ahmad Nur Majid, menjelaskan bahwa persiapan menghadapi KMHE 2026 tidak terlepas dari pengalaman tim sejak pertama kali mengikuti kompetisi nasional tersebut pada 2024.

Pada keikutsertaan pertama, tim masih menghadapi berbagai kendala karena tergolong sebagai tim baru. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan kompetisi pada tahun-tahun berikutnya.

“Di tahun 2025, kami belajar dari pengalaman tahun sebelumnya sehingga masalah-masalah yang terjadi di lapangan kami coba minimalkan agar tidak terulang kembali,” kata Majid.

Memasuki KMHE 2026, tim kembali melakukan riset dan pengembangan. Persiapan untuk kompetisi berikutnya bahkan dilakukan tidak lama setelah kompetisi sebelumnya selesai.

“Setelah lomba selesai, kami hanya libur satu sampai dua bulan. Setelah itu, kami lanjut melakukan riset atau inovasi terbaru supaya pada 2026 ini bisa mendapatkan hasil terbaik,” jelasnya.

Dalam proses persiapannya, tim juga menghadapi tantangan, salah satunya berkaitan dengan dukungan pendanaan dan kerja sama dengan pihak eksternal. Majid mengatakan pengembangan kendaraan tidak hanya mengandalkan pendanaan dari mahasiswa maupun kampus. Tim juga membutuhkan kerja sama dengan perusahaan.

“Karena kami tidak bisa 100 persen mengandalkan dana yang ada, baik dari mahasiswa maupun kampus. Kami juga tetap melakukan kerja sama dengan perusahaan supaya project dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain dukungan pendanaan, Majid menilai kedisiplinan, kerja keras, dan kekompakan menjadi faktor penting dalam capaian tim tahun ini.

“Faktor yang paling penting sebenarnya kedisiplinan, kerja keras, dan yang paling penting adalah kekompakan dalam tim. Mobil ini terbentuk karena kami saling bekerja sama satu sama lain,” tutur Majid.

Setelah melalui proses selama tiga tahun di kategori Prototype Motor Pembakaran Dalam Diesel, capaian Juara 3 menjadi hasil yang dinantikan tim. Majid mengungkapkan rasa syukur karena tim akhirnya mampu meraih podium.

“Alhamdulillah, kami sangat senang karena ini memang penantian panjang selama tiga tahun untuk tim baru di kategori prototipe kelas diesel. Ini adalah hal yang sangat kami nantikan, yaitu mendapatkan podium dan mengangkat piala,” ungkapnya.

Meski berhasil meraih Juara 3, pencapaian tersebut tidak membuat tim berhenti melakukan evaluasi. Majid mengatakan pengalaman selama kompetisi justru mengajarkan tim untuk tetap fokus dan tidak cepat berpuas diri.

Ia mencontohkan persaingan yang dapat berubah hingga tahapan akhir perlombaan. Karena itu, tim perlu mempertahankan kedisiplinan dan semangat untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Jangan senang dulu. Untuk tahun berikutnya, mungkin harus lebih disiplin lagi dan lebih semangat lagi,” katanya.

Dari sisi teknis, tim juga menargetkan pengembangan kendaraan dengan mengurangi bobot dan meningkatkan performa. Evaluasi tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena tim berhasil melewati technical inspection pada hari pertama serta mendapatkan kesempatan mengikuti free practice.

Majid menjelaskan, free practice memberikan kesempatan bagi tim untuk mengukur performa kendaraan secara langsung dalam situasi perlombaan.

“Free practice itu adalah tiket di perlombaan supaya kita bisa mengukur hasil secara real time. Sebab, biasanya kami latihan di sirkuit, bukan di perlombaan aslinya,” jelasnya.

Ke depan, KHAD ECO Team Diesel UMY menargetkan capaian yang lebih tinggi. Tim optimistis dapat meningkatkan performa kendaraan dan bersaing dengan tim yang berada di posisi teratas.

“Target untuk tahun berikutnya, kami optimistis bisa melewati tim-tim juara 1 dan 2. Kami akan tetap menjaga kedisiplinan dan kekompakan dalam tim supaya mendapatkan hasil terbaik,” pungkas Majid. (Yogi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republi....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Di....

Suara Muhammadiyah

3 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR.HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Pela....

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bertanda....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

NTT, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhamm....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah